alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Dampak Korona, Gubernur, Bupati, Wali Kota Tak Boleh Dapat THR

PEMERINTAH memastikan para pegawai negeri sipil (PNS) tetap mendapatkan tunjangan hari raya (THR) tahun ini. Termasuk bagi para calon pegawai negeri sipil (CPNS). Khusus untuk CPNS, besaran THR maksimal 80 persen dari gaji pokok.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati akan tetap memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan kriteria tertentu. Calon Pegawai Negeri Sipil (CPN) menjadi salah satu kriteria yang akan menerima THR tahun ini. Hal tersebut tercantum pada Surat Menterti Keuangan kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) pada 30 April 2020.

Sri Mulyani menegaskan bahwa CPNS akan menerima THR paling banyak sebesar 80 persen dari gaji pokok PNS, tunjangan keluarga, dan tunjangan jabatan atau tunjangan umum. ”THR akan diberikan sesuai dengan jadwal pencairan, yaitu paling cepat 10 hari kerja sebelum tanggal Hari Raya. Bila ada THR yang belum dibayarkan, maka akan diberikan setelah Hari Raya,” ujar Menkeu.

Sri Mulyani juga menjelaskan bahwa sehubungan dengan fokus penanganan pandemi Korona, pemerintah meninjau ulang kebijakan belanja negara, termasuk THR yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) dan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). “Perubahan kebijakan THR tersebut mencakup pihak yang akan diberikan beserta besarannya,” tambahnya.

Sebelumnya, Sri Mulyani juga sempat menyebut bahwa Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Ma’ruf Amin, dan jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju tak akan menerima THR Idul Fitri 2020 seiring dengan adanya wabah Korona. Para anggota DPR, MPR, DPD, dan kepala daerah juga tak akan mendapatkan THR lantaran kondisi APBN 2020 yang terhimpit pandemi Korona. Termasuk dalam kebijakan ini para Gubernur, Bupati  dan Wali Kota tidak boleh menerima THR.

 

”Selain itu, para pejabat eselon I dan II juga tak akan mendapatkan THR. Dengan adanya peniadaan THR bagi para pejabat, negara mampu menghemat Rp 5,5 triliun,” pungkasnya.

Plt Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Paryono membenarkan bahwa selama ini sesuai dengan ketentuan, CPNS tidak mendapatkan gaji utuh. ’’Mereka mendapatkan gaji 80 persen dari gaji pokok,’’ tuturnya.

Para CPNS baru bisa mendapatkan gaji utuh setelah statusnya naik menjadi PNS. Setelah mencari informasi ke para CPNS, Paryono mengatakan selama ini para CPNS juga mendapatkan THR sebesar 80 persen dari gaji pokok. Jadi menurutnya ketentuan itu tidak berbeda dengan sebelumnya.

Selain itu Paryono juga menjelaskan perkembangan rekrutmen CPNS 2019 yang sampai sekarang belum tuntas. Proses rekrutmen CPNS 2019 baru menyelesaikan tahap seleksi kompetensi dasar (SKD) yang digelar menggunakan komputer. Tahap berikutnya bagi yang dinyatakan lolos, maju ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB).

’’Sampai sekarang belum ada instansi yang melaksanakan SKB. Pemerintah juga tidak membatalkan pelaksanaan SKB CPNS 2019,’’ jelasnya. Sedianya pelaksanaan SKB digelar mulai 25 Maret sampai 10 April. Kemudian pengumuman hasil seleksi CPNS 2019 dikeluarkan 1 Mei.

Tetapi dengan adanya wabah Covid-19 ini jadwal yang sudah disusun itu buyar. Sampai sekarang pelaksanaan SKB belum dijalankan. Termasuk bulan apa perkiraan SKB akan digelar, Paryono juga belum bisa memberikan jawaban pasti.

’’Masa tanggap darurat Covid-19 ditetapkan sampai akhir Mei. Kita lihat apakah diperpanjang atau tidak,’’ tuturnya. Kemudian pemerintah tentu akan melihat apakah nanti wabah Covid-19 di Indonesia sudah berakhir apa belum. Nantinya jika pemerintah sudah menyatakan aman, maka panitia seleksi nasional (panselnas) segera menggelar SKB dengan protocol kesehatan yang ketat.

Sebagaimana ditetapkan pemerintah membuka lowongan CPNS baru 2019 sebanyak 152.286 formasi atau kursi. Kuota itu terbagi untuk instansi daerah sebanyak 114.861 kursi dan instansi pusat 37.425 kursi. Pendaftaran CPNS baru 2019 dibuka pada November 2019. (agf/wan/JPG/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

HARUM Goda Pemilih Millenial Lewat Lomba Film Pendek dan E-Sport

Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mencoba menggoda pemilih milenial. Caranya, dengan menggelar film pendek dan e-sport. "Orang yang menggeluti dunia film tidak banyak. Bagi sebagian orang ini ekslusif. Prosesnya panjang," kata Mohan Sabtu malam (19/9) lalu.

Cerita Shaina Babheer saat Memerankan Sosok Kikin dalam film MOHAN

Shaina Azizah Putri dipilih untuk memerankan sosok Kikin Roliskana dalam film pendek berjudul "Mohan". Ini menjadi tantangan baru bagi dara yang sudah membintangi beberapa sinetron dan FTV nasional ini.

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Korem 162/WB Gelar Bakti Sosial di KEK Mandalika

Sejumlah kegiatan bakti sosial di gelar Korem 162/WB dalam rangka menyambut HUT TNI ke-75 di Loteng. “Terima kasih TNI karena menggelar salah satu rangkaian HUT-nya, di daerah kami tercinta,” ujar Asisten II Setda Loteng H Nasrun, kemarin (18/9).

Dugaan Korupsi Pembangunan RS Pratama Dompu Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama Manggelewa, Dompu, tahun 2017 sebentar lagi rampung. ”Kira-kira dua minggu lagi kita naikkan ke penyidikan,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hasil Uji Diragukan, Dua Merek Alat Rapid Test asal China Dipakai di NTB

MATARAM-Dua dari tiga merek alat rapid test yang diragukan akurasinya dipakai di NTB. Yakni VivaDiag dan Wondfo. ”Itu kami dapat bantuan dari pusat, silahkan...
Enable Notifications    Ok No thanks