alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Tangani Korona, Ventilator Dalam Negeri Bakal Diproduksi Bulan Ini

KEMENTERIAN Riset dan Teknologi (Kemenristek/BRIN) kini tengah dalam proses akhir pengembangan ventilator untuk produksi dalam negeri. Selain itu, berbagai riset teknologi untuk melawan virus Covid-19 juga tengah digalakkan.

Menteri Ristek dan BRIN Bambang Brodjonegoro mengungkapkan bahwa saat ini prototipe ventilator produksi dalam negeri tengah dalam uji coba endurance dan uji coba klinis yang akan memakan waktu beberapa minggu.

”Diharapkan pertengaan bulan Mei kita bisa melihat ventilator yang diproduksi oleh mitra industri dalam negeri. Ini tidak mudah mencarinya karena selama ini tidak ada industri yang memproduksi ventilator,” kata Bambang kemarin (3/5)

Bambang mengungkapkan, pihaknya menjalin kerjasama dengan beberapa BUMN dan perusahaan swasta untuk meproduksi memproduksi ventilator tersebut. Dua prototipe yang tengah dikembangkan yakni jenis CPAP atau Continous Positive Air Pressure dan jenis ambubag. Kedua prototipe sudah melewati uji dari Badan Pengaman Fasilitas Kesehatan (BPFK).

”Saat ini dalam tahap uji klinis, ini adalah prototipe yang beasal dari ITB, UI, kemudian BPPT dan dari perusahaan swasta. Kita harapkan produksi bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri,”

Sejuh ini  kata Bambang, Kementeria Kesehatan menyatakan kebutuhan dalam negeri kira-kira 1000 buah ventilator jenis CPAP dan 668 unit ventilator jenis ambubag. Beberapa jenis ventilator yang dibuat BPPT juga bisa dipakai untuk ruang instalasi gawat darurat atau ruang emergency. ”Bisa membantu pasien yang kebetulan berada dalam kondisi emergency. Sebagian ventilator lainnya untuk pasien yang ada di ruang observasi.” katanya.

Selain itu, kata Bambang kedepan bisa dikembangkan ventilator yang bisa dipakai di ruang Intensive Care Unit (ICU). Pengembangan tipe ini butuh waktu yang relatif lebih panjang. Namun dalam beberapa bulan pengembangan ia optimistis Indonesia sudah memiliki ventilator untuk ICU.

Selain ventilator, BPPT dan BRIN juga mengupayakan pengembangan test kit untuk mempermudah proses penyebarluasan tes Covid-19. Reagen produk BPPT juga akan siap dibagikan ke rumah sakit-rumah sakit pada akhir Juli.

Bambang juga menyatakan bahwa pihaknya berusaha mendekatkan fasilitas laboratorium tes. Tidak hanya di Rumah Sakit, Perguruan Tinggi, maupun lembaga pemerintah. Saat ini pihaknya tengah mengembangkan lab berjalan mobile observatory BSL 2 dengan kemampuan tes antigen selama 12 -15 menit maupun real-time PCR selama 2 hingga 3 hari.

“Lab berjalan ini bisa melakukan tes secara drive-through. Detail Engineering Design (DED) nya sudah selesai. Tinggal dirakit,” jelas Bambang.

Selain tes Covid-19, lab berjalan ini bisa juga digunakan untuk pemeriksaan kolesterol darah dan juga pemeriksaan toraks.

Sementara dalam medikasi, Bambang menyebut pemerintah juga tengah berusaha keras menciptakan obat dan vaksin untuk virus Covid-19.

Dari sisi pencegahan, Suplemen anti Covid-19 tengah dikembangkan dalam uji klinis. Suplemen ini didapatkan dari systematic review dan analisa bioinformasi di beberapa tempat. Salah satunya di RS wisma atlet. ”Kami lakukan pengujian terhadap kandungan jahe merah, jambu biji, serta virgin coconut oil. Minimal bisa meningkatkan daya tahan tubuh,” katanya.

Dalam segi obat, saat ini juga dilakukan uji klinis terhadap berbagai obat seperti Avigan, Chloroquine, Tamiflu dan Pil Kina. Obat-obat ini akan jadi alternatif untuk meringankan beban dari penderita Covid-19.

Terapi lain yang tengah dikembangkan kata Bambang adalah riset Convalescent Plasma atau menginjeksikan plasma darah pasien Covid-19 yang sudah sembuh pada pasien yang masih sakit. Terutama mereka yang sedang dalam kondisi klinis berat. Penelitian sudah mulai dilakukan di RSPAD Gatot Subroto Jakarta. “Sudah ada hasil yang melegakan. Namun riset harus dilakukan dalam skala yang lebih luas,” terangnya.

Sementara untuk Vaksin, Lembaga Eijkman saat ini telah memulai untuk melakukan whole genome sequencing dalam upaya menemukan vaksin antivirus Corona. Genome Sequencing dilakukan untuk memahami lebih dalam karakteristik virus Covid-19 yang berkembang di Indonesia. Setelah selesai. Data penelitian akan dibagikan pada dunia internasional. ”Riset untuk menemukan vaksin ini kata Bambang tidak akan memakan waktu yang pendek, tapi kita dorong terus Lembaga Eijkman untuk bekerjasama dengan lembaga-lembaga internasional yang juga meneliti,” katanya.

Sementara itu, hingga kemarin pasien sembuh bertambah 211 orang menjadi total 1.876 orang. Provinsi DKI Jakarta menjadi yang paling banyak mencatatkan pasien sembuh.

Jubir Pemeritah Untuk Penanganan Covid-19 mengungkapkan, apabila melihat sebaran kasus sembuh dari 34 Provinsi di Tanah Air, DKI Jakarta menjadi wilayah dengan sebaran pasien sembuh terbanyak yakni 632, disusul Jawa Timur sebanyak 174, Jawa Barat 152, Sulawesi Selatan 151, Bali 151 dan wilayah lain di Indonesia sehingga total mencapai 1.875 orang.

Di sisi lain, jumlah kasus terkonfirmasi positif tetap mengalami pertambahan sebanyak 349 orang menjadi total 11.192 orang. Sedangkan jumlah kasus meninggal yang disebabkan COVID-19 bertambah menjadi 845 setelah ada penambagan sebanyak 14 orang.

”Dalam hal ini, ada faktor penyakit penyerta atau komorbiditas hipertensi, diabetes, jantung dan penyakit paru-paru, yang memperburuk kondisi pasien hingga meninggal dunia,” kata Yuri.

Akumulasi data tersebut diambil dari hasil uji spesimen sebanyak 112.965 yang dilakukan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di 89 laboratorium. Sebanyak 83.012 kasus spesimen yang diperiksa didapatkan data 11.192 positif dan 71.820 negatif.

Kemudian untuk jumlah orang dalam pemantauan (ODP) menjadi 236.369 orang dan pasien dalam pengawasan (PDP) menjadi 23.130 orang. Data tersebut diambil dari 34 provinsi dan 326 kabupaten/kota di Tanah Air. (tau/JPG/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hari Pertama Razia Masker di NTB, Pemda Kumpulkan Denda Rp 9,1 Juta

Sebanyak 170 orang tidak menggunakan masker terjaring razia di hari pertama penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan di seluruh NTB, kemarin (14/9). Dari para pelanggar di semua titik operasi ini, Badan Pendapatan Daerah NTB pun mengumpulkan uang sebesar Rp 9,1 juta.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks