alexametrics
Rabu, 12 Agustus 2020
Rabu, 12 Agustus 2020

Sekolah di Mataram “Haram” Bahas Seragam, Tunggu Instruksi Dinas!

MATARAM-Jelang pelaksanaan tahun ajaran baru 2020/2021, Disdik Kota Mataram mengingatkan tidak membahas seragam sekolah. ”Kalau istilah dalam agama, saya katakan itu haram untuk dibahas,” kata Kepala Disdik Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali, pada Lombok Post kemarin (3/7/2020).

 

Dirinya sempat geram, mendapat laporan ada sekolah yang merencanakan pengadaan seragam. Parahnya ini langsung diinformasikan kepada orang tua peserta didik baru, pada kegiatan PPDB. Upaya itu ternyata dilakukan sekolah, supaya tidak kehilangan peserta didiknya. Dengan kata lain, sekolah sedang mengikat orang tua dengan membeli seragam. ”Makanya disuruh beli seragam dulu,” ujarnya.

 

”Tetapi baru pemberitahuan saja, yang bayar-bayar tidak ada,” sambungnya.

 

Kendati demikian, apapun alasannya Disdik Kota Mataram tidak mau itu terjadi. Apalagi penyelenggaraan KBM diprediksi, terus melanjutkan metode belajar dari rumah (BDR). ”Kita yang status zona merah sekarang, belum bisa memastikan tatap muka langsung di sekolah,” tegas dia.

 

Sejak awal PPDB, pembahasan seragam atau biaya-biaya lain sangat sensitif. Terlebih kini ekonomi tengah sulit, berkaitan pandemi. ”Ekonomi masyarakat belum sepenuhnya pulih dan belum diketahui kapan kembali normal seperti sedia kala,” tegas dia.

 

Bahkan pada kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), peserta didik baru dipersilakan memakai pakaian bebas dan rapi. ”Kalau yang baru masuk SMP, boleh kok pakai seragam SD,” ujar Fatwir.

 

Aturan mengenai pembahasan seragam akan dibicarakan lebih lanjut. Disdik Kota Mataram tetap akan mengeluarkan edaran resmi. ”Tunggu saja,” tandasnya.

 

Kepala Bidang Dikdas Disdik Kota Mataram M Taufik menegaskan pihaknya akan memanggil kepala sekolah yang kedapatan masih membandel. Teguran keras disiapkan. Kepada orang tua, bila menemukan sekolah yang membahas seragam, diminta melaporkan langsung. ”Dalam situasi yang tidak menentu ini, saya berharap jangan melakukan tindakan diluar kapasitas, tunggu instruksi dari kami,” pesannya. (yun/r9)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Lawan Korona di Lombok tengah Lockdown Dusun Tetap Jadi Pilihan

Pencegahan penularan covid-19 di Lombok Tengah terus dilakukan pemkab. “Harapannya, jangan ada lagi yang positif,” kata sekretaris gugus tugas Covid-19 Murdi pada Lombok Post, Senin (10/8).

Kabar Baik, Pemerintah Izinkan Pengiriman TKI ke Luar Negeri

Pemerintah telah membuka peluang kerja bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) alias Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Hanya saja, rekrutmen terbatas pada tenaga kerja terlatih sektor formal.

Tempat Hiburan di Lobar Tak Patuh Cegah Korona, Dewan : Segel Saja!

DPRD Lombok Barat (Lobar) memberi atensi penerapan protokol pencegahan covid. Terutama untuk tempat hiburan malam. ”Kami support penegak hukum dan pemerintah. Kalau ada yang membandel, segel saja,” kata Ketua Fraksi Demokrat DPRD Lobar Indra Jaya Usman, Senin (10/8).

Pasangan Makmur-Ahda Tersandera SK PKB

MATARAM--Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) HL Makmur Said-H Badruttamam Ahda tersandera SK dukungan dari PKB. Tanpa PKB, pasangan ini kemungkinan besar tak bisa bertarung di Pilkada Kota Mataram.

FK Unram Prediksi Puncak Penularan Korona di NTB Bulan Ini

Peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Mataram sempat memprediksi Bulan Agustus ini menjadi puncak pandemi Covid-19. Namun, trend Covid-19 justru perlahan menurun.

Bantu Siswa Belajar, Masjid Al-Falah Monjok Siapkan Internet Gratis

Inovasi Takmir Masjid Al-Falah Kelurahan Monjok patut ditiru. Terutama oleh takmir masjid di Kota Mataram. Karena, mereka menyiapkan internet gratis bagi siswa dan mahasiswa yang saat ini sedang menerapkan metode belajar dalam jaringan (daring).

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Cucu Bupati Pertama Loteng Siap Mengabdi untuk Lombok Tengah

Menjadi satu-satu sosok perempuan, Hj Lale Prayatni percaya diri maju menjadi calon bupati Lombok Tengah. Birokrat perempuan ini ingin membawa perubahan bagi Lombok Tengah ke arah lebih baik. ”Saya terpanggil untuk mengabdi di kampung halaman saya,” kata Hj Lale Prayatni, Minggu (9/8).

Digerebek Polisi, Doyok dan Tutik Gagal Nyabu di Karang Bagu

Terduga pengedar sabu berinisial H alias Doyok ditangkap tim khusus (Timsus) Ditresnarkoba Polda NTB. Dia diringkus bersama seorang perempuan berinisial HT alias Tutik, Jumat sore (7/8) lalu.

Lale Sileng Pilih Yusuf Saleh Sebagai Wakil di Pilbup Loteng

Lale Prayatni memutuskan untuk menggandeng HM Yusuf Saleh. “Ya,” kata Lale singkat saat dihubungi, Minggu (9/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks