alexametrics
Minggu, 27 September 2020
Minggu, 27 September 2020

Cegah Korona, Menteri Tito Sarankan Warga Banyak Berjemur

MATARAM-Masyarakat NTB diingatkan untuk benar-benar tenang sembari tetap waspada menyusul virus Korona sudah masuk Indonesia.

”Masyarkat tidak perlu rush (buru-buru) datang ke supermarket,” imbuh Menteri Dalam Negeri HM Tito Karnavian, di Mataram, kemarin (3/3).

Dia meminta warga tetap tenang. Pemerintah, kata Tito, sering menghadapi situasi darurat seperti flu burung, SARS, MERS, demam berdarah, malaria, dan macam-macam jenis wabah lainnya. ”Tidak perlu panik yang membuat orang lain jadi terganggu,” katanya.

Karena kepanikan berlebihan, kadang bukan masalah inti yang membuat situasi memburuk, tetapi efek lain yang ditimbulkan. Seperti dampak ekonomi dan keamanan. ”Dampak yang mestinya tidak perlu,” kata mantan Kapolri ini.

Pemerintah juga menjamin semua kebutuhan pokok tersedia bagi warga. ”Bekerja seperti biasa, justru itu akan memperkuat daya tahan negara kita,” tegasnya.

Menurut Tito, sekarang Indonesia sedang diuji daya tahan ekonomi dan daya tahan sosialnya. ”Jangan sampai ktia terpancing,” ujarnya.

Pemerintah Indonesia telah berupaya dengan segala kemampuan mencegah penyebaran Covid-19. Termasuk pemerintah daerah, mereka telah melakukan langkah-langkah pencegahan.

Hal yang perlu dilakukan masyarakat adalah memperkuat daya tahan tubuh dengan perbanyak olahraga. ”Kalau daya tahan tubuh kuat, virusnya juga tidak bisa berkembang,” ujarnya.

Warga Indonesia beruntung hidup di negara tropis yang punya banyak sinar matahari.  ”Sering-sering berjemur terutama matahari pagi, kita belajar dari dulu, matahari pagi memiliki banyak manfaat,” katanya.

Kemudian memperbanyak makanan bergizi, vitamin, seperti buah-buahan dan sayur-sayuran. ”Sehingga daya tahan tubuh kuat,” katanya.

Selain itu, karena metode penyebarannya melalui sentuhan langsung dengan penderitanya. ”Rajin-rajin cuci tangan, baik menggunakan sabun atau disinfektan lain,” saran Tito.

Tidak kalah penting dari semua itu, menangkal penyebaran hoaks. Tidak ikut mengirim informasi yang belum teruji kebenarannya. ”Paling penting tidak membuat masyarakat panik. Kalau panik, itu akan menimbulkan efek domino yang kontraproduktif,” tegasnya.

Jika kepanikan menghantui, masyarakat takut keluar dan tidak mau bekerja. ”Ekonomi tidak jalan yang sebetulnya tidak diperlukan,” katanya.

Para pejabat publik juga diminta tidak menyampaikan informasi berlebihan yang membuat masyarakat panik. ”Saya minta teman-teman kepala daerah, tidak membuat pernyataan yang membuat masyarakat bingung,” tandasnya.(ili/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Penataan Kawasan Wisata Senggigi Dimulai

Penataan kawasan wisata Senggigi direalisasikan Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar). Sayang, dari tujuh proyek dalam perencanaan, hanya lima yang bisa dieksekusi.

LPPOM MUI NTB Target Sertifikasi Halal 125 Usaha Rampung Tahun Ini

”Rinciannya, dari Dinas Perindustrian NTB dan pusat sebanyak 75 usaha, serta Dinas Koperasi Lombok Barat sebanyak 50 usaha,” katanya, kepada Lombok Post, Rabu (23/9/2020).

Solusi BDR Daring, Sekolah Diminta Maksimalkan Peran Guru BK

Jika terkendala akses dan jaringan internet, layanan dilaksanakan dengan pola guru kunjung atau home visit. ”Di sanalah mereka akan bertemu dengan siswa, orang tua, keluarga. Apa permasalahan yang dihadapi, kemudiann dibantu memecahkan masalah,” pungkas Sugeng.

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Pilwali Mataram, HARUM satu SALAM dua MUDA tiga BARU empat

Pengundian nomor Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram berjalan di bawah protokol Pandemi Covid-19 dengan ketat, pukul 19.00 wita-selesai semalam.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Trailer Film MOHAN Bikin Baper

Kreativitas sineas Kota Mataram terasa bergairah. Ditandai dengan garapan film bergenre drama romantic berjudul ‘Mohan’ yang disutradai Trish Pradana. Film yang direncanakan berdurasi sekitar 35 menit ini mengisahkan perjalanan asmara Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskan dengan istrinya Hj Kinastri Roliskana. Film Mohan dijadwalkan mulai tayang Bulan Oktober mendatang.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks