alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Perayaan Nyepi Momen Merajut Persatuan

JAKARTA-Umat Hindu di Indonesia akan merayakan hari raya nyepi, Kamis esok (6/3). Momen Nyepi diharapkan bisa membawa pesan perdamaian di tengah menghangatnya iklim politik jelang pemilihan presiden bulan depan.

            Ketua Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDII) Wisnu Bawa Tenaya mengatakan, pihaknya sudah mmelaporkan persiapan ritual Hari Raya Nyepi 1 Saka 1941 ke Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta, kemarin (5/3). Pada kesempatan itu, Jokowi berpesan agar momen Nyepi bisa berlangsung damai. “Pesan Pak Jokowi laksanakan kegiatan ini dengan tertib, aman,” ujarnya.

            Wisnu menambahkan, umat Hindu akan menjadikan momen Nyepi sebagai bahan refleksi. Termasuk dalam menghadapi Pemilu mendatang. “Kita ajak umat hindu untuk menyongsong ini dengan merdeka dan gembira menjaga tetap kesatuan dan persatuan bangsa,” imbuhnya.

            Dia menjelaskan, dalam perayaannya, ada dua momen besar yang diperingati secara nasional. Ritual tawur agung kesanga dilaksanakan di Candi Prambanan, Yogyakarta, hari ini. Sementara kegiatan Dhrma Santi direncanakan digelar di Bali pada April mendatang.

            Pemilihan lokasi Bali memiliki alasan tersendiri. Yakni agar putra-putri Bali yang merantau bisa pulang dan tidak lupa akan kampung halamannya. Presiden diharapkan hadir pada momen tersebut.

            “Tinggal tanggal, waktunya nanti dari bapak Presiden, ancer-ancernya 5 April kami akan lakukan di Bali,” tuturnya. Dharma Santi, kata dia, diharapkan menjadi acara untuk silaturahmi, sekaligus berbicara soal membangun negeri.

            Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan ucapan selamat Hari Suci Nyepi dan Tahun Baru Saka1941 yang jatuh Kamis besok (7/3). Dia berharap Hari Suci Nyepi menjadi momentum umat Hindu untuk menemukan jati diri. Itu  penting karena di tengah dunia yang mengglobal, manusia terkadang kehilangan arah dalam mengenali jati dirinya.

            Perayaan Hari Suci Nyepi tahun 2019 mengusung tema Melalui Catur Brata Penyepian Kita Sukseskan Pemilu 2019. Bagi Lukman tema ini dinilai Menag sangat relevan dan kontekstual. Sebab mengabdi kepada bangsa serta mendoakan pemilu berjalan lancar, tertib dan damai, adalah bentuk pengamalan dari dharma negara.

            Selain itu dia juga berpesan soal nilai agama dalam Hari Nyepi. “Nilai-nilai agama yang terkandung dalam Hari Suci Nyepi sepatutnya menuntun kita menuju arah yang baik dan terpuji,” pesan Lukman di Jakarta Selasa (5/3). Dia mengatakan Nyepi pada intinya adalah menyepikan diri. Supaya seseorang dapat melaksanakan catur brata penyepian dengan baik. Nyepi memerlukan suasana hening dan tenang. Untuk itu umat Hindu  tidak menyalakan api, tidak bekerja, tidak bepergian, dan tidak menikmati hiburan.

            Selain itu Lukman mengatakan Nyepi untuk renungan tentang apa yang sudah dilakukan di dunia ini seiring dengan bertambahnya umur. Kemudian apa yang belum dilakukan untuk kebaikan hidup ke depan.

            Lukman juga mengajak, umat Hindu untuk terus mengembangkan moderasi. Baik dalam beragama maupun dalam kehidupan bersama sebagai bangsa. Sikap moderat adalah sikap memilih jalan tengah. “Tidak ekstrem dan tidak berlebih-lebihan, baik dalam beragama maupun berbangsa,” jelasnya. (far/wan/JPG/r8)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Ada Apa dengan Pulau-pulau Kecil?

SAYA diundang oleh Ketua LPPM Unram, Dr. Muhammad Ali dalam diskusi untuk merevisi Rencana Induk Penelitian Universitas Mataram lima tahun ke depan. Salah satu bagian yang cukup alot diskusinya adalah ketika mendiskusikan fokus penelitian di Unram. Mengapa harus ada fokus?

Penyuntikan Vaksin Korona Untuk Warga Dimulai Januari 2021

Pemerintah telah bekerja sama dengan Uni Emirat Arab dan mendapatkan vaksin untuk Covid-19 sebanyak 20 juta dosis. Rencananya, vaksin mulai didistribusikan pada Desember.

Kampung Sehat, Warga Desa Setanggor Semangat Gotong Royong

GAIRAH warga Desa Setanggor, Kecamatan Praya Barat sedang menggebu-gebu untuk mewujudkan lingkungan mereka yang bersih dan sehat. Karena itu, jangan heran manakala menemukan semangat gotong royong masyarakat di desa ini sangat tinggi.

Satu Gerakan, Warga Desa Kuripan Lawan Penyebaran Covid-19

Warga Desa Kuripan kian konsisten menerapkan protokol kesehatan. Apalagi setelah berhasil menyabet juara pertama untuk tingkat kabupaten di lomba Kampung Sehat. Sederet inovasi pun telah disiapkan Desa Kuripan.

Simulasi KBM Tatap Muka SMA Sederajat di NTB Pekan Kedua Dimulai

Simulasi KBM tatap muka untuk SMA sederajat di NTB memasuki pekan kedua. ”Sambil kami tetap memantau perkembangan penyebaran Pandemi Virus Korona,” kata Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan, pada Lombok Post, Minggu (20/9/2020).  

Mendikbud Pastikan Wacana Penghapusan Mapel Sejarah Hoaks

”Tidak ada sama sekali kebijakan regulasi atau perencanaan penghapusan mata pelajaran sejarah di kurikulum nasional,” tegas dia.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.
Enable Notifications    Ok No thanks