alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Isu Korona : Di Mataram, Masker dan Hand Sanitizer Mulai Langka

ENTAH kemana masker dan hand sanitizer di Kota Mataram. Hingga kemarin, dua jenis barang ini sangat sulit ditemukan.

”Kalau masker ada tapi stoknya terbatas,” kata Dini, Karyawan Apotek Kimia Farma Catur pada Lombok Post, kemarin (5/3).

Dijelaskan, stok tersebut pun dibatasi kalau dijual kepada orang-orang umum. Minimal satu orang hanya bisa membeli dua masker yang harganya Rp 2 ribu per masker. ”Ini untuk memenuhi permintaan,” katanya.

Sudah hampir dua bulan kata dia, masker kurang stok. Permintaan juga meningkat belakangan. ”Yang cari masker sudah dari awal tahun lalu,” ujarnya.

Hal yang sama juga dikatakan Pegawai Apotek Fito Farma Iril. Stok masker di tempatnya limit. Kalau pun ada, harga jualnya per kotak Rp 150 ribu sampai Rp 300 ribu. ”Normal satu kotak harganya kurang dari Rp 50 ribu,” terangnya.

Ia mengatakan barang yang datang memang berkurang sudah lama. Jadi memang apotek tidak bisa menyediakan permintaan orang-orang dalam beberapa waktu ini. ”Terakhir di sini jual beberapa hari lalu tapi sudah habis,” katanya.

Beberapa apotek besar di jalan utama, masih menyediakan masker. Namun harga masker itu Rp 10 ribu untuk tiga lembar. Sedangkan beberapa apotek yang lebih kecil, sudah kehabisan stok. Bahkan memasang tulisan di bagian depan kalau masker dan hand sanitizer habis.

Tidak hanya di apotek, beberapa toko ritel modern yang didatangi Lombok Post kemarin juga mengonfirmasi tidak ada stok untuk pembersih tangan tersebut.

Sementara di sisi lain, keterbatasan masker telah berdampak pada pemakaian masker untuk tenaga medis di tempat layanan kesehatan. Sejumlah rumah sakit kemarin bahkan telah mulai melakukan pembatasan bagi petugas medisnya. Satu masker untuk dipakai tiga hari. ”Stok benar-benar limit,” kata Ita Riani, salah seorang petugas medis sebuah rumah sakit pada Lombok Post.

Ia mengatakan, ada rekan-rekannya menyimpan masker yang sudah digunakan agar besoknya dapat digunakan lagi. Tapi kalau maskernya sudah tidak memungkinkan digunakan kembali, seperti kotor dan sejenisnya, baru bisa diganti tanpa menunggu tiga hari.

 

Rugikan Pasien

 

Sementara itu, secara nasional, panic buying pasca pengumuman coronavirus disease 2019 (Covid-19) berdampak pada banyak aspek. Misalnya, masker dipasaran sulit ditemui. Kalaupun ada, harganya melejit. Yang dirugikan adalah mereka yang sakit dan harus menggunakan masker.

Kelangkaan masker menjadi keluhan. Toko ritel dan apotik banyak yang kehabisan masker. Jawa Pos kemudian melihat beberapa toko online. Masker tersedia, namun harganya rata-rata di atas Rp 100.000 perkotak.

Dampak kelangkaan masker itu tidak hanya dirasakan bagi mereka yang sehat. Namun juga orang yang sakit. Ketua Umum Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) Tony Samosir mendesak agar pemerintah lebih serius menangani persoalan masker yang langka. ”Ada tidak ada wabah virus corona, kami penyintas gagal ginjal khususnya yang menggunakan terapi cuci darah lewat perut dan transplantasi ginjal sangat memerlukan masker,” tuturnya.

Kebutuhan masker ini untuk menjaga kesehatan penyintas gagal ginjal. Setiap harinya satu orang pasien cuci darah lewat perut dan transplan ginjal, bisa menggunakan sekitar lima masker. ”Bila prosedur ini kami langgar akan berakibat rentan terkena infeksi oleh bakteri atau virus apapun,” ungkapnya. Tony merupakan salah satu pasien gagal ginjal yang sudah transplantasi.

Dia menceritakan, masker tersebut digunakan saat keperluan cuci darah. Misalnya ketika memasukan cairan dialisis ke rongga perut lewat kateter dan mengeluarkan cairan hasil proses dialisis. ”Begitu juga pasien transplantasi ginjal, mereka ini sangat rendah daya tahan tubuhnya. Sangat mudah tertular penyakit infeksius” jelasnya.

Tony membeberkan banyak anggota KPCDI sekarang harus mengeluarkan uang lebih untuk membeli masker. Semula masker bisa dibeli dengan harga Rp 5 ribu per hari menjadi 10 kali lipat harganya bahkan lebih. “Dulu kami beli masker di harga 20 ribu per box. Sekarang mencapai ratusan ribu rupiah,” tuturnya.

Dia berharap para penegak hukum melakukan razia terhadap penimbun masker. Meminta pemerintah menjamin peningkatkan produksi masker dan mengatur harga agar tetap  stabil.

”Kami juga mendesak khususnya kepada Kementerian Kesehatan dan dinas kesehatan provinsi dan kota agar membagikan masker secara gratis kepada para penderita penyakit kronis dan berkebutuhan khusus,” ungkap Tony. Edukasi penggunaan masker menurutnya juga perlu dilakukan. Mengingat banyak masyarakat yang salah mengartikan penggunaan masker.

Kelangkaan masker serta harga tinggi yang dipatok pedagang sudah disikapi oleh pemerintah. Baik level pusat maupun daerah. Mereka sama-sama turun ke toko-toko penjual masker untuk memastikan. Bahkan, presiden juga memberi atensi. Kemarin, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mohammad Mahfud MD menegaskan kembali, penimbunan masker untuk meraup untung merupakan pelanggaran hukum.

Apalagi jika masker tersebut dijual dengan harga tinggi. Pemerintah tidak membiarkan itu. ”Tentu itu akan ditindak,” tegasnya. Menurut Mahfud, itu bisa mengacaukan peredaran masker. Juga akan memberatkan masyarakat yang membutuhkan. ”Bisa melanggar hukum ekonomi, bisa macam-macam,” kata dia. Mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu memastikan, Polri tidak tinggal diam dan bakal menindak.

Menurut Mahfud, saat ini Polri tengah bekerja. Dia memastikan mereka melaksanakan tugas secara proporsional. Kabagpenum Divhumas Polri Kombes Asep Adi Saputra menyampaikan bahwa saat ini instansinya cukup intens memantau ketersedian masker. Selain itu, hand sanitizer juga turut dipantau. Tim dari seluruh jajaran Polri juga sudah bergerak. ”Kami tindak lanjuti,” kata dia. (nur/JPG/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks