alexametrics
Senin, 28 September 2020
Senin, 28 September 2020

Terapkan Pola Hidup Sehat untuk Cegah Stunting Sekaligus Penyebaran Pandemi Covid-19

MATARAM– Pemerintah sudah jauh-jauh hari mengampanyekan agar masyarakat menerapkan pola hidup sehat untuk mencegah Stunting.  Kampanye ini menjadi selaras dengan mewabahnya Virus COVID-19.

Pemerintah melakukan gerakan sosial  3P (pahami, peduli, dan partisipasi), untuk memberdayakan masyarakat dalam menanggulangi stunting. Gerakan sosial ini memberdayakan masyarakat untuk “Peduli”, mulai peduli lingkungan sekitar hingga melihat kondisi balita di keluarga atau lingkungan sekitar. Kedua, “Pahami” carilah informasi sebanyak mungkin, melalui media apa pun tentang stunting atau kekurangan gizi kronik ini. Terakhir, “Berpartisipasi”, berikan informasi yang benar kepada keluarga dan mereka.

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah mengungkapkan, kampanye pencegahan stunting, dengan menerapkan pola hidup sehat, itu sejalan dengan upaya mencegah wabah Covid-19 di NTB. Untuk itu, Gubernur NTB mengimbau agar masyarakat menerapkan pola hidup sehat.

“Terapkan pola hidup bersih,  lingkungan bersih, dan komsumsi makanan bergizi,” ujarnya, Selasa (5/5)

Zulkieflimansyah mengaku sejak lama telah menjalankan gerakan 3P dalam rangka pencegahan stunting di Provinsi NTB. Imbauan  menerapkan pola hidup sehat ini dilakukan, terutama bagi jajaran ASN lingkup Pemprov NTB, termasuk kampanye stunting. Sebab, NTB termasuk daerah yang tinggi angka penderita stunting. Apalagi dengan kondisi saat ini menghadapi pandemi Covid-19. Penerapan pola hidup sehat sangat penting agar masyarakat terhindar dari Covid-19 dan memutus rantai penyebaran Covid-19.

“Lewat ini (Gerakan 3P) berangkat dari ASN, membudaya kepada masyarakat. Hal itu agar masyarakat memiliki pemahaman yang benar, tumbuh kepedulian, dan terdorong berperan menjadi pelopor untuk memutus penularan virus Covid-19,” ujar Gubernur NTB.

Total kasus korona di NTB menjadi 289 orang.  Rinciannya, 55 orang sudah sembuh, 5 meninggal dunia, serta 239 orang masih dirawat dan dalam keadaan baik. Masuknya pandemi Covid-19 di Indonesia sejak awal Maret lalu itu membuat perubahan di tengah masyarakat, mulai menjaga kebersihan hingga rajin mencuci tangan. Apalagi, saat virus berbahaya ini masuk ke NTB, physical distancing serta protokol kesehatan lebih dimaksimalkan.

Gubernur berharap tokoh masyarakat turut berpartisipasi mengajak masyarakat agar menerapkan pola hidup sehat dan mengonsumsi makanan yang bergizi. Hal itu dilakukan agar dalam jangka pendeknya mencegah penyebaran Covid-19 dan jangka panjangnya mengentaskan stunting.

Saat dihubungi melalui sambungan telepon, Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Prof. Dr. Widodo Muktiyo mengamini pernyataan Gubernur NTB terkait kampanye pemerintah tentang penerapan pola hidup sehat di masyarakat, yang selaras dengan upaya pencegahan penyebaran pandemi Covid-19 dewasa ini.

“Saya sepakat bahwa kampanye untuk menerapkan pola hidup sehat yang kami kampanyekan dalam rangka pencegahan stunting selaras dengan upaya kita bersama untuk mencegah penyebaran Covid-19,” tandas Widodo.

Widodo mencontohkan kampanye untuk mencuci tangan yang dilakukan pemerintah dalam rangka pencegahan stunting. Hal itu selaras dengan penyebaran Covid-19, yang dapat dihambat lewat kebiasaan mencuci tangan.

“Contoh sederhana, yakni kebiasaan mencuci tangan. Jauh-jauh hari, kami telah melakukan sosialisasi dalam rangka kampanye pencegahan stunting. Nyatanya, ini (cuci tangan) juga dapat menjadi salah satu upaya penghambat penyebaran Covid-19 karena kebanyakan penularan Covid melalui perantara tangan,” papar Widodo.

Widodo menekankan pentingnya untuk mengedukasi masyarakat saat ini untuk memahami dan mencegah penyebaran Covid-19. Hal itu sekaligus pencegahan stunting  secara bersamaan, dengan cara penerapan pola hidup sehat.

“Stunting ini gagal tumbuh pada balita karena kekurangan gizi kronis dalam kurun waktu yang lama. Salah satu faktor penyebabnya, yakni pola hidup yang tidak sehat. Covid-19 merupakan virus yang menyebabkan infeksi kronis saluran pernapasan. Kedua hal ini dapat kita cegah bersama dengan menerapkan pola hidup sehat,” tuturnya.

“Karena itu, masyarakat harus menerapkan pola hidup sehat agar jangka pendeknya dapat mencegah penyebaran Virus Covid-19 dan jangka panjangnya mencegah stunting,” tandasnya. (advertorial/tan)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Proyek Pembangunan Dermaga Senggigi Tak Jelas

Dermaga Senggigi berpotensi mangkrak lebih lama. Meski Dinas Perhubungan (Dishub) Lombok Barat (Lobar) tetap mengupayakan kelanjutan pembangunannya. ”Mau tidak mau harus kita lanjutkan. Itu kewajiban kita,” kata Kadishub Lobar HM Najib.

Distribusi Bantuan Beras Lelet, Dewan Minta Pemprov NTB Ambil Alih

”Pemda harus secepatnya koordinasi ke pusat, kalau ada kemungkinan ambil alih, take over secepatnya, kasihan masyarakat,” tegas Anggota Komisi V DPRD NTB Akhdiansyah, Minggu (27/9/2020).

Kantongi Persetujuan Mendagri, Pjs Bupati Boleh Lakukan Mutasi

”Bisa (rombak) tetapi ada kendali di situ yakni rekom KASN. Pejabat definitif saja harus ada rekom KASN,” katanya.

Akhir September, Tren Konsumsi BBM dan LPG di NTB Meningkat

”Jumlah ini meningkat dibandingkan Bulan Mei 2020, ketika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilaksanakan di berbagai daerah,” kata Unit Manager Communication, Relations, & CSR MOR V Jatimbalinus Rustam Aji, Jumat (25/9/2020) lalu.

LEM Hadirkan Baby Crab dan Gelar Plants Exhibition

Kami terus menghadirkan apa pun yang menjadi kebutuhan dan keinginan konsumen. Terpenting bisa menghibur mereka selama masa pandemi ini,” imbuh Eva.

Soal Kuota Gratis, Sekolah di Mataram Masih Validasi Data

”Verval ini kita lakukan  secara bertahap juga, setiap hari ada saja yang divalidasi,” jelas Suherman.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks