alexametrics
Rabu, 12 Agustus 2020
Rabu, 12 Agustus 2020

239 Ilmuwan Dunia Sebut Korona Menular via Udara

BADAN Kesehatan Dunia alias WHO terkesan sangat berhati-hati menyikapi pandemi Covid-19. Pembaruan rekomendasi terkait dengan wabah global yang menjangkiti hampir seluruh negara di dunia itu juga lamban. Padahal, fakta baru terus bermunculan dari berbagai penelitian.

’’Sejak 1946, sudah diketahui bahwa aktivitas berbicara dan batuk menciptakan aerosol,’’ kata Linsey Marr, pakar penularan virus lewat udara, kepada The New York Times kemarin (5/7).

Aerosol merupakan partikel cair atau padat yang terperangkap partikel gas di udara. Ilmuwan yang tercatat sebagai pakar kesehatan pada Virginia Tech itu menyatakan bahwa dirinya dan rekan-rekannya telah berkirim surat terbuka ke WHO.

Rencananya, surat terbuka yang diteken 239 ilmuwan dari 32 negara itu juga akan dipublikasikan dalam jurnal ilmiah pekan depan. Marr berharap masukan tersebut bisa membuat WHO segera mengubah rekomendasinya terkait dengan persebaran virus SARS-CoV-2. Salah satu yang terpenting adalah kewajiban memakai masker di dalam ruangan. Termasuk ruangan yang tertutup rapat.

Di dalam ruang tertutup dengan ventilasi buruk, virus bisa terperangkap dan menginfeksi orang-orang di dalamnya. Karena itu, masker wajib dipakai di dalam ruangan meski orang-orang di dalamnya menerapkan penjarakan fisik.

Dalam surat tersebut, Marr juga menegaskan bahwa para tenaga kesehatan yang menangani pasien Korona juga wajib memakai masker N-95. Sistem ventilasi di sekolah, rumah jompo, permukiman penduduk, dan tempat usaha juga harus bagus.

Jika perlu, ditambahkan filter udara yang berkualitas. Itu dilakukan agar sirkulasi di ruang tertutup tetap bagus. Para ilmuwan tersebut juga menyarankan penggunaan sinar ultraviolet untuk membunuh partikel virus di udara.

Surat terbuka tentang virus Korona yang bisa menular lewat udara itu bukanlah yang pertama. Pada awal April, 36 pakar kualitas udara dan aerosol sudah mendesak WHO mempertimbangkan pencegahan penularan virus lewat udara. Sebab, cukup banyak bukti yang mendukung temuan itu.

WHO akhirnya menggelar diskusi dengan menghadirkan banyak pakar. Tetapi, hasil diskusi cenderung menekankan pada pentingnya mencuci tangan. Pendapat tentang virus yang bisa menularkan penyakit lewat udara tidak dibahas secara serius.

Akibatnya, tidak ada rekomendasi WHO tentang pencegahan penularan lewat udara. WHO meyakini penularan Korona terbanyak adalah lewat droplet besar dari orang yang batuk dan bersin. Droplet semacam itu bisa dengan cepat jatuh ke lantai atau permukaan benda dan tidak mengambang di udara.

Ada kekhawatiran bahwa WHO tidak sigap menyikapi pandemi korona karena ada kepentingan politik yang menunggangi. Pertentangan Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok

sedikit banyak disebut-sebut memengaruhi kebijakan WHO. Sampai sekarang pun, WHO tetap memutuskan bahwa upaya paling ampuh untuk mencegah korona adalah mencuci tangan dengan sabun.

Pemimpin Teknis Kontrol Infeksi WHO Dr Benedetta Allegranzi mengakui, ada desakan kuat dalam beberapa bulan terakhir untuk mempertimbangkan kemungkinan penularan lewat udara.

’’Tapi, itu tidak didukung bukti yang kuat dan nyata,’’ jelasnya.

Terpisah, WHO menegaskan bahwa mereka tidak lagi menggunakan obat malaria hydroxychloroquine dan kombinasi obat HIV lopinavir/ritonavir untuk pasien Covid-19. Sebab, obat-obatan tersebut ternyata tidak mampu mencegah kematian. (sha/c20/hep/JPG/r6)

 

Saran Para Ilmuan Dunia

  • WHO diminta mengubah rekomendasinya terkait dengan persebaran virus SARS-CoV-2.
  • Salah satu yang terpenting adalah kewajiban memakai masker di dalam ruangan. Termasuk ruangan yang tertutup rapat.
  • Tenaga kesehatan yang menangani pasien Covid-19 wajib memakai masker N-95.
  • Sistem ventilasi di sekolah, rumah jompo, permukiman penduduk, dan tempat usaha juga harus bagus
  • Jika perlu, ditambahkan filter udara yang berkualitas agar sirkulasi di ruang tertutup tetap bagus.
  • WHO diminta merekomendasikan penggunaan sinar ultraviolet untuk membunuh partikel virus di udara.

 

Sumber: Diolah Lombok Post

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Lawan Korona di Lombok tengah Lockdown Dusun Tetap Jadi Pilihan

Pencegahan penularan covid-19 di Lombok Tengah terus dilakukan pemkab. “Harapannya, jangan ada lagi yang positif,” kata sekretaris gugus tugas Covid-19 Murdi pada Lombok Post, Senin (10/8).

Kabar Baik, Pemerintah Izinkan Pengiriman TKI ke Luar Negeri

Pemerintah telah membuka peluang kerja bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) alias Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Hanya saja, rekrutmen terbatas pada tenaga kerja terlatih sektor formal.

Tempat Hiburan di Lobar Tak Patuh Cegah Korona, Dewan : Segel Saja!

DPRD Lombok Barat (Lobar) memberi atensi penerapan protokol pencegahan covid. Terutama untuk tempat hiburan malam. ”Kami support penegak hukum dan pemerintah. Kalau ada yang membandel, segel saja,” kata Ketua Fraksi Demokrat DPRD Lobar Indra Jaya Usman, Senin (10/8).

Pasangan Makmur-Ahda Tersandera SK PKB

MATARAM--Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) HL Makmur Said-H Badruttamam Ahda tersandera SK dukungan dari PKB. Tanpa PKB, pasangan ini kemungkinan besar tak bisa bertarung di Pilkada Kota Mataram.

FK Unram Prediksi Puncak Penularan Korona di NTB Bulan Ini

Peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Mataram sempat memprediksi Bulan Agustus ini menjadi puncak pandemi Covid-19. Namun, trend Covid-19 justru perlahan menurun.

Bantu Siswa Belajar, Masjid Al-Falah Monjok Siapkan Internet Gratis

Inovasi Takmir Masjid Al-Falah Kelurahan Monjok patut ditiru. Terutama oleh takmir masjid di Kota Mataram. Karena, mereka menyiapkan internet gratis bagi siswa dan mahasiswa yang saat ini sedang menerapkan metode belajar dalam jaringan (daring).

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Cucu Bupati Pertama Loteng Siap Mengabdi untuk Lombok Tengah

Menjadi satu-satu sosok perempuan, Hj Lale Prayatni percaya diri maju menjadi calon bupati Lombok Tengah. Birokrat perempuan ini ingin membawa perubahan bagi Lombok Tengah ke arah lebih baik. ”Saya terpanggil untuk mengabdi di kampung halaman saya,” kata Hj Lale Prayatni, Minggu (9/8).

Digerebek Polisi, Doyok dan Tutik Gagal Nyabu di Karang Bagu

Terduga pengedar sabu berinisial H alias Doyok ditangkap tim khusus (Timsus) Ditresnarkoba Polda NTB. Dia diringkus bersama seorang perempuan berinisial HT alias Tutik, Jumat sore (7/8) lalu.

Lale Sileng Pilih Yusuf Saleh Sebagai Wakil di Pilbup Loteng

Lale Prayatni memutuskan untuk menggandeng HM Yusuf Saleh. “Ya,” kata Lale singkat saat dihubungi, Minggu (9/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks