alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Pertama Sejak 1998, Ekonomi RI Kembali Minus, Resesi Sudah Dekat

JAKARTA–Usai dua dekade berlalu, kini sejarah kelam pertumbuhan ekonomi minus kembali terulang. Badan Pusat Statistik (BPS) kemarin (5/8) melaporkan pertumbuhan ekonomi RI kuartal II 2020 tercatat -5,32 persen.

Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan, pertumbuhan ekonomi minus tersebut merupakan yang terendah sejak momen krisis moneter pada medio 1998-1999 silam. ‘’Pertumbuhan kuartal ini kalau dilacak terendah sejak kuartal I 1999 waktu krisis ekonomi. Saat itu pertumbuhan kontraksi sebesar 6,13 persen,’’ ujarnya di Jakarta, kemarin (5/8).

Sejarah mencatat, krisis ekonomi dua dekade silam membawa pertumbuhan ekonomi RI berada di titik terendah sepanjang sejarah yakni -13,13 persen pada 1998. Masa-masa suram itu mulai terasa sejak krisis moneter 1997.

Padahal, pada 1996, ekonomi RI masih mampu tumbuh 7,8 persen, namun setahun berselang ekonomi hanya tumbuh 4,7 persen. Tren pemburukan itu puncaknya terjadi pada 1998 yang membuat ekonomi kala itu terjun bebas ke -13,13 persen.

Dilihat dari data yang ada, ekonomi RI mulai bisa berada di kisaran 5 persen pada 2004 lalu. Hingga puncaknya pada 2007, pertumbuhan ekonomi RI pernah ada di level 6,35 persen. Booming harga komoditas yang saat itu menjadi primadona membuat ekonomi domestik melejit.

Namun, usaha perbaikan ekonomi yang terus dilakukan pemerintah dan seluruh pihak harus pupus sejak pandemi Covid-19 muncul. Tak hanya Indonesia, seluruh dunia pun mengalami tekanan akibat badai pandemi. ‘’Kontraksi kita cukup dalam. Kemarin pertumbuhan ekonomi di kuartal I 2020 sudah tumbuh melambat. Ini dampak pandemi Covid-19 yang luar biasa buruknya,’’ tutur Suhariyanto.

Rendahnya pertumbuhan ekonomi kuartal II 2020 itu dipicu berbagai kontraksi hampir di seluruh komponen. Mulai dari konsumsi rumah tangga, Pembentukan Modal tetap Bruto (PMTB) atau indikator investasi, ekspor-impor, hingga konsumsi pemerintah juga seluruhnya mencatat rapor merah.

Adapun sektor transportasi dan pergudangan jatuh paling dalam pada kuartal II 2020. ‘’Moda transportasi yang paling terpukul angkutan udara, kontraksi 80,23 persen, kemudian diikuti angkutan rel 63,75 persen. Kontraksi terjadi pada semua moda transportasi,’’ imbuhnya.

Namun, Suhariyanto tetap optimis kondisi ke depan akan berlangsung membaik. Terlebih, relaksasi PSBB pada Juni mulai membuat denyut ekonomi kembali terasa. Dia juga mengimbau seluruh pihak tetap membangun optimisme untuk kondisi ekonomi ke depan. ‘’Meskipun masih jauh dari total. Jadi triwulan ketiga, harus menggandeng tangan sehingga geliat ekonomi bergerak,’’ jelasnya.

Terpisah, Sekertaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso memandang, dinamika yang terjadi akibat pandemi memang membuat kondisi ekonomi sulit diramal. Namun, meski begitu, pemerintah tak pernah kendor memasang target. ‘’Arahan Pak Presiden tadi, secara tegas, kita diminta mencegah resesi. Kuartal III sebisa mungkin tidak minus growth atau negatif,’’ jelasnya, kemarin.

Pada kesempatan lain, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menampik anggapan bahwa RI saat ini mengalami resesi. Dia menjelaskan, dari indikator yang ada, kondisi saat ini belum bisa disebut sebagai resesi teknikal.

‘’Kalau dilihat secara year on year (yoy), belum (resesi teknikal). Karena ini pertama kali Indonesia mengalami kontraksi. Yang disebutkan tadi pertumbuhan quarter-to-quarter biasanya yang dilihat resesi adalah secara yoy dua kuartal berturut-turut,’’ jelasnya.

Mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu melanjutkan, ekonomi bisa pulih bertahap, terutama pada kuartal III dan IV 2020. Pada kuatal III 2020, Ani memproyeksi ekonomi berada di level 0 persen dan 0,5 persen.

Meski mengakui tak mudah, namun optimisme itu diharapkan berlanjut pada kuartal IV. ‘’Kuartal IV diharapkan bisa meningkat. Bisa mendekati 3 persen dan kalau terjadi keseluruhan pertumbuhan ekonomi 2020 diharapkan akan tetap terjaga pada zona positif, minimal 0 persen hingga 1 persen,’’ tutur Ani.

Ke depan, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto berharap, Pilkada 2020 bisa menjadi stimulus yang membuat ekonomi bangkit. Menurut dia, akan ada lebih dari Rp 20 triliun yang beredar selama Pilkada berlangsung.

Perputaran uang dalam jumlah jumbo itu diharapkan bisa meningkatkan konsumsi. Apalagi, para calon yang akan berlaga dalam Pilkada tentu akan mengkampanyekan protokol kesehatan yang harapannya juga bisa berpengaruh pada konsumsi.

‘’Dana yang beredar untuk Pemilukada sekitar untuk penyelenggaraan Rp 24 triliun. Dan mungkin dana dikeluarkan para calon bupati, wali kota, gubernur itu bisa minimal Rp 10 triliun sendiri, sehingga saat pilkada kemungkinan Rp 34-35 triliun,’’ urainya.

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara menilai, pemerintah tidak responsif menanggapi kondisi pandemi dan resesi ekonomi. Dia melihat pertumbuhan ekonomi triwulan kedua cukup aneh. ”Masa pertumbuhan belanja pemerintah bisa lebih rendah daripada pertumbuhan konsumsi rumah tangga. Sampai -6,9 persen,” ujar Bhima kepada Jawa Pos, kemarin.

Menurut dia, itu merupakan salah satu penyebab Indonesia dipastikan akan masuk jurang  resesi di triwulan ketiga. ”Jadi pasti masuk,” tegasnya. Karena belanja pemerintah tidak bisa diandalkan sebagai motor utama untuk mendorong pemulihan ekonomi. Itu catatan yang cukup serius.

Bhima justru bertanya-tanya mengenai alasan pemerintah menahan belanja tersebut. Yang seharusnya segera dicairkan di saat genting seperti sekarang. ”Apakah ada masalah birokrasi atau ada masalah ego sektoral atau ada masalah memang ini kompetensi dari pejabatnya? ” celetuknya.

Pemerintah harus merombak total stimulusnya. Khususnya, stimulus di bidang UMKM. Tidak bisa menggunakan skema relaksasi kredit. Sudah tidak terlalu efektif.

Pemerintah, kata Bhima, harus memberikan hibah modal kerja, subsidi internet yang gratis bagi UMKM untuk masuk ke digital. Kemudian, memberikan semacam insentif untuk bisa memberlakukan protokol kesehatan lebih baik.

”Jadi konsumen juga percaya untuk membeli barang di UMKM,” jelas alumnus Universitas Gadjah Mada itu.

Hasil pertumbuhan ekonomi triwulan II juga membuktikan bahwa stimulus stimulus perpajakan tidak efektif. Akan efektif ketika stimulus perpajakan diubah ke dalam bantuan sosial. Sehingga langsung berdampak kepada penyelamatan masyarakat yang rentan miskin maupun yang miskin. Karena bantuan itu langsung dibelanjakan oleh masyarakat.

”Nyatanya meski stimulus pajak korporasi yang mencapai 24 persen dari total stimulus, tapi PHK terus jalan. ini jadi salah satu catatan ya jadi menjaga daya beli fokus pemulihan UMKM dan mengoreksi stimulus yang tidak efektif,” tandasnya.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso menyampaikan, PSBB yang masif dilakukan April hingga Juni cukup menekan intermediasi perbankan. Namun, Wimboh menyebut fase survival telah dilalui dengan baik. Sementara saat ini sedang mamasuki fase recovery. Dia berkomitmen bersama industri jasa keuangan untuk siap mendorong percepatan PEN dengan mengoptimalkan berbagai kebijakan. “Sehingga bisa menjadi katalis  dalam  menggerakkan  roda perekonomian,” imbuhnya.

Hingga kini, kondisi likuiditas perbankan masih terjaga, bahkan cenderung meningkat. OJK mencatat, rasio aset likuid terhadap non core deposit (AL/NCD) per 28 Juli menguat ke level 130,53 persen dari 112,90 persen pada triwulan sebelumnya. Sementara aset likuid terhadap dana pihak ketiga (AL/DPK) ikut naik di posisi 27,74 persen.

“Likuiditas tersebut masih jauh di atas threshold-nya, masing-masing 50 persen dan 10 persen,” ujar mantan Direktur Direktorat Pengaturan Perbankan Bank Indonesia (BI) itu.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia Shinta Widjaja Kamdani mengatakan bahwa selalu ada peluang rebound untuk negara yang mengalami kontraksi pertumbuhan ekonomi seperti Indonesia saat ini. Namun menurut Shinta, rebound sangat tergantung pada stimulus pemerintah dan kemampuan permodalan dalam negeri. ”Dari sisi kebijakan, stimulus kita sudah baik dan sudah tepat, tetapi sejauh ini belum efektif untuk mendongkrak kinerja sektor riil karena distribusinya lambat,” ujar Shinta, kemarin (5/8).

Shinta menambahkan bahwa saat ini banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan dan pendapatan. Di sisi lain, pelaku usaha juga kekurangan cashflow dan modal untuk tetap beroperasi. ”Di kuartal ketiga yang akan datang, upaya peningkatan daya beli masyarakat dan penciptaan demand sangat dibutuhkan,” tambahnya.

Di sisi lain, lanjut Shinta, reformasi kebijakan ekonomi khususnya kebijakan-kebijakan yang mempengaruhi perbaikan iklim usaha dan investasi harus terus dilaksanakan dan direalisasikan. Hal tersebut diharapkan akan membantu peningkatan kinerja sektor riil sehingga tidak bertumpu pada satu jalan yakni pemberian stimulus. ”Kalau tidak diperbaiki, rebound ekonomi menjadi tidak solid karena mudah terganggu faktor eksternal,” terang Shinta.

Terakhir namun tak kalah penting, sambung Shinta, pemerintah perlu memberikan confidence kepada masyarakat bahwa penanggulangan pandemi Corona di atasi dengan baik. ”Dua sisi yang harus jalan seiring, yaitu perbaikan ekonomi dan penanggulangan kesehatan. Penangangan yang baik akan membuat masyarakat confident kembali berbelanja,” pungkasnya.

Di lain pihak, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan Kasan mengungkapkan sejumlah langkah yang dilakukan untuk mendorong kembali gairah sektor usaha di dalam negeri. Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat membantu pemulihan ekonomi agar Indonesia tak masuk ke dalam jurang resesi.

Dalam strategi jangka pendek, Kemendag memprioritaskan produk yang tumbuh positif selama pandemi, produk yang kembali pulih pasca pandemi dan produk baru yang muncul akibat pandemi. ”Kami juga melakukan pendekatan pasar dengan memfokuskan negara yang kondisi penanganan pandeminya sudah pulih, seperti Australia dan Selandia Baru,” ujar Kasan.

Sementara, untuk strategi pengembangan ekspor jangka panjang, Kemendag tengah mengkaji produk yang memiliki kekuatan pasar di negara akreditasi para perwakilan perdagangan dan mengklasifikasikannya dalam tiga kategori. ”Ada kategori produk yang memiliki market power di negara tujuan, kategori produk yang memiliki tren meningkat dalam lima tahun terakhir dan produk yang memiliki tren penurunan ekspor dalam lima tahun terakhir,” tutupnya. (dee/agf/han/JPG/r6)

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 1998-2020

 

TAHUN 1998

-13,13 persen

TAHUN 1999

0,79 persen

TAHUN 2000

4,92 persen

TAHUN 2001

3,64 persen

TAHUN 2002

4,5 persen

TAHUN 2003

4,78 persen

TAHUN 2004

5,03 persen

TAHUN 2005

5,69 persen

TAHUN 2006

5,5 persen

TAHUN 2007

6,35 persen

TAHUN 2008

6,01 persen

TAHUN 2009

4,63 persen

TAHUN 2010

6,22 persen

TAHUN 2011

6,17 persen

TAHUN 2012

6,03 persen

TAHUN 2013

5,56 persen

TAHUN 2014

5,02 persen

TAHUN 2015

4,79 persen

TAHUN 2016

5,02 persen

TAHUN 2017

5,07 persen

TAHUN 2018

5,06 persen

TAHUN 2019

5,02 persen

KUARTAL II 2020

-5,32 persen

Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)

 

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Simulasi KBM Tatap Muka SMA Sederajat di NTB Pekan Kedua Dimulai

Simulasi KBM tatap muka untuk SMA sederajat di NTB memasuki pekan kedua. ”Sambil kami tetap memantau perkembangan penyebaran Pandemi Virus Korona,” kata Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan, pada Lombok Post, Minggu (20/9/2020).  

Mendikbud Pastikan Wacana Penghapusan Mapel Sejarah Hoaks

”Tidak ada sama sekali kebijakan regulasi atau perencanaan penghapusan mata pelajaran sejarah di kurikulum nasional,” tegas dia.

HARUM Goda Pemilih Millenial Lewat Lomba Film Pendek dan E-Sport

Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mencoba menggoda pemilih milenial. Caranya, dengan menggelar film pendek dan e-sport. "Orang yang menggeluti dunia film tidak banyak. Bagi sebagian orang ini ekslusif. Prosesnya panjang," kata Mohan Sabtu malam (19/9) lalu.

Cerita Shaina Babheer saat Memerankan Sosok Kikin dalam film MOHAN

Shaina Azizah Putri dipilih untuk memerankan sosok Kikin Roliskana dalam film pendek berjudul "Mohan". Ini menjadi tantangan baru bagi dara yang sudah membintangi beberapa sinetron dan FTV nasional ini.

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.
Enable Notifications    Ok No thanks