Rabu, 8 Februari 2023
Rabu, 8 Februari 2023

Kabareskrim Ragukan Istri Ferdy Sambo Selingkuh dengan Kuat Ma’ruf

JAKARTA-Belakangan muncul dugaan istri Irjen Pol Ferdy Sambo, Putri Chandrawathi selingkuh dengan sopirnya Kuat Ma’ruf. Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J disebut memergoki perselingkuhan ini, kemudian Brigadir J difitnah telah melakukan pelecehan seksual kepada Putri hingga akhirnya dibunuh.

Terkait hal ini, Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto meragukan adanya perselingkuhan antara Kuat dan Putri. Mengingat Kuat baru kembali bekerja setelah terjadinya pandemi Covid-19.

“Kalau isu dengan Kuat kok jauh ya, karena Kuat baru seminggu masuk setelah hampir 2 tahun karena pandemi Covid-19,” kata Agus saat dihubungi, Selasa (6/9).

Hal ini juga dikonfirmasi oleh para saksi lain. Oleh karena itu, penyidik hanya berfokus kepada alat bukti dalam mengungkap kasus ini.

“Apa pun yang dinarasikan bagi kami penyidik ya harus didukung alat bukti yang ada,” jelas Agus.

Baca Juga :  Hasil Tes Lie Detector Uji Kebohongan Istri Sambo Dirahasiakan

Sementara itu, pengacara Putri Chandrawathi, Arman Hanis memastikan isu perselingkuhan kliennya dengan Kuat Ma’ruf tidak benar. Isu tersebut hanya sebatas kabar bohong.

“Saya sampaikan bahwa isu tersebut tidak benar dan hoax,” kata Arman kepada JawaPos.com.

Diketahui, 5 orang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Mereka adalah Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E, Brigadir Kepala Ricky Rizal (RR), Irjen Pol Ferdy Sambo (FS), KM, dan yang terbaru adalah Putri Chandrawathi.

Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto mengatakan, masing-masing tersangka memiliki peran berbeda. Untuk eksekutor penembak adalah Bharada E.

“RE melakukan penembakan korban,” kata Agus di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (9/8).

Baca Juga :  Koordinasi dengan Pemda, Mendag Pastikan Distribusi Bahan Pokok Lancar

Kemudian RR dan KM berperan membantu serta menyaksikan penembakan. Terakhir Ferdy Sambo yang memerintahkan penembakan. “FS menyuruh melakukan dan menskenario, skenario seolah-olah tembak menembak,” jelas Agus.

Sedangkan Putri terekam CCTV berada di di lokasi dan ikut serta dalam proses pembunuhan berencana kepada Brigadir J. “(PC) mengikuti dan melakukan perencanaan pembunuhan Brigadir J,” kata Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 340 tentang Pembunuhan Berencana subsider Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan juncto Pasal 55 dan 56 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup atau selama-lamanya 20 tahun.Dan pemberhentian tidak dengan hormat sebagai anggota Polri. (JPG)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications OK No thanks