alexametrics
Rabu, 12 Agustus 2020
Rabu, 12 Agustus 2020

Tahun ini Tidak Ada Rekrutmen Paskibraka, HUT RI ke-75 Dilakukan Terbatas

JAKARTA–Pandemi Covid-19 membuat banyak rencana buyar. Termasuk di dalamnya peringatan HUT Kemerdekaan RI. tahun in harusnya perayaan dilakukan besar-besaran karena merupakan ulang tahun berlian alias ke-75. Namun, rencana-rencana yang disusun kandas. Peringatan hari kemerdekaan RI tahun ini akan serbaterbatas.

Sekretariat Presiden memastikan puncak peringatan hari kemerdekaan berupa upacara bendera tetap ada. Namun, dilakukan dalam format baru. Tidak ada lagi peserta dan undangan upacara karena semua dibatasi. ’’Jadi yang di istana itu adalah bapak presiden beserta ibu, pak wapres beserta ibu, dan seluruh pejabat yang hanya ada tugasnya,’’ terang Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono di lobi Sekretariat Negara Senin  (6/7).

Dalam arti, para petugas upacara seperti pembaca teks proklamasi yang biasanya dilakukan bergantian tiap tahun antara Ketua MPR, DPR, dan DPD. Atau pembaca doa yang biasanya dilakukan menteri Agama. Ditambah dengan Panglima TNI dan Kapolri. Merekalah yang akan hadir mengikuti upacara di halaman Istana Merdeka.

Kemudian, agenda inti upacara yakni pengibaran Bendera Merah Putih juga akan menggunakan format baru. Tidak ada lagi barisan yang terdiri dari tim 17, 8, dan 45. ’’Kami mengambil keputusan bahwa paskibra yang digunakan hanya tiga itu diambil plus cadangan satu,’’ lanjut Heru. Ketiganya adalah pasukan inti yang mengibarkan bendera setiap tahunnya.

Untuk itu, tahun ini Kemenpora tidak mengadakan seleksi paskibraka nasional. Pengibar bendera untuk upacara tahun ini diambil dari pasukan cadangan paskibraka 2019. Heru menegaskan, undangan tetap akan disebarkan seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun, itu adalah undangan untuk menyaksikan jalannya upacara dari kediaman masing-masing alias secara virtual. Masyarakat tidak akan diundang demi mematuhi protokol kesehatan yang masih melarang adanya kegiatan berkumpul.

Mensesneg Pratikno menjelaskan, pada prinsipnya upacara di Istana tetap dilangsungkan dalam kondisi terbatas. Namun, partisipasi masyarakat diharapkan tetap bisa maksimal melalui kehadiran secara virtual. ’’Bahkan juga kita mengenalkan sebuah tradisi baru,’’ terang Pratikno.

Tradisi baru itu akan dilakukan saat lagu kebangsaan Indonesia raya dikumandangkan. Semua masyarakat Indonesia di manapun berada diharapkan menghentikan kegiatannya sejenak. Kemudian berdiri tegak serta khidmat mengikuti kumandang lagu Indonesia raya saat upacara berlangsung.

Pratikno menuturkan, sebenarnya tidak lama setelah peresmian kabinet Indonesia maju sekitar November lalu, Presiden Joko Widodo memanggil dia dan menparekraf Wishnutama. Mereka diminta segera merancang perayaan HUT ke-75 kemerdekaan RIU secara besar-besaran. Melibatkan pula masyarakat internasional untuk menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara besar.

Belasan negara sudah menyatakan siap hadir dalam sebuah karnaval, namun pandemi Covid-19 memaksa pihaknya menyesuaikan dengan keadaan. ’’Termasuk karnaval internasional juga kita batalkan,’’ lanjut mantan rektor Universitas Gadjah Mada itu. perubahan lainnya, rangkaian perayaan dimulai sejak awal Juli, tidak lagi di awal Agustus.

Menparekraf Wishnutama memastikan kreativitas perayaan HUT ke-75 kemerdekaan RI tidak akan terhambat pandemi. Pihaknya akan merancang sedemikian rupa agar perayaan kali ini melibatkan berbagai kreasi dan inovasi. Agar memacu masyarakat lebih bersemangat menjadi lebih baik. ’’Justru lebih baik daripada sebelum Covid-19,’’ terangnya. Ragam kreativitas itu akan ditampilkan secara virtual sebelum upacara. Baik upacara pengibaran maupun penurunan bendera.

Sementara, untuk kebiasaan baru, tidak hanya sekadar berdiri saat kumandang lagu Indoensia raya. Pulik diharapkan juga ikut menyanyikannya. Yakni, pada 17 Agustus pukul 10.15. Pada pukul 10 akan ada sirine panjang, kemudian sesaat berikutnya ada sirine lagi sebagai penanda masyarakat bersiap berdiri untuk ikut emnyanyikan lagu kebangsaan Indonesia raya. (byu/JPG/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Lawan Korona di Lombok tengah Lockdown Dusun Tetap Jadi Pilihan

Pencegahan penularan covid-19 di Lombok Tengah terus dilakukan pemkab. “Harapannya, jangan ada lagi yang positif,” kata sekretaris gugus tugas Covid-19 Murdi pada Lombok Post, Senin (10/8).

Kabar Baik, Pemerintah Izinkan Pengiriman TKI ke Luar Negeri

Pemerintah telah membuka peluang kerja bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) alias Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Hanya saja, rekrutmen terbatas pada tenaga kerja terlatih sektor formal.

Tempat Hiburan di Lobar Tak Patuh Cegah Korona, Dewan : Segel Saja!

DPRD Lombok Barat (Lobar) memberi atensi penerapan protokol pencegahan covid. Terutama untuk tempat hiburan malam. ”Kami support penegak hukum dan pemerintah. Kalau ada yang membandel, segel saja,” kata Ketua Fraksi Demokrat DPRD Lobar Indra Jaya Usman, Senin (10/8).

Pasangan Makmur-Ahda Tersandera SK PKB

MATARAM--Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) HL Makmur Said-H Badruttamam Ahda tersandera SK dukungan dari PKB. Tanpa PKB, pasangan ini kemungkinan besar tak bisa bertarung di Pilkada Kota Mataram.

FK Unram Prediksi Puncak Penularan Korona di NTB Bulan Ini

Peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Mataram sempat memprediksi Bulan Agustus ini menjadi puncak pandemi Covid-19. Namun, trend Covid-19 justru perlahan menurun.

Bantu Siswa Belajar, Masjid Al-Falah Monjok Siapkan Internet Gratis

Inovasi Takmir Masjid Al-Falah Kelurahan Monjok patut ditiru. Terutama oleh takmir masjid di Kota Mataram. Karena, mereka menyiapkan internet gratis bagi siswa dan mahasiswa yang saat ini sedang menerapkan metode belajar dalam jaringan (daring).

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Cucu Bupati Pertama Loteng Siap Mengabdi untuk Lombok Tengah

Menjadi satu-satu sosok perempuan, Hj Lale Prayatni percaya diri maju menjadi calon bupati Lombok Tengah. Birokrat perempuan ini ingin membawa perubahan bagi Lombok Tengah ke arah lebih baik. ”Saya terpanggil untuk mengabdi di kampung halaman saya,” kata Hj Lale Prayatni, Minggu (9/8).

Digerebek Polisi, Doyok dan Tutik Gagal Nyabu di Karang Bagu

Terduga pengedar sabu berinisial H alias Doyok ditangkap tim khusus (Timsus) Ditresnarkoba Polda NTB. Dia diringkus bersama seorang perempuan berinisial HT alias Tutik, Jumat sore (7/8) lalu.

Lale Sileng Pilih Yusuf Saleh Sebagai Wakil di Pilbup Loteng

Lale Prayatni memutuskan untuk menggandeng HM Yusuf Saleh. “Ya,” kata Lale singkat saat dihubungi, Minggu (9/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks