alexametrics
Kamis, 24 September 2020
Kamis, 24 September 2020

Potensi Kebakaran Hutan di NTB Tinggi, DLHK Intensifkan Pengawasan

MATARAM-Potensi kebakaran hutan di musim kemarau sangat tinggi. Baik kebakaran yang disebabkan ulah manusia mapun kebakaran akibat cuaca ekstrem. ”Petugas KPH kami sekarang patroli 24 jam di lokasi yang selama ini sering terjadi kebakaran hutan,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, kemarin (6/8/2020).

Mereka juga bekerja sama dengan UPT Kementerian LHK di NTB untuk sama-sama mengawasi dan mencegah kebakaran. ”Kita punya satelit Lapan yang bisa diakses untuk mengetahui titik api atau hotspot di kawasan hutan,” ujarnya.

Sementara kebakaran di kawasan hutan diawasi satgas dari polres masing-masing daerah. Hal itu sesuai perintah presiden langsung agar kebakaran hutan bisa ditekan. Untungnya, hingga saat ini belum ada kebakaran di dalam kawasan hutan. ”Beberapa kasus masih di luar kawasan, di ladang-ladang orang,” kata mantan Kepala KPH Rinjani Barat ini.

Termasuk kebakaran lahan di Kabupaten Dompu awal pekan lalu. Itu terjadi di luar kawasan hutan. Warga membakar lahan untuk membuka ladang bagi tanaman semusim.

Meski demikian, patroli gabungan saat ini intens dilakukan. Jangan sampai kebakaran hutan kembali terjadi. ”Masalah kebakaran hutan dan lahan itu menjadi atensi khusus pak presiden,” ujarnya.

Sehingga, pencegahan kebakaran hutan di daerah melibatkan TNI dan Polri di seluruh daerah di Indonesia. Presiden secara tegas meminta agar tidak ada lagi kebakaran hutan. ”Di tingkat kabupaten sudah dibentuk satgasnya yang diketuai polres-polres,” jelas Madani.

Sebelumnya, Gubernur NTB H Zulkieflimansyah meminta kesadaran warga untuk menjaga kelestarian lingkungan. Termasuk dalam pemanfaatan lahan, jangan sampai melakukan tindakan yang dapat merusak. ”Kita akan terus sosialisasikan dan mengedepankan upaya edukatif agar kesadaran ini terbangun,” ujarnya.

Demikian juga untuk penebangan liar. Selain pendekatan hukum, pemerintah akan mengedepankan pendekatan pemberdayaan. Warga yang hidup di lingkar hutan akan dibina supaya sama-sama menjaga kelestarian hutan. (ili/r5)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Hasil Survei Indikator, Elektabilitas HARUM Paling Tinggi

“Pak Mohan Roliskana hingga sejauh ini paling potensial menang dalam pemilihan mendatang,” ujar  Wakil Ketua DPP Golkar Ahmad Doli Kurnia dalam pemaparan yang dilakukan secara online dari DPP Golkar Jakarta, (18/9) lalu.

Polisi Pantau Kampanye Hitam di Pilwali Mataram

Pelaksanaan Pilkada di Kota Mataram mendapat atensi penuh pihak TNI-Polri. Polresta Mataram dan Kodim 1606 Lobar telah melakukan pemetaan potensi konflik dan mencegah secara dini beberapa konflik yang biasa terjadi pada masa Pilkada.

Trailer Film MOHAN Bikin Baper

Kreativitas sineas Kota Mataram terasa bergairah. Ditandai dengan garapan film bergenre drama romantic berjudul ‘Mohan’ yang disutradai Trish Pradana. Film yang direncanakan berdurasi sekitar 35 menit ini mengisahkan perjalanan asmara Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskan dengan istrinya Hj Kinastri Roliskana. Film Mohan dijadwalkan mulai tayang Bulan Oktober mendatang.

Pasangan Calon Harus Memberi Perhatian pada DPT

PESERTA pemilihan yaitu Pasangan Calon harus menunjukkan perhatian lebih pada seluruh tahapan yang ada, bukan hanya pada saat pendaftaran calon atau pada pemungutan suara saja. Salah satu tahapan yang sangat menentukan ialah tahapan Penyusunan dan Pemutakhiran Daftar Pemilih atau cukup disebut dengan penyusunan DPT.

Pendataan Bantuan Kuota Internet untuk Siswa Guru dan Mahasiswa Kacau

Hari pertama penyaluran bantuan subsidi kuota internet untuk siswa, guru, mahasiswa, dan dosen langsung berpolemik. Proses pendataan dan verifikasi nomor ponsel dinilai kacau.

Calon Kepala Daerah Wajib Jadi Influencer Protokol Kesehatan

DPR, pemerintah dan KPU telah memutuskan akan tetap melaksanakan pilkada serentak pada 9 Desember. Para calon kepala daerah (Cakada)  diminta menjadi influencer protokol kesehatan  agar pilkada tidak memunculkan klaster baru Covid-19.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).
Enable Notifications    Ok No thanks