alexametrics
Minggu, 19 September 2021
Minggu, 19 September 2021

Tingkat Kesembuhan di Mataram Meningkat, Warga Diminta Tetap Disiplin

MATARAM-Warga Kota Mataram diminta untuk tetap disiplin menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) guna mencegah penularan Covid-19. “Kita jangan sampai abai dengan Prokes,” kata Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan (Satgas) Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa pada Lombok Post, kemarin (6/8).

Diutarakan, pada masa PPKM Level 3 perekonomian mulai menggeliat. Dimana, toko, mal, dan pusat-pusat berbelanjaan lainnya mulai beroperasi. Bahkan sekolah yang dulunya sempat tidak dibuka belakangan ini sudah menerapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Sebagai ibu kota NTB, kata Nyoman,  mobilitas warga di Kota Mataram cukup tinggi. Hampir semua masyarakat mulai melakukan aktivitas seperti biasa karena ada kelonggaran pada masa PPKM Level 3.

“Kelonggaran ini jangan kita maknai dengan abai Prokes. Kita harus tetap disiplin menerapkan Prokes,” tegas Nyoman.

Lebih jauh dijelaskan, keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) di RSUD Kota Mataram dan Rumah Sakit Darurat (RSD) Covid-19 menurun.

Di RSUD Kota Mataram keterisian tempat tidur 24,5 persen, sementara di RSD dibawah 10 persen. “Kita juga melakukan program percepatan vaksinasi agar herd immunity bisa tercapai. Kita ingin mencegah kematian dengan program vaksinasi. Sehingga ketika nantinya ada yang terpapar, tidak sampai meninggal,” ucapnya.

Dia ingin warga yang terpapar Covid-19 tanpa gejala dan gejala ringan melakukan isolasi di RSD Covid-19. Sedangkan pasien yang memiliki komorbid melakukan isolasi di RSUD Kota Mataram.

“Isolasi terpusat kita lakukan untuk memudahkan penanganan,” kata Nyoman.

“Warga bisa saja melakukan isoman, tapi harus dilakukan asesmen dulu. Layak atau tidak rumahnya sebagai tempat isolasi,” imbuh pria yang juga menjabat kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mataram ini.

Dia juga sudah membentuk komunitas di lingkungan untuk membuat isolasi terpusat. Warga yang terpapar bisa melakukan isolasi di kelurahan.

“Pasien yang terpapar harus melapor dulu ke tenaga kesehatan jika ingin melakukan isolasi mandiri. Jangan tanpa sepengetahuan kita melakukan isoman,” terangnya.

Sementara itu, Plt Direktur RSUD Kota Mataram Lalu Martawang mengatakan, dari data 6 September  keterisian BOR di RSUD Kota Mataram 24,8 persen. Dari 125 tempat tidur yang disiapkan sebagai tempat isolasi di rumah sakit plat merah ini hanya 32 yang terisi. Sedangkan BOR di RSD di bawah 10 persen, yakni di Hotel Nutana yang terisi 3 tempat tidur dari 40 yang disiapkan. Sementara di Hotel Fizz hanya satu kamar yang terisi dari 40 tempat tidur.

“BOR terus terjadi penurunan seiring banyaknya pasien sembuh,” tukasnya. (jay/r3)

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks