alexametrics
Senin, 28 September 2020
Senin, 28 September 2020

Gelar Kedelapan Baby Alien

BURIRAM-Di pentas sepak bola dunia ada Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo yang menjadi patron banyak pemain sepak bola. Di MotoGP ada sosok protagonis lainnya yang selalu bisa melewati setiap rintangan. Dia adalah Marc Marquez “alien” balap motor yang kembali menancapkan dominasinya di kelas premier.

Dia memastikan gelar musim 2019 ketika tersisa empat seri berikutnya. Kemenangan di GP Thailand kemarin (6/10) sekaligus menempatkan dia sebagai kolektor delapan gelar juara dunia.

Namun, perjalanan Marquez di Buriram tidak berlangsung mulus. Drama selama akhir pekan yang terjadi di Sirkuit Buriram seperti membawa rider Repsol Honda tersebut naik roller coaster. Naik-turun, dan menyajikan tontotan klimaks di akhir balapan.

Dia sempat kehilangan kehilangan pole position saat sesi kualifikasi. Tetapi, Marquez memperlihatkan tekadnya untuk mengunci gelar musim ini lebih cepat. Sejak awal balapan, dia berduel ketat dengan pembalap rookie Fabio Quartararo dari Petronas Yamaha yang juga pole sitter di GP Thailand.

Emosi pemirsa kembali dibuat bergejolak ketika lap pemungkas berlangsung. Marquez dan Quartararo saling melakukan overtaking. Quartararo mengambil sisi dalam di tikungan terakhir. Dia berhasil mendahului Marquez, tetapi posisinya melebar. Situasi tersebut dimanfaatkan Marquez untuk menggeber RC213V dan finis terdepan di Buriram. Pembalap 26 tahun itu akhirnya membuat jarak 0,171 detik dari sang rookie.

Tambahan 25 poin membuat Marquez leading 110 poin dari pesaing terdekat Andrea Dovizioso yang kemarin meraup 10 poin hasil dari finis keempat. Dengan begitu, apapun hasil dari empat seri tersisa, pembalap Spanyol itu tidak akan tergoyahkan di puncak klasemen.

Marquez melakukan selebrasi dengan bermain biliar. Dia menyodok bola nomor 8 yang menyimbolkan gelar kedelapan yang pernah dia raih di balap motor dunia. Sejak pertama kali naik kelas ke MotoGP, Marquez akan selalu mengenang musim 2015. Penampilannya tidak stabil kala itu. Gaya membalapnya yang terlalu agresif berdampak pada sering jatuh. Lalu membuatnya finis ketiga musim itu.

Setelahnya, Marquez selalu tampil impresif dan sukses menyapu gelar empat musim terakhir. Kelemahan saya (saat itu) adalah konsistensi. “Ini sangat berarti buat kami, tentang bagaimana kami bekerja sama dengan semua kru,” katanya sebagaimana dikutip Crash.

Terlepas dari apa yang dia tampilkan musim ini, Marquez memberikan kredit positif kepada Quartararo. Tetapi dia tidak menyangka sang rookie bakal tampil impresif musim ini. Gaya membalapnya mengingatkan Marquez kepada sosok Jorge Lorenzo ketika melalui musim terbaiknya bersama Yamaha. “Dia tidak diperhitungkan siapapun di awal musim. Lalu perlahan dan bertahap dia mulai cepat,” terangnya.

“Tetapi yang terpenting yakni dalam beberapa balapan, Ducati, Suzuki dan Yamaha bisa menang, tetapi kami selalu berada di sana,” sebut pembalap 26 tahun tersebut.

Dua pekan lagi, balapan menyambangi Sirkuit Twin Ring Motegi, Jepang. Musim ini sudah berakhir buat semuanya. Namun, Marquez berupaya memanfaatkan momentum kemenangan untuk kembali ke podium, merayakan untuk kedua kalinya gelar musim ini di kandang Honda. (nap/JPG/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Distribusi Bantuan Beras Lelet, Dewan Minta Pemprov NTB Ambil Alih

”Pemda harus secepatnya koordinasi ke pusat, kalau ada kemungkinan ambil alih, take over secepatnya, kasihan masyarakat,” tegas Anggota Komisi V DPRD NTB Akhdiansyah, Minggu (27/9/2020).

Kantongi Persetujuan Mendagri, Pjs Bupati Boleh Lakukan Mutasi

”Bisa (rombak) tetapi ada kendali di situ yakni rekom KASN. Pejabat definitif saja harus ada rekom KASN,” katanya.

Akhir September, Tren Konsumsi BBM dan LPG di NTB Meningkat

”Jumlah ini meningkat dibandingkan Bulan Mei 2020, ketika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilaksanakan di berbagai daerah,” kata Unit Manager Communication, Relations, & CSR MOR V Jatimbalinus Rustam Aji, Jumat (25/9/2020) lalu.

LEM Hadirkan Baby Crab dan Gelar Plants Exhibition

Kami terus menghadirkan apa pun yang menjadi kebutuhan dan keinginan konsumen. Terpenting bisa menghibur mereka selama masa pandemi ini,” imbuh Eva.

Soal Kuota Gratis, Sekolah di Mataram Masih Validasi Data

”Verval ini kita lakukan  secara bertahap juga, setiap hari ada saja yang divalidasi,” jelas Suherman.

Simulasi Pembukaan Sekolah di NTB, Kerumunan Siswa Masih Terjadi

”Kalau di dalam lingkungan sekolah, semuanya tertib, tetapi pada saat pulang, masih ada kita temukan (kerumunan) meski tidak terlalu banyak ya,” ujarnya.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks