alexametrics
Jumat, 25 September 2020
Jumat, 25 September 2020

Dua Penguasa Layar Bioskop, Dilan 1991 vs Captain Marvel

JAKARTA–Layar bioskop semenjak Rabu (6/3) di jaringan XXI di tanah air hanya diisi dua film. Dilan 1991 dan Captain Marvel. Kemarin (7/3), meski ada tambahan satu film lagi, Reva: Guna-Guna, film itu pun hanya bermain di sedikit layar.

                Fenomena tersebut menarik karena biasanya film-film Hollywood (apalagi superhero) yang dapat porsi lebih besar untuk ditayangkan di bioskop. Sebab, penontonnya memang banyak. Tapi, kali ini ada film lokal yang bersaing. Mereka sama-sama ’’menguasai’’ layar bioskop Indonesia.

                Koran ini memantau beberapa bioskop di Jakarta. Misalnya Djakarta Theatre XXI di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat. Terdiri atas 2 studio, rupanya Djakarta Theatre hanya memutar Captain Marvel yang baru rilis Rabu (6/3). ’’Dilan 1991 nggak tayang sejak Selasa (5/3),” ujar petugas ticketing yang enggan disebut namanya.

                Blok M Square XXI, yang biasanya mengutamakan film-film Indonesia, ternyata menayangkan Captain Marvel dan Dilan 1991. Keduanya sama-sama mendapat porsi layar yang seimbang. Masing-masing tiga layar. Tiap-tiap studio sudah terisi lebih dari setengah meski film baru diputar beberapa jam kemudian. Gandaria City XXI hanya menayangkan dua film. Captain Marvel dan Dilan 1991. Pun juga di Mataram. Kondisinya sama.

                Dua film itu punya kesamaan. Selain sama-sama memiliki rating 13+, keduanya punya fan base yang besar. Captain Marvel merupakan film superhero Marvel yang dinantikan sejak Avengers: Infinity War tahun lalu. Lantas, Dilan 1991 merupakan sambungan dari Dilan 1990 yang tahun lalu sukses besar.

                Produser Dilan 1991 Ody Mulya Hidayat menyikapi dengan senang persaingan ketat tersebut. ’’Bagus kan, berarti film Indonesia bisa head-to-head dengan film Hollywood,” ujar Ody saat dihubungi kemarin siang. Ody mengungkapkan, saat ini, Dilan 1991 mendapat sekitar 1.300 dari total 1.681 layar bioskop di seluruh Indonesia. ’’Jarang ada film Indonesia dapat layar sebanyak itu,” tambah produser MAX Pictures tersebut.

                Awalnya, ungkap Ody, Dilan 1991 direncanakan rilis di tanggal yang berdekatan dengan Captain Marvel. Namun, MAX Pictures mengupayakan agar film bisa dirilis seminggu lebih awal. Harapannya, jumlah penonton tidak sepenuhnya terdampak dengan perilisan film produksi Marvel Studios itu. Dan akhirnya memang terlaksana.

                Ody mengungkapkan, hingga kemarin, jumlah penonton Dilan 1991 sudah mencapai angka sekitar 3,75 juta. Perkiraannya, hari ini (8/3), jumlah penonton mencapai angka 4 juta. ’’Kalau stabil, Minggu nanti bisa sampai 5 juta ya,” ucap Ody memprediksi.

                Dengan adanya Captain Marvel, Dilan 1991 memang harus berbagi layar. Konsekuensi lainnya, perkembangan jumlah penonton bisa jadi tidak secepat pekan lalu saat baru dirilis. Sebab, perhatian khalayak mulai terpecah ke film lain.

                Sebelum film yang menceritakan tentang Carol Danvers itu tayang, Dilan 1991 juga berhadapan dengan Foxtrot Six. Di penayangan perdana pada 28 Februari, film adaptasi novel Pidi Baiq itu langsung dapat porsi besar. Dari pantauan di bioskop Surabaya, Royal XXI, Dilan 1991 tayang di tiga studio. Foxtrot Six cuma satu studio. Royal XXI merupakan salah satu jaringan bioskop XXI yang memprioritaskan film lokal.

                ’’Mirip dengan Warkop DKI Reborn (2016). Pernah waktu itu cuma tayang bareng Will You Marry Me. Dua film saja,’’ ucap Manajer Delta XXI Lilik. Saat Will You Marry Me rilis, Warkop DKI Reborn sudah seminggu tayang. Namun, Lilik menjelaskan, slot tayang film komedi tersebut tetap lebih banyak. ’’Masa edar filmnya juga panjang untuk ukuran film lokal,’’ imbuhnya.

                Dalam tiga tahun terakhir, film lokal memang mengalami pertumbuhan yang cukup pesat. Berdasar data yang dihimpun CJ CGV Cinemas Indonesia, pada 2010–2015, total penjualan tiket film lokal sekitar 15 juta. Pada 2016, penjualan meningkat pesat menjadi sekitar 34 juta. ’’Tren growth ini pun terus berlanjut sampai sekarang,’’ kata Manael Sudarman, kepala divisi sales & marketing CJ CGV Cinemas Indonesia, saat dihubungi Jawa Pos kemarin (7/3).

                Pesatnya perkembangan film lokal merupakan pertanda baik. Ketika kontribusi film lokal sampai 50 persen, market akan lebih stabil. ’’Artinya, film lokal bisa jadi raja di negara sendiri. Nggak harus melulu bergantung film Hollywood,’’ jelasnya. (len/fam/adn/c17/jan/JPG/r8)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

LPPOM MUI NTB Target Sertifikasi Halal 125 Usaha Rampung Tahun Ini

”Rinciannya, dari Dinas Perindustrian NTB dan pusat sebanyak 75 usaha, serta Dinas Koperasi Lombok Barat sebanyak 50 usaha,” katanya, kepada Lombok Post, Rabu (23/9/2020).

Solusi BDR Daring, Sekolah Diminta Maksimalkan Peran Guru BK

Jika terkendala akses dan jaringan internet, layanan dilaksanakan dengan pola guru kunjung atau home visit. ”Di sanalah mereka akan bertemu dengan siswa, orang tua, keluarga. Apa permasalahan yang dihadapi, kemudiann dibantu memecahkan masalah,” pungkas Sugeng.

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Pilwali Mataram, HARUM satu SALAM dua MUDA tiga BARU empat

Pengundian nomor Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram berjalan di bawah protokol Pandemi Covid-19 dengan ketat, pukul 19.00 wita-selesai semalam.

Catat, Kampanye Undang Massa Bisa Dipidana

Seluruh calon kepala daerah yang akan berlaga dalam Pilkada serentak di tujuh kabupaten/kota di NTB telah ditetapkan, kemarin (23/6). Hari ini, para calon kepala daerah tersebut akan melakukan pengundian nomor urut. Kampanye akan dimulai pada 26 September. Seluruh kandidat harus hati-hati berkampanye di masa pandemi. Sebab, mengundang massa dalam kampanye bisa dikenakan pidana.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Tertular Korona di Luar Daerah, Bupati Lotim Sempat Drop

Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy menjadi kepala daerah pertama di NTB yang positif terinfeksi Covid-19. Pemimpin Gumi Patuh Karya dua periode tersebut menjalani uji usap (swab) pada Senin (21/9) di RSUD dr Raden Soedjono Selong.
Enable Notifications    Ok No thanks