alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

PNS dan Keluarga Dilarang Mudik Lebaran

JAKARTA– Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) memperpanjang larangan mudik dan berpergian ke luar daerah bagi aparatur sipil negara (ASN) dan keluarganya. Tak hanya bagi ASN, pemerintah diharapkan tegas untuk membatasi mudik.

Menteri PANRB Tjahjo Kumolo mengeluarkan surat edaran (SE) berisi larangan mudik dan bepergiaan ke luar daerah bagi aparatur sipil negara (ASN) dan keluarganya. Larangan yang tertuang dalam SE Menteri PANRB Nomor 41 Tahun 2020 tentang perubahan atas SE Menteri PANRB Nomor 36 Tahun 2020 ini berlaku hingga wilayah Indonesia dinyatakan bersih dari Covid-19.

Bagi ASN yang nekat tetap mudik atau bepergian ke luar daerah, Tjahjo tak segan memberikan sanksi disiplin. Sanksi diberikan sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS, PP Nomor 30 Tahun 2019 tentang Penilaian Kinerja PNS, dan PP Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja.

Sebagai informasi, jika merujuk pada PP Nomor 53 Tahun 2010 pasal 7 ada tiga tingkat hukuman disiplin. Yakni, ringan, sedang, dan berat. Untuk sanksi disiplin ringan bisa berupa teguran. Sementara untuk sanksi disiplin sedang dapat diberikan berupa penundaan kenaikan gaji berkala selama 1 (satu) tahun. Sedangkan sanksi berat bisa berupa penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 3 (tiga) tahun hingga pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS.

Namun, ada pengecualian yang diberikan dalam kondisi darurat atau terpaksa yang mengharuskan ASN berkegiatan ke luar daerah. Syaratnya, mereka wajib lapor. ”Yang bersangkutan harus terlebih dahulu mendapatkan izin dari atasan masing-masing,” tegas Tjahjo dalam keterangan resminya.

Selain itu, dalam SE tersebut juga terdapat poin pengaturan bagi ASN terkait upaya pencegahan dan partisipasi sosial mengataasi dampak sosial Covid-19. Seperti penggunaan masker ketika keluar rumah atau berkegiatan tanpa pengecualian, menjaga jarak aman ketika melakukan komunikasi antar individu, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta sukarela gotong royong meringankan beban masyarakat yang membutuhkan di daerah sekitarnya.

Hingga kemarin, Kedeputian Bidang Sistem Informasi Kepegawaian (Sinka) BKN mencatat 297 PNS terdeteksi Covid-19. Rinciannya, 252 Orang Dalam Pemantauan (ODP), 17 orang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dan 28 orang telah terkonfirmasi positif Covid-19.  Dari total tersebut, 45 orang mendapat perawatan di Rumah Sakit dan 252 orang melakukan isolasi diri dan perawatan di rumah.

Plt Kepala Biro Humas BKN Paryono menjelaskan, dari 252 orang PNS ODP, sebanyak 50 orang selesai pemantauan dan 202 orang lainnya masih dalam pemantauan. Status ODP sendiri ditetapkan untuk mereka yang memiliki gejala ringan pada umumnya, seperti batuk, sakit tenggorokan, dan demam akan tetapi tidak ada kontak erat dengan penderita positif Covid-19.

Selanjutnya untuk 17 orang berstatus PDP, diketahui 2 orang berhasil sembuh, 14 orang lainnya masih dalam perawatan, dan 1 orang meninggal bukan dalam tugas. Mereka dinyatakan PDP selain bergejala umum, juga ditemukan adanya infeksi saluran pernapasan akut serta terjadi kontak erat dengan penderita positif Covid-19.

Sedangkan, lanjut dia, untuk 28 orang yang positif Covid-19, tercatat 4 orang sudah sembuh, 14 orang lainnya masih dalam perawatan, 4 orang meninggal dalam tugas, dan 6 orang meninggal bukan dalam tugas.

“Data-data tersebut diperkirakan akan terus berubah sejalan dengan proses update data yang masih berlangsung,” ungkapnya.

Ketua Umum Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Tulus Abadi berharap pemerintah jangan ambigu dalam penerapan aturan mudik saat pandemi Covid-19. Dia melihat pemerintah tampak gamang dalam upaya pengendalian Covid-19. Hal ini setidaknya tecermin dalam menyikapi fenomena mudik Lebaran. ”Antar institusi pemerintah tidak nyambung bahkan kontradiksi, sekalipun antar institusi pemerintah pusat, apalagi antar pemerintah pusat dengan daerah. Pernyataan pejabat pemerintah pun saling bertabrakan,” katanya kemarin

Tulus mencontoh, pernyataan blunder beberapa pejabat. Sebut saja Fadjroel Rachman sebagai jubir Presiden, yang membolehkan mudik Lebaran; yang kemudian dianulir oleh Pratikno, Mensesneg. Pada tingkat formal, dia mencontohkan Kementerian PAN RB mengeluarkan Surat Edaran (SE) No. 41/2020, yang intinya melarang ASN melakukan perjalanan mudik. Sementara itu, Kementerian Koordinator Investasi dan Maritim, masih kekeuh ingin mendorong mudik Lebaran.

”Demi menekan persebaran virus corona ke daerah, maka pemerintah harus bersikap tegas untuk melarang aktivitas mudik Lebaran,” bebernya.

Di sisi lain, Ketua Tenaga Ahli Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid Jawa Tengah Anung Sugihantono menyatakan Pemda Jateng menyiapkan empat skenario bagi mereka yang kembali ke Jateng. Pertama adalah himbauan agar tetap di Jakarta. Kedua jika terpaksa pulang, maka dilakukan pemeriksaan kesehatan di pintu-pintu masuk  di tempat tujuan. ”Meski tidak selalu dengan gejala, setidaknya pemeriksaan suhu tibuh dan gejala lainnya harus dilakukan. Sekaligus dipetakan antar wilayah kecamatan dan desa atau kelurahan tujuan,” katanya kemarin.

Ketiga, pada mereka yang yang sudah sampai di kampung halaman, dimintakan untuk self isolation dirumah masing-masing. Warga sekitar harus memantau dan jika diperlukan makanan maka bisa membantu. ”Apabila tidak memungkinan self isolation karena kondisi rumah tidak memungkinkan, maka disiapkan karantina komunal dengan memanfaatkan aset kabupaten dan kota seperti hotel, tempat pelatihan, rumah jabatan, tempat diklat serta aset pemerintah provinsi dan aset TNI POLRI baik tempat diklat, sekolah, hotel, asrama haji dan yang lainnya,” ujarnya.  (lyn/mia/JPG/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Masuk Destinasi Wisata Terpopuler Asia 2020, Lombok Siap Mendunia

”Kalau masuk di ranking dunia artinya kita adalah destinasi yang memang layak untuk dikunjungi,” kata Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) NTB Awanadi Aswinabawa, Rabu (5/8/2020).

Buntut Penutupan Savana Propok, TNGR Perketat Pemeriksaan Pengunjung

”Dengan penutupan ini semua akan lihat, kalau berbuat begitu pasti akan ditutup,” kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Dedy Asriady, Rabu (5/8/2020).

Kasus Sewa Lahan Desa Sesela, Penyidik Perdalam Keterangan Saksi

Berkas penyidikan kasus dugaan korupsi penyewaan lahan untuk pembangunan tower tahun 2018 masih dilengkapi. Sejumlah saksi diperiksa maraton untuk melengkapi berkas penyidikan. ”Yang sudah kita periksa baru Ketua RT dan ada juga dari BPD (Badan Permusyawaratan Desa),” kata Kajari Mataram Yusuf, Rabu (5/8).

Efek Pandemi, Omzet Penjual Perlengkapan Sekolah di Mataram Merosot

”Tak hanya buku paket dan buku tulis saja. Hampir seluruh jenis peralatan sekolah alami penurunan penjualan. Bahkan menjalar ke barang-barang peralatan kantor,” katanya.  

Totalitas dalam Melindungi Hak Pilih

SALAH satu asas penting dalam pelaksanaan pemilu/pemilihan adalah asas jujur. Kata jujur ini tidak hanya muncul sebagai asas penyelenggaraan pemilu/pemilihan, namun juga hadir sebagai prinsip dalam penyelenggaraannya. Setiap kata yang disebut berulang-ulang apalagi untuk dua fondasi yang penting (asas-prinsip) maka kata itu menunjukkan derajatnya yang tinggi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Ungkap Dugaan Pembunuhan LNS, Polres Mataram Periksa 13 Saksi

Penemuan jasad LNS, 23 tahun dalam posisi tergantung di dalam sebuah rumah di di perumahan BTN Royal, Jempong Baru, Sekarbela, Mataram menyisakan tanda tanya. Penyidik Polresta Mataram  memeriksa sejumlah saksi secara maraton.
Enable Notifications.    Ok No thanks