alexametrics
Kamis, 24 September 2020
Kamis, 24 September 2020

Pemerintah Siapkan Bantuan untuk Karyawan yang Gajinya Dipotong

PEMOTONGAN gaji menjadi alasan utama pemerintah memberi bantuan subsidi gaji bagi tenaga kerja. Karena itu, yang disasar adalah mereka yang tercatat di BPJAMSOSTEK sebagai peserta dengan nilai iuran di bawah Rp 150 ribu. Selama ini, mereka tidak masuk dalam skema bantuan sosial yang dikeluarkan pemerintah.

Hal itu disampaikan Ketua Satgas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional Budi Gunadi Sadikin dalam paparannya di kantor presiden Jumat (7/8). Dia menjelaskan, pemerintah sudah mengeluarkan bantuan sosial untuk berbagai segmen masyarakat.

Khususnya untuk 29 juta keluarga paling miskin atau setara 120 juta penduduk. Lewat program keluarga harapan (PKH), kartu sembako, bansos tunai, bansos desa, dan lainnya.

Begitu pula bagi mereka yang terkena PHK, disediakan stimulus berupa program kartu prakerja hingga padat karya tunai.

’’Ada satu segmen yang masih kita lihat perlu diberikan bantuan,’’ terangnya. Yakni, tenaga kerja formal yang masih bekerja di perusahaan dan membayar iuran BPJAMSOSTEK namun kondisi perusahaannya kurang baik. Sehingga sebagian dipotong gajinya.

Para karyawan tersebut selama ini tidak bisa mendapat bantuan karena tidak masuk kriteria. Mereka bukan kelompok rumah tangga miskin, juga bukan kelompok pekerja yang di-PHK. padahal mereka juga membutuhkan bantuan karena gajinya dipotong. ’’Dan orang-orang di segmen ini cukup banyak,’’ lanjut wakil menteri BUMN ke-2 itu.

Pihaknya kemudian bekerja sama dengan BPJAMSOSTEK menyisir data para karyawan tersebut. hasilnya, didapati 13,8 juta karyawan dengan nilai iuran di bawah Rp 150 ribu. Yang artinya pendapatan mereka di bawah Rp 5 juta per bulan. ’’Sebagian besar di antara mereka berpendapatan antara Rp 2 sampai 3 juta per bulan,’’ tuturnya.

Dia memastikan tidak ada di antara 13,8 juta karyawan itu yang berstatus PNS ataupun karyawan BUMN. Sebab, instansi pemerintah maupun BUMN tidak ada yang sampai memotong gaji para karyawannya.

Bantuan senilai Rp 600 ribu per bulan itu akan diberikan secara tunai dalam dua tahap. Tahap pertama diberikan di kuartal III. Yang artinya pada September mendatang. Kemudian, tahap kedua di kuartal IV. Bisa November atau Desember. Semuanya langsung masuk ke rekening masing-masing tenaga kerja.

Satgas bersama BPJAMSOSTEK dalam dua pekan ke depan akan mengumpulkan dan memverifikasi nomor rekening masing-masing pekerja. Itu untuk kepentingan pencairan dana karena akan langsung ditransfer via rekening. Tidak melalui perusahaan masing-masing.

Budi memastikan data 13,8 juta tenaga kerja itu lengkap dan valid. Karena besaran iuran bulanan mereka tercatat dengan baik di BPJAMSOSTEK. Sehingga nama si pekerja, perusahaan tempat dia bekerja, dan lama bekerjanya juga terdata dengan baik. Selama dia membayar iuran BPJAMSOSTEK di bawah Rp 150 ribu per bulan, dipastikan pekerja tersebut akan mendapat bantuan.

Bantuan itu akan memperkecil gap dengan mereka yang tidak menerima bantuan subsidi gaji. Karena mereka yang bukan termasuk kelompok penerima bantuan itu, hampir pasti sudah masuk di kelompok penerima bantuan lainnya. ’’Hampir semua segmen sudah diberikan, sudah tersentuh oleh program bantuan pemerintah yang lain,’’ imbuhnya.

Program bantuan lain itu ada beberapa macam. Dimulai dari PKH yang menyasar 10 juta keluarga. Kemudian kartu sembako untuk 20 juta keluarga. Ada pula padat karya tunai yang menyasar lebih dari 3 juta pekerja. Juga Bansos tunai dan nontunai untuk 10,9 juta keluarga serta BLT dana desa untuk 8 juta keluarga. Belum termasuk bantuan pangan, kartu pra kerja, dan diskon tarif listrik (lihat grafis).

Sementara bagi UMKM, ada berbagai fasilitas. Misalnya subsidi bunga dengan nilai anggaran Rp 35,28 triliun. Sampai saat ini baru bisa disalurkan sekitar Rp 1,3 triliun atau 3,71 persen. Sangat jauh dari target awal 35 persen. Meskipun demikian, ternyata jangkauannya sudah cukup luas. ’’Kami melihat dengan Rp 1,3 triliun sudah menjangkau 13 juta UMKM, dan mensubsidi pinjaman sebesar Rp 304 triliun,’’ urai Budi.

Bila mengandalkan program yang berjalan saat ini, penyerapannya tidak mungkin naik tinggi. Maka, dari hasil evaluasi ada potensi untuk melakukan ekspansi terhadap program subsidi bunga itu. Yang terpenting, sasarannya tetap UMKM demi mendongkrak kemampuan usaha mereka untuk tumbuh.

Terpisah, Deputi Direktur Bidang Hubungan Masyarakat dan Antar-Lembaga BPJAMSOSTEK Irvansyah Utoh Banja mengungkapkan, bahwa pihaknya kini dalam proses pengumpulan data nomor rekening peserta yang memenuhi kriteria program subsidi gaji ini. Pengumpulan dilakukan melalui kantor cabang di seluruh Indonesia.

Karenanya, dia berharap, harap pemberi kerja (perusahaan) dan tenaga kerja bisa proaktif menyampaikan data nomor rekening yang dimaksud. ”Tentunya bagi yang sesuai skema dan kriteria Pemerintah,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah tengah memfinalisasi skema dan kriteria bantuan subsidi gaji ini berdasarkan data kepesertaan dari BPJAMSOSTEK dan lembaga lainnya. Dari BPJAMSOSTEK sendiri, data yang disampaikan kepada pemerintah ialah data peserta aktif dengan upah dibawah Rp5 juta berdasarkan upah pekerja yang dilaporkan dan tercatat di BPJAMSOSTEK.

Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengaku siap menjalankan program subsidi gaji bagi pekerja ini. Ia menargetkan, program dapat berjalan pada Sepetember 2020 nanti.

Diharapkan, subsidi langsung ini dapat membantu pekerja yang terdampak pandemi Covid-19. Yang kemudian mampu mempercepat proses pemulihan ekonomi dan menjaga agar terhindar dari resesi. ”Bantuan ini merupakan program stimulus yang digodok bersama Tim Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Kemnaker, Kemenkeu dan BPJS Ketenagakerjaan,” katanya.

Dia menjelaskan, subsidi gaji yang akan diberikan selama empat bulan ini merupakan perluasan stimulus bantuan sosial (bansos). Tujuannya, meningkatkan daya beli dan perekonomian pekerja pendapatannya berkurang karena pandemi. Dari data yang dimiliki, diketahui bahwa jumlah pekerja swasta yang memiliki gaji di bawah Rp5 juta sebanyak 13,8 juta pekerja.

”Data ini berasal dari BPJS Ketenagakerjaan yang akan terus divalidasi untuk memastikan tepat sasaran dan meminimalkan terjadinya duplikasi,” tegasnya. Sehingga dapat dipastikan juga bahwa pekerja penerima subsidi ini adalah pekerja swasta di luar PNS dan pegawai BUMN.

Selain itu, pekerja penerima subsidi juga harus yang aktif terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek, red) dengan iuran di bawah Rp 150.000 per bulan. Hal ini sebagai apresiasi bagi para pekerja yang terdaftar dan membayar iuran BPJamsostek.

Sebagaimana diberitakan, Pemerintah mengeluarkan bantuan subsidi gaji bagi karyawan perusahaan non BUMN dan non-PNS. Yang disubsidi adalah karyawan yang terdaftar di BPJAMSOSTEK dengan nilai iuran bulanan di bawah Rp 150 ribu. nilai iuran itu menandakan pendapatan bulanan mereka di bawah Rp 5 juta. (byu/mia/JPG/r6)

 

Nilai Bantuan dan Stimulus Pemulihan Ekonomi Nasional

 

PERLINDUNGAN SOSIAL

  • Kartu Sembako Rp 43,6 triliun
  • Program Keluarga Harapan, Rp 37,4 triliun
  • Bansos tunai dan non tunai, Rp 39,2 triliun
  • BLT dana desa, Rp 31,8 triliun
  • Logistik/pangan, Rp 25 triliun
  • Kartu pra kerja, Rp 20 triliun
  • Diskon listrik, Rp 6,9 triliun
  • Bantuan subsidi gaji, Rp 33,1 triliun

 

STIMULUS UMKM                

 

  • Penempatan dana di bank, Rp 78,78 triliun
  • Subsidi bunga, Rp 35,28 triliun
  • Imbal jasa penjaminan, Rp 5 triliun
  • PPh Final UMKM, Rp 2,4 triliun
  • Penjaminan modal kerja, Rp 1 triliun
  • Pembiayaan investasi koperasi, Rp 1 triliun

 

PEMBIAYAAN KORPORASI

 

  • Talangan modal kerja , Rp 29,65 triliun
  • Penanaman Modal Negara, Rp 20,5 triliun
  • Penempatan dana padat karya, Rp 3,42 triliun

 

KEMENTERIAN/LEMBAGA DAN PEMDA

 

  • Program padat Karya K/L, Rp 18,44 triliun
  • Fasilitas pinjaman daerah, Rp 10 triliun
  • Cadangan DAK fisik, Rp 8,7 triliun
  • DID pemulihan ekonomi, Rp 5 triliun
  • Pariwisata, Rp 3,8 triliun
  • Insentif perumahan, Rp 1,3 triliun
  • Cadangan perluasan, Rp 58,87 triliun

 

Sumber: Satgas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Hasil Survei Indikator, Elektabilitas HARUM Paling Tinggi

“Pak Mohan Roliskana hingga sejauh ini paling potensial menang dalam pemilihan mendatang,” ujar  Wakil Ketua DPP Golkar Ahmad Doli Kurnia dalam pemaparan yang dilakukan secara online dari DPP Golkar Jakarta, (18/9) lalu.

Polisi Pantau Kampanye Hitam di Pilwali Mataram

Pelaksanaan Pilkada di Kota Mataram mendapat atensi penuh pihak TNI-Polri. Polresta Mataram dan Kodim 1606 Lobar telah melakukan pemetaan potensi konflik dan mencegah secara dini beberapa konflik yang biasa terjadi pada masa Pilkada.

Trailer Film MOHAN Bikin Baper

Kreativitas sineas Kota Mataram terasa bergairah. Ditandai dengan garapan film bergenre drama romantic berjudul ‘Mohan’ yang disutradai Trish Pradana. Film yang direncanakan berdurasi sekitar 35 menit ini mengisahkan perjalanan asmara Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskan dengan istrinya Hj Kinastri Roliskana. Film Mohan dijadwalkan mulai tayang Bulan Oktober mendatang.

Pasangan Calon Harus Memberi Perhatian pada DPT

PESERTA pemilihan yaitu Pasangan Calon harus menunjukkan perhatian lebih pada seluruh tahapan yang ada, bukan hanya pada saat pendaftaran calon atau pada pemungutan suara saja. Salah satu tahapan yang sangat menentukan ialah tahapan Penyusunan dan Pemutakhiran Daftar Pemilih atau cukup disebut dengan penyusunan DPT.

Pendataan Bantuan Kuota Internet untuk Siswa Guru dan Mahasiswa Kacau

Hari pertama penyaluran bantuan subsidi kuota internet untuk siswa, guru, mahasiswa, dan dosen langsung berpolemik. Proses pendataan dan verifikasi nomor ponsel dinilai kacau.

Calon Kepala Daerah Wajib Jadi Influencer Protokol Kesehatan

DPR, pemerintah dan KPU telah memutuskan akan tetap melaksanakan pilkada serentak pada 9 Desember. Para calon kepala daerah (Cakada)  diminta menjadi influencer protokol kesehatan  agar pilkada tidak memunculkan klaster baru Covid-19.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).
Enable Notifications    Ok No thanks