alexametrics
Senin, 28 September 2020
Senin, 28 September 2020

Bantuan Pemerintah, Satu Mahasiswa Dapat Kuota 50 Giga Per Bulan

JAKARTA–Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) terus mendorong agar perguruan tinggi (PT) segera memvalidasi nomor mahasiswa dan dosen calon penerima bantuan subsidi kuota internet. Rencananya, Dikti bakal berikan pendampingan khusus mulai hari ini (7/9).

Tujuannya, seluruh data bisa tervalidasi sebelum batas akhir penyetoran data pada 11 September 2020 mendatang. Sehingga, subsidi kuota pun dapat segera disalurkan.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Sesditjen Dikti Kemdikbud) Paristiyanti Nurwardani mengungkapkan, berdasarkan data per Kamis (3/9), pukul 22.00 WIB, baru 25,64 persen mahasiswa dari 7,9 juta orang yang melakukan validasi nomor ponsel. Sementara untuk dosen, dari 287 ribu dosen yang tercatat di pangkalan data dikti, baru 33,28 persen yang melakukan validasi. Untuk mempercepat proses validasi ini, pihaknya akan melakukan sosialisasi dengan seluruh PT.

”Mulai senin kami akan roadshow webinar terus menerus untuk sosialisasi masif terkait mekanisme bantuan kuota internet ini,” ujar perempuan yang akrab disapa Paris tersebut.

Dia berharap, dengan pendampingan ini minimal 95 persen mahasiswa dan dosen sudah rampung melakukan validasi datanya. Untuk sisanya, pihaknya berjanji akan melakukan berbagai upaya susulan untuk menjangkau lainnya.

Lebih lanjut, ia menerangkan tentang mekanisme pemberian kuota 50 GB per bulan untuk mahasiswa dan dosen ini. Kuota akan diberikan setelah verifikasi dan validasi dilakukan oleh perguruan tinggi dan PDDikti. Data tersebut kemudian diserahkan pada pihak provider untuk kemudian diisikan paket data pada masing-masing nomor. ”Kami sudah melakukan kerjasama implementasi dengan semua provider yang telah melakukan MoU,” paparnya. Diantaranya, Telkomsel, XL, dan 3.

Di sisi lain, Paris menghimbau agar para rektor baik perguruan tinggi negeri maupun swasta untuk menghentikan sementara program serupa di kampusnya. Di mulai dari bulan ini hingga Desember 2020.

”Sebab kalau nanti ada overlapping budget akan merugikan negara dan bangsa,” tegas Paris.

Pihaknya pun telah mengeluarkan surat edaran terkait himbauan tersebut. Ditjen Dikti juga meminta agar pihak kampus yang memiliki kebijakan serupa bisa langsung mengkomunikasikan secara cepat dengan kementerian sebelum tanggal 11 September 2020.

Sementara itu, Presiden Direktur PT. Hutchison 3 Indonesia Muhamad Dani Buldansyah mengungkapkan, pihaknya sangat siap untuk berkontribusi dalam penyediaan paket telekomunikasi yang terjangkau untuk perguruan tinggi. Menurutnya, misi 3 saat ini sejalan dengan Kemendikbud dalam mendukung pembelajaran jarak jauh melalui pengadaan kuota ini.

”Misi kami berkontribusi memberikan layanan akses internet secara merata dan terjangkau dengan kualitas terbaik bagi pemuda Indonesia,” paparnya.

Pihaknya berharap, dengan adanya kerja sama ini baik mahasiswa dan tenaga pengajar maka tidak perlu khawatir lagi akan kehabisan kuota selama proses pembelajaran jarak jauh. Sehingga, proses pembelajaran pun dapat berjalan dengan baik di masa pandemi Covid-19 ini. (mia/JPG/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Distribusi Bantuan Beras Lelet, Dewan Minta Pemprov NTB Ambil Alih

”Pemda harus secepatnya koordinasi ke pusat, kalau ada kemungkinan ambil alih, take over secepatnya, kasihan masyarakat,” tegas Anggota Komisi V DPRD NTB Akhdiansyah, Minggu (27/9/2020).

Kantongi Persetujuan Mendagri, Pjs Bupati Boleh Lakukan Mutasi

”Bisa (rombak) tetapi ada kendali di situ yakni rekom KASN. Pejabat definitif saja harus ada rekom KASN,” katanya.

Akhir September, Tren Konsumsi BBM dan LPG di NTB Meningkat

”Jumlah ini meningkat dibandingkan Bulan Mei 2020, ketika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilaksanakan di berbagai daerah,” kata Unit Manager Communication, Relations, & CSR MOR V Jatimbalinus Rustam Aji, Jumat (25/9/2020) lalu.

LEM Hadirkan Baby Crab dan Gelar Plants Exhibition

Kami terus menghadirkan apa pun yang menjadi kebutuhan dan keinginan konsumen. Terpenting bisa menghibur mereka selama masa pandemi ini,” imbuh Eva.

Soal Kuota Gratis, Sekolah di Mataram Masih Validasi Data

”Verval ini kita lakukan  secara bertahap juga, setiap hari ada saja yang divalidasi,” jelas Suherman.

Simulasi Pembukaan Sekolah di NTB, Kerumunan Siswa Masih Terjadi

”Kalau di dalam lingkungan sekolah, semuanya tertib, tetapi pada saat pulang, masih ada kita temukan (kerumunan) meski tidak terlalu banyak ya,” ujarnya.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks