alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

40 Kapal Ilegal Asing Kembali Ditenggelamkan

JAKARTA-Tak ada kata ampun bagi maling ikan di perairan Indonesia. Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti kembali memusnahkan 40 kapal ikan asing pelaku ilegal fishing di sejumlah wilayah. Penenggelaman dilakukan dalam dua gelombang.

                Gelombang pertama dilakukan di Perairan Pulau Datuk, Mempawah, Kalimantan Barat, Minggu (6/10). Delapan belas kapal ilegal asing berhasil ditenggelamkan. Sisanya, dilakukan pada gelombang kedua kemarin (7/10) di sejumlah titik. Tiga di Perairan Sambas, 6 kapal di Belawan, 6 kapal di Batam, dan di Natuna 7 kapal.

                Adapun dari jumlah tersebut didominasi oleh kapal asal Vietnam sebanyak 26 kapal, Malaysia 11 kapal, Thailand 1 kapal, dan Tiongkok 2 kapal.

                Penenggelaman dipimpin langsung oleh Susi selaku Komandan Satgas 115. Dalam pernyataan resminya kemarin (7/10), Susi mengatakan, aksi pemusnahan ini merupakan kelanjutan dari sebelumnya. Pada tanggal 4 Oktober 2019, sebanyak 3 kapal telah dimusnahkan di Sambas,  Kalimantan Barat dengan cara dihancurkan dan mesinnya ditenggelamkan. Hal ini karena ketiga kapal asing berbendera Vietnam tersebut sudah rusak, sehingga tidak memungkinkan untuk ditenggelamkan.

                “Ini bukan hanya amanah undang-undang, tapi juga masa depan bangsa. Serta untuk memastikan kesejahteraan masyarakat,” tegas Menteri Susi.

                Susi menegaskan, tak ada kata ampun bagi para pelaku illegal fishing. Selain untuk memberikan deterrent effect, tindakan penenggelaman ini juga dilakukan untuk memberikan kepastian hukum di Indonesia sebagai negara yang berdaulat. “Tidak ada opsi lain untuk pelanggar kedaulatan wilayah negara dan tindak pidana pencurian ikan selain dengan cara dimusnahkan,” tegasnya.

                Karena itu, aktivitas pemusnahan kapal dengan cara ditenggelamkan ini dilakukan secara rutin oleh satgas 115. Meski, dalam prakteknya, untuk menghemat waktu dan efisiensi anggaran maka hanya dilakukan hampir satu atau dua kali dalam setahun. “Bukan berarti para pelaku illegal fishing ini tidak dihukum. Kita kumpulkan hingga akhirnya inchract-nya cukup banyak dan kita lakukan penenggelaman”, ungkapnya.

                Diakuinya, sejak dibukanya izin kapal asing pada tahun 2001, lebih dari 10.000 kapal asing melaut di Indonesia. Kapal-kapal besar dengan alat tangkap yang merusak. “Ya habislah sumber daya laut kita. Stok ikan kita turun ke titik yang sangat rendah,” keluhnya.

                Namun semuanya berubah ketika law enforcement benar-benar ditegakkan. Dia mengklaim, dalam lima tahun terakhir ekspor dibidang perikanan berhasil naik. Termasuk Nilai Tukar Nelayan dan Nilai Tukar Usaha Perikanan yang naik sampai 20 persen.

                Plt Dirjen Pengawas Sumber Daya Kementerian Kelautan dan Perikanan Agus Suherman menambahkan, total kapal yang telah dimusnahkan sejak November 2014-Oktober 2019 mencapai 556 kapal. Jumlah tersebut terdiri dari 321 kapal berbendera Vietnam, 91 kapal Filipina, 87 kapal Malaysia, 24 kapal Thailand, Papua Nugini 2 kapal, RRT 3 kapal, Nigeria 1 kapal, Belize 1 kapal, dan Indonesia 26 kapal.

                Diakuinya, kapal-kapal berbendera Vietnam paling mendominasi. Menurutnya, kebutuhan akan bahan pangan menjadi alasan utama para illegal fishing tersebut berani kembali datang lagi dan lagi.

                “Lalu posisinya perairan kita sangat kaya sumber daya ikan. Sehingga jadi sasaran,” ungkapnya. (mia/JPG/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks