alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Zul ”Aishiteru” Ditangkap saat Packing Sabu-Sabu

JAKARTA-Zulkifli alias Zul, vokalis grup band Zivilia, ditangkap Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Jumat (1/3). Selain mengonsumsi narkoba, Zul ternyata menjadi bagian dari jaringan narkoba yang disinyalir besar.

                Ketika dihadirkan Polda Metro Jaya kemarin (8/3), Zul terus menunduk. Dia tidak banyak bicara. Saat diminta berbicara oleh polisi, Zul mengutarakan penyesalannya. “Saya menyesal, ini jalan hidup saya,” ungkap pelantun sekaligus pencipta lagu Aishiteru itu. Setelah itu, dia digiring anggota Ditresnarkoba Polda Metro Jaya untuk kembali ke tahanan.

                Zul tidak sendirian. Ada delapan orang lain yang ditangkap dalam kurun waktu sepekan belakangan. Penangkapan jaringan ini dimulai ketika polisi mendapat laporan dari masyarakat tentang penyalahgunaan narkotika di Hotel Harris, kamar 1030, di Jalan Boulevard Kelapa Gading Blok M, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Kamis (28/2).

                Saat penggerebekan, polisi hanya mendapati 0,5 gram sabu-sabu dan uang Rp 308 juta. Uang tersebut diketahui merupakan hasil transaksi tersangka MB alias Dimas, 25; RSH, 29; dan MRM, 25. “Setelah penangkapan di lokasi pertama ini,  kami menggali informasi dan bergerak ke lokasi berikutnya,” terang Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy.

                Dari keterangan tersangka yang diamankan di lokasi pertama, polisi mendapat informasi tentang keberadaan tersangka lain di Apartemen Gading River View City Home, Kawasan MOI Tower. Di sana polisi menangkap empat orang, salah satunya Zul.

“Di lokasi kedua kami mengamankan sabu-sabu seberat 9,5 kilogram serta 24 ribu butir ekstasi,” kata Gatot. Selanjutnya, polisi bergerak ke lokasi ke tiga dan ke empat di daerah Palembang. “Di kedua lokasi tersebut kami berhasil mengamankan 41,096 kg sabu dan 30 ribu butir ekstasi,” ucap dia. Kini polisi mengejar bandar tertinggi dari jaringan tersebut.

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombespol Suwondo Nainggolan menjelaskan, Zul ditangkap ketika sedang mem-packing sabu-sabu. Kepada polisi, Zul mengaku baru dua kali ikut dalam jaringan narkoba tersebut.

“Dia ikut karena alasan ekonomi dan utang budi kepada salah satu bandar di atas dia yang bernama Rian,” terang Suwondo.

Kemungkinan besar, kata Suwondo, Zul merupakan bagian jaringan narkoba sindikat internasional. “Jika dilihat dari packing sabu-sabu milik jaringan ini, mereka merupakan jaringan luar negeri,” katanya. (bry/oni/JPG/r8)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Banyak Manfaat, Petani di Mataram Justru Enggan Terima Kartu Tani

”Ketika daftar, dia berada di titik lahan A dengan luas sekian. Namun, ketika kartu ini keluar, dia sudah mutasi nyewa lahan lain dengan luas berbeda,” jelasnya, Selasa (29/9/2020).

Bisnis Hidroponik, Bantu Perekonomian Warga Kota saat Pandemi

”Mereka bisa jual sendiri, atau bisa juga bermitra dengan kami. Soal pasar, kami yang carikan,” katanya kepada Lombok Post, Rabu (30/9/2020).

Dilantik Lusa, Kontribusi Pemuda Muhammadiyah Kota Mataram Dinanti

"Kita mengambil tema meneguhkan semangat kepemudaan untuk Kota Mataram maju dan religius," kata Ketua PDPM Kota Mataram Iskandar.

Dompu Zona Merah, Simulasi KBM Tatap Muka Dua Sekolah Distop

Rinciannya, SMAN 1 dan 2 Kilo, SMAN 1 dan 3 Pekat, SMAN 1 Kempo, SMKN 1 Manggalewa, SMKN 2 Dompu, dan SMAN 1 Hu’u. Namun, hanya simulasi di SMKN 2 Dompu dan SMAN 1 Hu’u yang dihentikan. ”Pertimbangannya, karena sekolah itu ada di wilayah kota dan dekat kota, sebagai pusat penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Cegah Penyakit Jantung di Masa Pandemi

dr. Yusra Pintaningrum, SpJP(K),FIHA,FAPSC,FAsCC

Sah! Gaji dan Tunjangan PPPK Sama dengan PNS

Penantian panjang honorer K2 yang lulus seleksi tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019 lalu akhirnya usai sudah. Payung hukum terkait gaji dan tunjangan PPPK telah diterbitkan.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks