alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

Insya Allah, Awal Puasa Ramadan Tahun Ini Kompak 24 April

JAKARTA-Muhammadiyah sudah menetapkan awal puasa, lebaran, sampai Idul Adha tahun ini atau 1441 hijriyah. Sementara pemerintah masih menunggu sidang isbat yang nantinya digelar oleh Kementerian Agama (Kemenag). Analisa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) menyebutkan awal puasa, lebaran, dan Idul Ahda tahun ini kompak.

Merujuk pada Maklumat Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang beredar Sabtu (7/3) lalu, awal puasa atau 1 Ramadan jatuh pada Jumat, 24 April. Hasil hisab atau penghitungan mereka, tinggi hilal atau bulan muda pada 23 April mencapai tiga derajat di atas ufuk.

Kemudian Muhammadiyah juga menetapkan bahwa 1 Syawal atau lebaran jatuh pada Minggu, 24 Mei. Dasarnya adalah perhitungan hisab yang menunjukkan tinggi hilal mencapai 6 derajat pada Sabtu, 23 Mei. Lalu Muhammadiyah menetapkan Idul Adha (10 Dzulhijjah) jatuh pada Jumat, 31 Juli. Dasarnya tinggi hilal pada 21 Juli mencapai tujuh derajat di atas ufuk, sehingga 1 Dzulhijjah jatuh pada 22 Juli.

Kepala Lapan Thomas Djamaluddin menuturkan Muhammadiyah menggunakan acuan hisab untuk menetapkan tanggal-tanggal penting dalam kelender hijriyah. Termasuk penetapan 1 Ramadan, 1 Syawal, dan Idul Adha. Sementara Nahdlatul Ulama (MU) menggunakan pengamatan hilal secara langsung atau biasa disebut rukyat.

Tinggi hilal yang sangat memungkinkan untuk diamati saat rukyat minimal 2 derejat. Sementara dari hasil hisab Muhammadiyah itu, tinggal hilal lebih dari dua derajat semuanya. “Dengan kriteria wujudul hilal yang digunakan Muhammadiyah dan kriteria tinggi bulan dua derajat yang digunakan NU dan pemerintah, awal Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha insya Allah seragam,” katanya kemarin.

Staf Ahli sekaligus Juru Bicara Kementerian Agama (Kemenag) Oman Fathurrahman mengatakan tidak apa-apa Muhammadiyah mengeluarkan keputusan awal Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha lebih dahulu ketimbang pemerintah.

“Kan Muhammadiyah menggunakan metode hisab yang dimungkinkan (keluar lebih dahulu, Red). Ini bagian dari keragaman keberagamaan Muslim di Indonesia,” jelas guru besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu.

Menurut Oman, Ramadan dan Idul Fitri kan ritual rutin umat Islam. Menurut dia dalam penentuan awal Ramadan maupun 1 Syawal umat Islam di Indonesia sudah terbiasa menghadapi perbedaan. Sebab menurut dia perbedaan itu memang dimungkinkan oleh fikih Islam yang berlaku.

“Hal terpenting adalah kita perlu saling menghormati perbedaan itu,” katanya. Dia mengatakan seperti biasanya, Kemenag akan menggelar sidang isbat dalam menentukan 1 Ramadan atau 1 Syawal dan hari-hari penting lainnya. Pada gelaran isbat tersebut, Kemenag akan mengundnag perwakilan sejumlah ormas Islam yang ada di Indonesia. (wan/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Jasa Raharja NTB turut Berpartisipasi Meriahkan Hut Lantas Ke-65

Sebagai bentuk koordinasi dan memperkokoh sinergi Kepala Cabang Jasa Raharja (JR) NTB bersama jajaran, Selasa (22/9) turut serta memeriahkan puncak HUT Lalu Lintas Bhayangkara Ke-65.

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.
Enable Notifications    Ok No thanks