alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Persiapan Sirkuit MotoGP Mandalika Oke, Hotel Masih Jadi Masalah

LOMBOK TENGAH-Event penyelenggaraan MotoGP Lombok kurang dari dua tahun. Ketersediaan hotel di kawasan Mandalika, lokasi sirkuit MotoGP, masih menjadi salah satu pekerjaan rumah.

“Kalau persiapan MotoGP cukup baik. Kecuali persoalan hotel saja,” kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, di sela meninjau KEK Mandalika di Lombok Tengah, kemarin (6/3).

Menko Luhut menggelar kunjungan kerja sehari di Mandalika dan Bandara Internasional Lombok untuk melihat langsung capaian fasiltias utama dan penunjang MotoGP Lombok yang akan digelar tahun 2021.

Menko Luhut didampingi Gubernur NTB Zulkieflimansyah dan diterima Direktur Utama ITDC Abdulbar M Mansoer. Turut hadir juga Sekda NTB Lalu Gita Aryadi dan Sekda Loteng HM Nursiah.

Hujan yang mengguyur tidak menyurutkan langkah Luhut melihat dari dekat sejumlah fasilitas pendukung MotoGP di kawasan Pantai Kuta. Setelah itu kemudian langsung menggelar pertemuan tertutup di salah satu ruang milik PT WIKA di dalam kawasan. Sementara peninjauan langsung proyek sirkuit tidak dilakukan. Namun, informasi yang dihimpun Lombok Post, dalam pertemuan tertutup, Menko Luhut telah mendapat penjelasan detil terkait capaian pembangunan sirkuit.

Karena itu, Menko Luhut mengingatkan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), pengelola kawasan Mandalika untuk menggenjot para investor agar menuntaskan pembangunan hotel mereka di dalam kawasan.

“Yang sudah membangun, tapi masih mangkrak segera dilanjutkan. Yang belum sama sekali, segera diwujudkan,” tandas politisi senior Partai Golkar ini.

Dia menegaskan, sebelum perhelatan MotoGP pertengahan atau akhir tahun depan, hotel-hotel baru tersebut di kawasan Mandalika harus sudah berdiri. Sudah bisa digunakan pengunjung dari berbagai negara. Perkiraan sementara, event MotoGP Lombok akan disaksikan sedikitnya 300 ribu ribu orang.

Sementara untuk fasilitas utama penopang balapan, Luhut mengingatkan agar ITDC mengawal dengan hati-hati. Harus sesuai standar Dorna, penyelenggara MotoGP. Dan jangan sampai ada komplain.

Fasilias-fasilitas tersebut dijadwalkan rampung akhir tahun ini. Sebab, rencananya, Februari atau Maret 2021, Sirkuit Mandalika telah dijadwalkan Dorna untuk menjadi tuan rumah tes pra musim. Tes ini wajib diikuti seluruh pembalap yang akan berlaga di MotoGP 2021.

Sementara pada saat yang sama, selain persoalan hotel, Menko Luhut juga menerima laporan soal adanya sisa sengketa lahan di KEK Mandalika. Dia memastikan, pada waktunya semua akan tuntas. Pemkab Loteng dan Pemprov NTB diminta membantu. Terlebih, kalau seluruh investasi di KEK Mandalika berjalan, maka roda ekonomi masyarakat ikut berputar kencang.

Imbas Gempa

Di tempat yang sama, Direktur Utama ITDC Abdulbar M Mansoer mengungkapkan, saat ini ada tiga hotel bintang lima yang sedang dibangun di dalam kawasan.

Menurut Abdulbar, proses pembangunan hotel memang sempat terkendala pascagempa besar beruntun yang melanda Lombok. “Masih ada waktu 1,5 tahun lagi. Hotel-hotel ini akan segera berdiri,” kata dia.

Tiga hotel tersebut yakni Hotel Pullman dengan 270 kamar. Kemudian Hotel Royal Tulip dengan 198 kamar, dan Hotel Paramount sebanyak 525 kamar.

Sementara yang masih ditunggu realisasi investasinya adalah Hotel X2 yang direncanakan membangun 240 kamar. Kemudian Hotel Grand Mercure dengan 342 kamar, Hotel Marriot dengan 173 kamar, dan Hotel Club Med dengan 350 kamar.

Hotel-hotel tersebut kata Abdulbar sudah menandatangani land utility development agreement (LUDA). Mendapatkan dokuman hak guna selama 30 tahun. Dan bisa diperpanjang kembali selama 20 tahun. Lalu, diperbaharui 30 tahun lagi, sehingga total 80 tahun.

“Target kami selama 10 tahun ke depan, jumlah kamar hotel sudah 12 ribu,” katanya.

Rencana Cadangan

Diakui Abdulbar, jumlah hotel yang tersedia saat MotoGP Lombok digelar tahun depan memang belum akan banyak. Karena itu, pihaknya juga sudah menyiapkan langkah antisipasi.

Dijelaskan, bahwa untuk menutupi kekurangan kamar hotel di KEK Mandalika, tentu hotel-hotel di Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, dan Lombok Utara, akan digunakan oleh para penggila balap motor MotoGP. Akan ada pula rencana kapal pesiar yang bersandar di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, sehingga para penonton juga bisa menginap di sana.

Bahkan, dengan jarak penerbangan yang Cuma 25 menit, dan kapal cepat yang hanya dua jam, hotel-hotel di Bali juga bisa menjadi pilihan para penikmat MotoGP untuk menginap untuk kemudian berangkat menonton MotoGP Lombok.

Dijelaskan Abdulbar, penikmat MotoGP berbeda dengan Formula Satu. Penggila MotoGP bisa saja menginap di vila, homestay, bahkan rumah-rumah warga. Perhelatan MotoGP biasanya dilaksanakan selama tiga hari.

Bahkan, rencananya, di dalam kawasan Mandalika, akan ada pula lokasi-lokasi glamping, di mana di sana, para penikmat MotoGP dapat menginap di tenda-tenda mewah, dengan layanan seperti hotel berbintang. (dss/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

HARUM Goda Pemilih Millenial Lewat Lomba Film Pendek dan E-Sport

Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mencoba menggoda pemilih milenial. Caranya, dengan menggelar film pendek dan e-sport. "Orang yang menggeluti dunia film tidak banyak. Bagi sebagian orang ini ekslusif. Prosesnya panjang," kata Mohan Sabtu malam (19/9) lalu.

Cerita Shaina Babheer saat Memerankan Sosok Kikin dalam film MOHAN

Shaina Azizah Putri dipilih untuk memerankan sosok Kikin Roliskana dalam film pendek berjudul "Mohan". Ini menjadi tantangan baru bagi dara yang sudah membintangi beberapa sinetron dan FTV nasional ini.

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Korem 162/WB Gelar Bakti Sosial di KEK Mandalika

Sejumlah kegiatan bakti sosial di gelar Korem 162/WB dalam rangka menyambut HUT TNI ke-75 di Loteng. “Terima kasih TNI karena menggelar salah satu rangkaian HUT-nya, di daerah kami tercinta,” ujar Asisten II Setda Loteng H Nasrun, kemarin (18/9).

Dugaan Korupsi Pembangunan RS Pratama Dompu Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama Manggelewa, Dompu, tahun 2017 sebentar lagi rampung. ”Kira-kira dua minggu lagi kita naikkan ke penyidikan,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hasil Uji Diragukan, Dua Merek Alat Rapid Test asal China Dipakai di NTB

MATARAM-Dua dari tiga merek alat rapid test yang diragukan akurasinya dipakai di NTB. Yakni VivaDiag dan Wondfo. ”Itu kami dapat bantuan dari pusat, silahkan...
Enable Notifications    Ok No thanks