alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Megawati Pimpin PDIP untuk Kelima Kalinya

DENPASAR–Kongres V PDIP di Bali menjadi panggung penegasan Megawati Soekarno untuk kembali memimpin partai banteng moncong putih itu. Pengukuhan berjalan mulus melalui aklamasi peserta kongres dari 514 DPC dan 34 DPD se-Indonesia. Bertempat di Grand Inna Bali Beach Hotel, Sanur, Bali, Megawati membacakan sumpah janji jabatan secara tertutup tadi malam.

Dengan demikian, Megawati menjadi ketum umum (ketum) partai terlama di Indonesia. Presiden RI ke-5 itu memipin PDIP sejak partai itu masih bernama PDIP tahun 1996. Setelah reformasi, dia terpilih sampai lima kali secara berturut-turut. Yaitu kongres I PDIP pada 1999, Kongres II 2005, Kongres III 2010, Kongres IV 2015 dan Kongres V 2019 ini.

Seusai dikukuhkan, Megawati langsung menyampaikan konferensi pers. Disampaikan, dalam struktur kepengurus baru nanti, dipastikan tidak ada jabatan ketua harian maupun wakil ketua umum. Dia mengaku mendengar munculnya wacana jabatan baru di struktur DPP. Yaitu wacana ketua harian dan wakil ketua umum. Pertimbanganya adalah regenerasi partai.

’’Memang muncul pertanyaan. Apakah saya tidak jadi ketua umum lagi? Apakah saya akan menyerahkan kepada ketua harian atau wakil ketua umum? Sekarang sudah dijawab, semua itu tidak ada,” tegas Megawati.

’’Saya tetap ketua umum yang diberi hak prerogatif dalam membentuk DPP partai,” tambahnya.

Kesempatan itu sekaligus dijadikan Megawati untuk bicara juga soal isu regenerasi partai. Megawati mengatakan anak muda harus bekerja keras mendapatkan rekomendasi partai. Setelah itu bekerja keras lagi untuk belajar kepemimpinan dan manajeril. Juga harus rajin turun di masyarakat.

’’Saya harap media bisa memberi penjelasan kepada rakyat apakah seseorang itu benar-benar mampu dan memiliki pengalaman untuk menjadi pemimpinnya,” imbuhnya.

Bukan hanya dalam struktur partai. Dua juga menyandingkannya dengan isu kabinet menteri milenial. Dia bilang, anak muda harus teruji lebih dahulu. Minimal, ujar dia, dengan cara terpilih sebagai anggota DPR dan bekerja di parlemen. Dari sana seorang pemimpin akan belajar dinamika. Bagaimana sulitnya membuat undang-undang karena harus bekerja lintas parpol.

’’Dia harus berkomunikasi dengan banyak pihak. Dari sinilah proses dia berpengalaman,” ujarnya.

Megawati mengatakan dirinya bukan tidak mendukung anak muda yang masuk di kabinet. Dirinya pun bukan merendahkan kualitas anak-anak muda.

Hanya saja membandingkan sosok tua dan muda dinilainya sangat tidak relevan.

Dia bilang, anak muda yang dikenal pintar belum tentu bisa berhasil di tingkat pemerintahan. Baginya, faktor penting yang mengasah calon pemimpin adalah pengalaman di bidang politik. “Bukan saya tidak pro milenial. Tapi ini masalah bangsa dan negara. Jadi harus kompeten, punya pengalaman bidang politik,” tegasnya.

Pidato Kebangsaan

Pukul 13.30 kemarin, menandai pembukaan kongres, Megawati juga menyampaikan pidato politiknya. Di hadapan ribuan kader dan petinggi partai lain, putri Bung Karno itu berpidato selama 1,5 jam. Orasinya dinilai membakar semangat para kader PDIP.

’’Dulu saya merasakan pahitnya mengurus partai ini. Sekarang kita sudah jadi pemenang dua kali berturut-turut,” katanya lalu disambut pekikan ’’Merdeka” oleh para kader.

Dalam pidatonya, Megawati banyak menyorot tentang fenomena intoleransi akhir-akhir ini. Menurutnya, sikap intoleran dapat memecah-belah bangsa. Bahkan bisa menimbulkan disintegrasi bangsa. ’’Demokrasi tanpa toleransi akan timbulkan perpecahan,” ujarnya.

Dia prihatin dengan fenomena itu. Megawati mengaku banyak merenung dengan ancaman disintegrasi pada pemilu 2019. Dia bilang, ancaman disintegrasi karena sikap tidak toleran adalah satu satu kekhawatiran Bung Karno. Dia pun mengutip pidato Bung Karno bahwa gejala-gejala intoleransi bisa mengancam keutuhan Indonesia.

’’Kader-kader PDI Perjuangan yang saya cintai, resapi kata-kata Bung Karno. Toleransi dan demokrasi adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan dalam berpolitik,” seru Megawati.

Di sisi lain, pidato politik itu juga menjadi momen bagi Megawati untuk melontarkan banyak candaan-candangan. Salah satu momen itu saat Megawati secara khusus menyebut Prabowo Subianto. Prabowo memang hadir langsung dalam pembukaan kongres kemarin.

’’Mas Bowo, saya ini sudah capai bertempur terus,” kata Megawati.

Mendengar ucapan Megawati itu, Prabowo langsung bangkit dari duduknya. Dia menangkupkan kedua tangannya di dada. Melihat itu ruang kongres bergemuruh karena tepukan tangan. ’’Ada saatnya kita tempur. Nanti 2024 kita boleh tempur lagi. Boleh nggak?,” seloroh Megawati yang kembali mendapat tepukan hadirin.

Megawati juga sempat menceritakan beberapa momen saat pilpres 2019. Salah satunya saat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi memindahkan markas pemenangan ke Jawa Tengah (Jateng).

’’Waktu itu Pak Prabowo, mau dipindahkan poskonya ke Jateng. Saya mikir nih mau datengin juga si Bowo (Prabowo Subianto, Red),” ucap Megawati. Lagi-lagi ruang kongres bergemuruh oleh tawa peserta kongres.

Prabowo yang duduk di deretan depan bersisian dengan KH Ma’ruf Amin juga tertawa mendengar seloroh Megawati itu. Tak hanya dia, para elite koalisi Indonesia kerja (KIK) yang hadir juga ikut terbahak. Megawati mengakui kala itu situasi politik memang agak merepotkan.

Tim Prabowo dinilai sempat membuat kewalahan pihaknya di Jateng. Meski demikian, dia optimistis Jateng tetap menjadi kandang banteng. Dia meminta seluruh kader di wilayah itu merapatkan barisan.

’’Saya turun di Jateng. Saya tanya kader, kalian banteng apa bukan? Kalau banteng, berhenti merumput, gosok tanduk kamu,” tutur Megawati.

Sehingga harus merapatkan barisan untuk menjaga suara di wilayah tersebut. ’’Tapi Mas Prabowi ini, sekarang deket-deketin saya ya,” ujar Megawati dan lagi-lagi dibawa sambut hadirin.

Momen keakraban Prabowo dengan Megawati juga terlihat saat berpamitan pulang. Prabowo yang sudah di dalam mobil, tiba-tiba melihat Megawati bersama Prananda Prabowo dan Puan Maharani di lobby hotel. Ketua umum Gerindra itu langsung turun dan berpamitan.

’’Bu saya duluan ya. Terima kasih sudah diundang,” ujar Prabowo.

Tak lama berselang, Puan Maharani langsung mengeluarkan telepon genggamnya dan melakukan swafoto. Usai melakukan swafoto, Prabowo sempat membalas candaan Megawati di dalam pidato kongres.

’’Saya sudah kena banyak pukul,” canda Prabowo dibalas dengan tertawa bersama.

Minta Jatah Kursi Terbanyak

Momen itu juga dijadikan Megawati untuk berbicara kursi menteri untuk PDIP. Kepada Presiden Joko Widodo, Megawati meminta diberi prioritas. Agar partainya diberi jatah kursi menteri yang paling besar diantara parpol pengusung lainnya.

Awalnya, Megawati bercerita bagaimana dia menjaga PDIP  untuk selalu konsisten dalam perjuangan. Selama 10 tahun pemerintahan SBY, tutur dua, selalu ditawari agar bergabung ke pemerintah. Caranya adalah dengan tawaran kursi menteri. Namun Megawati selalu menolak. Nah, kondisi itu membuat beberapa kader protes.

’’Saya bilang, kalau kamu ingin jadi menteri, keluar dari PDIP,” ujarnya.

Saat itulah, lirikan Megawati tertuju ke Jokowi. Dia bilang, saat ini Jokowi mesti memberikan jatah kursi menteri kepada kader PDIP. Sebab, partainya sudah dua kali menjadikan Jokowi sebagai pemenang.

’’Kita pemenang dua kali. Betul tidak? Kalau nanti dikasih cuma 4 (menteri, Red), nggak mau. Aku emoh,” ata Megawati yang disambut tawa hadirin.

Mendapat pertanyaan itu, Jokowi langsung memberi jawaban saat berpidato. Dikatakan, dia menjamin dirinya akan memberikan jatah kursi terbanyak untuk PDIP.

’’Yang jelas PDIP pasti yang paling banyak (kursi menteri, Red). Jaminannya saya,” tegasnya yang langsung disambut tepuk tangan. (mar/JPG/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.

Hari Pertama Razia Masker di NTB, Pemda Kumpulkan Denda Rp 9,1 Juta

Sebanyak 170 orang tidak menggunakan masker terjaring razia di hari pertama penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan di seluruh NTB, kemarin (14/9). Dari para pelanggar di semua titik operasi ini, Badan Pendapatan Daerah NTB pun mengumpulkan uang sebesar Rp 9,1 juta.
Enable Notifications    Ok No thanks