alexametrics
Sabtu, 25 Juni 2022
Sabtu, 25 Juni 2022

Vaksinasi Dosis Pertama Hampir 70 Persen, Harus Tetap Jaga Prokes

JAKARTA-Jubir Pemerintah untuk COVID-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru dr Reisa Broto Asmoro mengatakan, hampir 70 persen sasaran vaksinasi di Indonesia telah mendapatkan setidaknya suntikan dosis pertama.

Masyarakat diimbau segera melengkapi vaksin dengan dosis kedua dan tetap disiplin menjaga protokol kesehatan (prokes). Terutama menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang dikhawatirkan memunculkan lonjakan kasus.

Reisa menyebutkan sejak vaksin covid pertama kali tiba di tanah air pada 6 Desember 2020 lalu, Indonesia telah menerima lebih dari 400 juta dosis.

Angka tersebut dapat dicapai dengan upaya pemerintah mengadakan vaksin melalui berbagai cara. Antara lain pembelian langsung, hibah dari negara sahabat, atau melalui kerja sama internasional seperti COVAX Facility, di mana Indonesia adalah salah satu pemimpinnya.

Hingga 7 Desember 2021, tutur Reisa, sudah lebih dari 100 juta warga Indonesia yang telah mendapatkan dosis lengkap vaksinasi. Sedangkan yang telah menerima suntikan dosis pertama total hampir 145 juta orang, atau dengan kata lain, hampir 70 persen dari sasaran vaksinasi.

”Berarti masih ada sekitar 45 juta warga yang sedang menunggu dosis keduanya,” tambah Reisa.

Guna mendukung ketersediaan vaksin, sejak setahun ini, program vaksinasi Indonesia telah menyediakan setidaknya 7 jenis vaksin, yaitu Sinovac, Vaksin covid dari PT Bio Farma, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, Pfizer, dan Janssen.

Baca Juga :  Mengenal Ajaran Buddhisme Humanistik Melalui Kelas Online Buddha Dharma

Sedangkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), sudah mengeluarkan izin penggunaan darurat untuk 11 jenis vaksin covid.

Berkat upaya seluruh pihak, berdasarkan data Our World in Data pada awal Desember 2021 ini, Indonesia menduduki peringkat ke-5 negara dengan jumlah terbanyak vaksinasi COVID-19 dosis lengkap, setelah Tiongkok, India, Amerika Serikat dan Brazil.

Reisa juga menyampaikan apresiasi kepada semua pejuang dan aktor vaksinasi yang berjasa sebagai pahlawan yang membantu mengakhiri pandemi. Terkait target vaksinasi, Reisa menyebutkan, “Kemenkes RI sendiri telah menargetkan vaksinasi lengkap untuk 208,2 juta warga akan dicapai di Maret atau April tahun depan.”

Vaksin, dikatakakannya, bertujuan untuk mengurangi angka kesakitan berat bahkan kematian apabila sampai terpapar. Laporan dari Satgas Penanganan COVID-19 juga menunjukkan bahwa jumlah pasien sembuh naik secara rata-rata dan jumlah pasien COVID-19 yang meninggal dunia semakin sedikit.

Sedangkan dalam konteks perhatian terhadap mutasi virus termasuk terhadap variant of concern yang terbaru Omicron, kata Reisa, WHO menyatakan bahwa vaksin masih ampuh melindungi dari sakit berat dan kematian.

Reisa mengatakan, sejauh ini hasil whole genome sequencing dari Indonesia tidak ditemukan varian Omicron, namun kewaspadaan harus diutamakan. Untuk itu, Reisa mengajak agar perayaan nataru menjadi pembuktian bahwa 280 juta rakyat Indonesia percaya lebih baik mencegah atau memutus penularan sekarang, daripada mengobati dan mengalami lonjakan kasus yang mengkhawatirkan nanti di tahun 2022.

Baca Juga :  Warga Mataram Antusias, Tapi Stok Vaksin dari Pusat Terbatas

Komitmen pemerintah tidak berubah untuk memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat, meningkatkan kualitas penanganan, dan memperketat mobilitas selama Nataru. Pengendalian diterapkan mulai dari pintu masuk kedatangan internasional hingga ke tingkat kabupaten/kota.

Selain itu, juga pelarangan seluruh jenis perayaan tahun baru di hotel, pusat perbelanjaan atau mall, tempat wisata, dan tempat keramaian umum lainnya.

Kemudian, operasional pusat perbelanjaan, restoran, bioskop dan tempat wisata diizinkan dengan kapasitas maksimal 75 persen dan hanya untuk orang dengan kategori hijau sesuai penggunaan aplikasi PeduliLindungi.

Bersamaan dengan itu, Reisa juga mengingatkan kembali pentingnya menjaga prokes. “Seperti pesan Bapak Presiden Joko Widodo sejak awal program vaksinasi di Januari 2021, meski vaksin sudah ada, kita tetap harus disiplin menjalankan protokol kesehatan. Tetap disiplin memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumuman, dan membatasi mobilitas.”

Ia mengimbau pemerintah daerah untuk tetap mempertahankan angka 3T tetap tinggi, serta vaksinasi lengkap sukses menyasar semua kelompok dan di seluruh pelosok tanpa kecuali. “Saat itu dilakukan, insya Allah, 2022 kita akan fokus ke pemulihan bersama dan pulih jauh lebih sehat dan kuat, sesuai tema Presidensi indonesia di G20, recover together, recover stronger,” tegas Reisa. (jlo)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/