alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Bersandar di Gili Mas, Penumpang Kapal Columbus Jalan-jalan ke Senggigi

KAPAL pesiar Columbus merapat sesuai jadwal di Pelabuhan Lembar. Tak ada masalah. Kapal pesiar yang mengawali perjalanan dari Sydney, Australia tersebut kemarin pagi berlabuh di Pelabuhan Gili Mas, Lombok Barat. Kapal itu membawa 1.027 orang wisatawan.

”Masyarakat tidak perlu khawatir, wisatawan yang datang ini sama dengan yang datang lewat pesawat,” kata Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Lembar M Junaidin, kemarin (10/3).

Pantauan Lombok Post, kapal yang datang dari Benoa, Bali itu sandar di Pelabuhan Gili Mas sejak pagi. Sebelum penumpang turun, petugas kesehatan dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Mataram melakukan pemeriksaan.

Turis-turis yang dinyatakan sehat diperbolehkan turun. Mereka kemudian berwisata ke beberapa destinasi wisata di Lombok. Saat turun mereka disambut karpet merah dan musik gendang beleq.

Dari 1.027 orang penumpang, 315 orang telah memesan travel untuk pelesir. Sisanya, ada yang hanya jalan-jalan di sekiar Pelabuhan Gili Mas. Ada pula yang memesan jasa travel secara mandiri.

”Mereka ke Museum NTB, Senggigi, Desa Lingsar, dan Desa Sukarara,” kata Heri, salah satu tim agen perjalanan wisata yang melayani para wisatawan dari kapal pesiar Columbus.

BAWA TURIS: Kapal pesiar Columbus tiba di pelabuhan Gili Mas, Lembar, Lombok Barat, kemarin. Kapal ini memuat 1.020 wisatawan Selasa (10/3/20). (IVAN/ LOMBOK POST)

Para turis disambut dengan baik agen travel maupun pedagang di pintu keluar. Mereka berinteraksi seperti biasa. Tempat penukaran uang pun disediakan di lokasi tersebut.

Junaidin menegaskan, semua penumpang yang turun dari kapal terjamin kesehatannya. Tidak ada yang sakit apalagi terjangkit virus Korona. ”Kalau ada orang yang sakit di kapal lebih cepat terdeteksi, sudah ketahuan oleh kita,” katanya.

Pemilik kapal, kata Junaidin, tidak mungkin menyembunyikan ketika ada penumpang sakit. ”Mereka juga bisa kena sanksi dari badan internasional IMO kalau menutupi,” ujarnya.

KSOP memastikan, prosedur pemeriksaan sesuai standar internasional. Sebelum berlabuh, mereka mengantongi dokumen Maritime Declaration of Health (MDH). Itu menandakan kapal dinyatakan sehat, baik anak buah kapal maupun penumpang. ”Sebelum masuk, dokumen ini sudah disampaikan ke kita,” katanya.

Saat akan turun, penumpang diperiksa kembali petugas KKP Kelas II Mataram yang naik ke atas kapal. Setelah dinyatakan sehat, baru penumpang boleh turun. ”Di kapal sendiri ada klinik dan ada dokter yang menangani,” jelasnya.

Prosedur itu telah dilaksanakan sejak lama, kemudian diperketat lagi dengan adanya isu wabah Korona. ”Pemeriksaan berlapis, di Benoa diperiksa juga kemarin,” katanya.

Karenanya dia mengharapkan, masyarakat tenang. Apalagi kapal tersebut tidak melewati negara-negara yang terkena wabah Korona. Dia berangkat dari Sydney, Australia kemudian ke Benoa, Bali. Baru kemudian ke Lembar, Lombok. ”Setelah Lembar mereka akan lanjutkan ke Surabaya, Semarang, dan Jakarta,” jelasnya.

”Setelah dari Indonesia, kapal pesiar MV Columbus akan melanjutkan perjalanan ke Sri Lanka,” tambahnya.

Para pedagang dan pengusaha travel yang ada di Pelabuhan Gili Mas mengaku tidak khawatir dengan isu-isu virus Korona. Meski waswas, namun mereka yakin terhadap upaya pemerintah. ”Pemerintah pasti melakukan yang terbaik, tidak mungkin merugikan masyarakat, ini semua demi kemaslahatan bersama,” kata Ahmad Hanan, pengusaha travel Lombok Paradise.

Jika pemeriksaan sudah sesuai SOP kemudian dinyatakan sehat, baginya tidak ada masalah kapal diterima. ”Kalau kapal yang teridentifikasi tidak save ya ditolak,” katanya.

Masyarakat menurutnya terlalu paranoid dengan wabah Korona. Ketika semua prosedur perlindungan sudah dilalui, dia merasa tidak perlu takut.  ”Siapa sih yang tidak khawatir, tapi pastinya pemerintah melakukan tindakan preventif,” ujarnya.

Hal sama diungkapkan Rusmiati, pedagang kaki lima di lokasi tersebut. Dia yakin mereka yang turun dari kapal pesair terjamin kesehatannya. ”Sebelum masuk sini dia sudah dicek kesehatannya,” katanya.

Karena itu, dia merasa tidak khawatir dengan kedatangan para turis kapal pesiar. ”Kalau saya khawatir tidak mungkin saya jualan di sini,” katanya.

Berbeda dengan Fahrul, pedagang souvenir di Pelabuhan Gili Mas. Dia masih tetap merasa waswas, namun dia tetap berjualan di lokasi itu. ”Ya mau tidak mau harus waspada saja, mudahan tidak ada masalah,” harapnya. (ili/r6)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Kampung Sehat, Warga Desa Setanggor Semangat Gotong Royong

GAIRAH warga Desa Setanggor, Kecamatan Praya Barat sedang menggebu-gebu untuk mewujudkan lingkungan mereka yang bersih dan sehat. Karena itu, jangan heran manakala menemukan semangat gotong royong masyarakat di desa ini sangat tinggi.

Satu Gerakan, Warga Desa Kuripan Lawan Penyebaran Covid-19

Warga Desa Kuripan kian konsisten menerapkan protokol kesehatan. Apalagi setelah berhasil menyabet juara pertama untuk tingkat kabupaten di lomba Kampung Sehat. Sederet inovasi pun telah disiapkan Desa Kuripan.

Simulasi KBM Tatap Muka SMA Sederajat di NTB Pekan Kedua Dimulai

Simulasi KBM tatap muka untuk SMA sederajat di NTB memasuki pekan kedua. ”Sambil kami tetap memantau perkembangan penyebaran Pandemi Virus Korona,” kata Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan, pada Lombok Post, Minggu (20/9/2020).  

Mendikbud Pastikan Wacana Penghapusan Mapel Sejarah Hoaks

”Tidak ada sama sekali kebijakan regulasi atau perencanaan penghapusan mata pelajaran sejarah di kurikulum nasional,” tegas dia.

HARUM Goda Pemilih Millenial Lewat Lomba Film Pendek dan E-Sport

Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mencoba menggoda pemilih milenial. Caranya, dengan menggelar film pendek dan e-sport. "Orang yang menggeluti dunia film tidak banyak. Bagi sebagian orang ini ekslusif. Prosesnya panjang," kata Mohan Sabtu malam (19/9) lalu.

Cerita Shaina Babheer saat Memerankan Sosok Kikin dalam film MOHAN

Shaina Azizah Putri dipilih untuk memerankan sosok Kikin Roliskana dalam film pendek berjudul "Mohan". Ini menjadi tantangan baru bagi dara yang sudah membintangi beberapa sinetron dan FTV nasional ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.
Enable Notifications    Ok No thanks