alexametrics
Sabtu, 8 Agustus 2020
Sabtu, 8 Agustus 2020

Kasus Korona Melonjak, NTB Bersiap Naik Status ke Tanggap Darurat

MATARAM-Kasus positif Covid-19 di NTB terus melonjak. Enam kabupaten kota  sudah terpapar. Dalam tiga hari terakhir, 17 kasus baru muncul. ”Baiknya pemerintah segera mempertimbangkan mengambil pilihan tanggap darurat,” seru Anggota Komisi V DPRD NTB Akhdiansyah, Jumat (10/4) lalu.

Sebaran kasus positif Covid-19 kini hampir di semua daerah. Hingga Jumat lalu Kota Mataram terbanyak dengan 14 kasus, dua di antaranya meninggal dunia dan satu orang sembuh. Terbanyak kedua Lombok Timur dengan lima kasus, dan Lombok Barat dua kasus.

Lombok Tengah, Lombok Utara, dan Sumbawa masing-masing satu kasus positif Covid-19. Sedangkan pasien dalam pengawasan (PDP) tersebar di semua daerah.

Dengan menaikkan status tanggap darurat, kata Akhdiansyah, penanganan Covid-19 akan lebih cepat. ”Penanganan dampak buruk bencana bisa segera dilakukan,” kata politisi PKB itu.

Dengan status tanggap darurat, perhatian dari pusat juga lebih besar, sehingga mempermudah penanganan. ”Penyelamatan dan evakuasi masyarakat yang terkena bencana bisa lebih cepat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD NTB H Ahsanul Khalik yang dikonfirmasi terkait status bencana menjelaskan, Pemprov tengah menyiapkan opsi menaikkan status dari siaga darurat menjadi tanggap darurat bencana non alam Covid-19. ”Kami sudah siapkan,” singkatnya.

Menurutnya, penetapan status tanggap darurat harus dengan pertimbangan matang, tidak bisa terburu-buru.

PDP Bertambah

Sekda NTB HL Gita Ariadi menjelaskan  jumlah PDP hingga Jumat kemarin mencapai 117 orang, dengan rincian 42 orang masih diisolasi, 75 PDP selesai pengawasan, dan sembilan orang PDP meninggal. Sedangkan orang dalam pemantauan (ODP) mencapai 3.550 orang, 1.763 orang di antaranya masih dalam pemantauan dan 1.787 orang selesai pemantauan.

Sedangkan orang tanpa gejala (OTG), yaitu orang yang kontak dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala 8.757 orang. Mereka terdiri dari 6.996 orang masih dalam pemantauandan1.761orangselesaipemantauan.

Sedangkan pelaku perjalanan tanpa gejala (PPTG), yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 mencapai 17.690 orang. Masih menjalani karantina 11.318 orang dan selesai masa karantina 6.371 orang.

Gita berharap, masyarakat aktif mencegah penularan penyakit Covid-19 dengan disiplin physical distancing, bekerja di rumah, beribadah di rumah dan belajar di rumah. ”Jika terpaksa keluar rumah agar selalu menggunakan masker,” imbuhnya.(ili/r6/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Warga Kompak, Desa Kebon Ayu Gerung Pertahankan Zona Bebas Korona

Desa Kebon Ayu menjadi salah satu peserta lomba kampung sehat mewakili Kecamatan Gerung Lombok Barat bersama dua desa lainnya. Desa ini menjadi salah satu desa yang bebas dari wabah virus Covid-19. Apa rahasianya?

Di Kota Bima, Penilaian Kampung Sehat Dimulai dari Kecamatan Raba

LOMBA Kampung Sehat Nurut Tatanan Baru Polda NTB mulai memasuki babak penilaian di Kota Bima. Penilaian dilaksanakan di Kelurahan Rabadompu Barat, Kecamatan Raba, Kota Bima.

Pilbup Sumbawa Barat, Petahana Berpeluang Lawan Kotak Kosong

Partai NasDem memutuskan mengusung HW Musyafirin-Fud Syaifudin di Kabuapten Sumbawa Barat (KSB). “Ke petahana,” kata Sekretaris Wilayah DPW Partai NasDem NTB Multazam, Jumat  (7/8).

Kenaikan Konsumsi dan Ulah Spekulan Sebabkan Elpiji Langka di Mataram

”Beberapa lokasi di sekitar Mataram yang mengeluh kelangkaan elpiji, bisa jadi disebabkan permintaan dan kebutuhan masyarakat setempat meningkat signifikan,” kata Section Head Communication Pertamina MOR V Ahad Rahedi

Pemerataan Mutu Pendidikan, SMA di NTB Rintis Program Sister School

”Jangan sekolah itu merasa maju sendiri, tetapi harus bisa berbagi dan memiliki imbas kepada sekolah lain,” jelas Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Dikbud NTB H Muhammad Fauzan pada Lombok Post

Efek BDR Dikeluhkan Wali Murid, Disdik Kota Mataram Janji Cari Solusi

”Dana bos itu tidak mungkin akan cukup membelikan keperluan kuota internet anak-anak. Kasian nanti sekolahnya tidak bisa bayar listrik, air hingga guru honor,” kata Kepala Disdik Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

VIDEO : Otopsi Kunci Pengungkapan dugaan Pembunuhan LNS

Polresta Mataram berupaya memecahkan misteri penyebab kematian gadis berinisial LNS. Kuburan perempua yang ditemukan tergantung di salah satu perumahan di Jampung, Mataram ini diotopsi, Senin (3/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks