alexametrics
Minggu, 20 Juni 2021
Minggu, 20 Juni 2021

Mau Munas, IKA Unram Banjir Atensi dan Saran

MATARAM-Agenda Musyawarah Nasional Ikatan Keluarga Alumni Universitas Mataram (IKA Unram) menghitung hari. Selasa (11/5/2021) siang, Pengurus IKA Unram menggelar rapat pembahasan rencana kegiatan Munas bersama Panitia Munas di gedung Rektorat Unram.

Hadir dalam rapat ini Wakil Rektor III Universitas Mataram Prof Hj Enny Yuliani, Ketua Panitia Munas IKA Unram Lalu Athari Fathullah, Bendum IKA Nasiva dan jajaran pengurus IKA Unram di tingkat fakultas.

“Munas IKA Unram tahun ini akan menjadi perekat sinergitas antar alumni Unram ke depan,” kata Sekretaris Jenderal PP IKA Unram Cukup Wibowo yang memimpin rapat.

Saat ini kata dia, sudah terbentuk juga IKA Unram perwakilan Gerbang Kertasusila di Jawa Timur dan di beberapa daerah lain juga akan dikukuhkan. Hal yang menunjukkan semangat sinergitas alumni Unram begitu luar biasa.

Munas IKA Unram bakal digelar akhir bulan ini di Hotel Same, Kota Mataram. Diperkirakan akan dihadiri kurang dari 100 peserta secara offline. Panitia pun sudah berkoordinasi dengan Satgas Covid-19. DIpastikan Munas digelar dengan menerapkan standar prokes ketat.

Pada saat yang sama, Prof Enny Yuliani mengapresiasi kinerja pengurus IKA Unram. Dalam empat tahun terakhir, kata dia, IKA Unram sudah memiliki pondasi yang kuat untuk pengembangan organisasi ke depan.

“Mengelola IKA Unram memang berat, tetapi pengurus saat ini sudah bekerja maksimal,” katanya sembari menekankan Munas agar terselenggara dengan baik.

Persiapan Munas sendiri saat ini sudah 70 persen. Ketua Panitia Munas Lalu Athari Fathullah mengatakan, persiapan akan dikebut setelah libur Hari Raya Idul Fitri usai.

Terkait pendaftaran calon Ketum PP IKA Unram, Athari menyebut hal itu akan dibuka H-10 Munas. Dengan begitu, calon Ketum IKA Unram memiliki waktu dan kesempatan untuk bersosialisasi dan berinteraksi dengan pemilihnya.

Masukan IKA Fakultas

Ketua IKA Fakultas MIPA Unram Murzal Ghazali berharap agar IKA pusat memiliki sinergi dengan IKA kabupaten/kota dan juga fakultas. Karena menurutnya, ikatan alumni di fakultas justru tidak memiliki peranan.

Dia mengaku terus terang tidak tahu siapa yang melantik IKA Fakultas. Pada saat itu di MIPA, yang mengeluarkan SK adalah Dekan. Sehingga perlu dirumuskan model seperti apa antara ikatan di fakultas dan di pusat. Sebab, yang paling banyak punya peran IKA pusat dan daerah.

Sementara Sekretaris IKA FKIP Gito Hadiprayitno merefleksikan sejarah panjang IKA Unram. Sejak dulu dia mengatakan memang tidak ada yang berminat menjadi pengurus IKA. Banyak alumni fokus pada karier mereka masing-masing.

Untuk itu, dia berharap IKA Unram saat ini dapat berubah dan berinovasi. Dia berharap pengurus IKA ke depan tidak berpaku pada program lama. Faktanya, IKA sangat dibutuhkan universitas untuk mendongkrak akreditasi universitas. Sehingga IKA harus mampu tumbuh berinovasi untuk mendongkrak akreditasi.

“Karena IKA sangat dibutuhkan mendongkrak akreditasi bisa A,” katanya.

Karena itu, momentum Munas ini harus menjadi satu pandangan antara IKA yang satu visi dengan universitas. Kegiatan IKA harus memiliki kontribusi untuk akreditasi.

Beberapa masukan diberikan untuk kemandirian IKA Unram. Salah satunya adalah dengan membuat chanel ofisial youtube IKA dan memiliki banyak subscribe. Dia berharap pendapat Adsense youtube mampu membuat IKA mandiri.

Ketua IKA Fakultas Peternakan HL Makmur Said memberikan masukan agar alumni pensiunan dapat didata. Kemudian dibuat sejenis kartu yang dapat memberikan mereka kemudahan di Taspen maupun keringanan pajak bumi dan bangunan.

“Kami punya alumni pensiunan. Kami menawarkan ketika berkumpul minta data,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Cukup Wibowo mengatakan, tantangan IKA ke depannya adalah bagaimana bisa sejajar dengan universitas lain di Indonesia. Ditegaskannya, organisasi yang memiliki kesungguhan tidak mudah.

Dia berharap, di tangan pengurus baru nantinya, nama IKA Unram dapat besar dan tentu saja berguna bagi universitas dan bangsa.

Pesan Kandidat

Di akhir rapat, ada hal yang unik dan menarik. Baik Cukup maupun Prof Enny menyampaikan amanat dan pesan dari calon Ketum PP IKA Unram yang diminta disampaikan di hadapan para peserta rapat.

Cukup Wibowo menyampaikan pesan lisan dari Andy Hadianto yang bertekad dan serius maju dalam pemilihan Ketua Umum IKA Unram. Pesan ini lanjut Cukup merupakan penegasan sikap Ketua Umum KONI NTB tersebut untuk berkompetisi dalam bursa pencalonan Ketum IKA Unram.

“Pak Andi mengutarakan maksudnya tersebut semata mata untuk memajukan IKA Unram agar lebih baik kinerja organisasi ke depannya,” katanya.

Sementara itu Prof Enny mendapat pesan via ponselnya yakni dari H Rosiady Sayuti. Mantan Sekda NTB yang kini menjabat Ketua Program Studi SOsiologi Universitas Mataram tersebut mendukung dan mengajukan nama Ketua DPRD NTB Hj Baiq Isvie Rupaeda sebagai Ketum IKA Unram. Pertimbangannya, dengan kapasitas yang dimiliki, roda organisasi IKA Unram bisa berjalan dengan baik.

Respons Ketum PP IKA Unram

Secara terpisah, Ketua Umum Pengurus Pusat IKA Unram Sirra Prayuna mengatakan, menjadi pengurus IKA harus kreatif agar tidak semata mata menggantungkan pada sumbangan. Apalagi dengan kondisi pandemi saat ini, sulit berharap pada sumbangan konvensional lagi.

“Sebaiknya yang jadi Ketum IKA secara finansial di level cukup agar tidak membebani organisasi,” katanya.

Dikatakan, problem IKA saat ini terkait mengintegrasikan program kampus. Misalnya soal Akreditasi perlu dibicarakan lebih lanjut mengingat IKA ini organisasi yang karakternya guyub yang tidak punya kewajiban pertanggungjawaban secara struktural ke institusi Universitas Mataram.

“Justru orang yang di IKA itu punya kesediaan mengabdi secara totalitas baik pikiran, tenaga, dan finansialnya. Tidak cukup hanya bermodalkan semangat seperti Ormas karena karakteristik kelembagaannya berbeda,” katanya.

Sirra menyambut baik orang-orang yang memiliki kesungguhan dalam membesarkan IKA Unram yang basisnya dalam kebersediaan mengabdi. Karena itu, diksi yang dimunculkan bukan kompetisi dalam pemilihan Ketum IKA mendatang. “Tetapi kebersediaan mengabdi secara totalitas dalam memperkuat hubungan alumni dengan kampus, alumni dengan masyarakat, alumni dengan state,” tandas Sirra.

Sirra sendiri masih mempertimbangkan apakah akan maju atau tidak dalam pemilihan Ketum IKA mendatang. Alasannya, jika ada calon Ketum IKA yang lebih baik dari dirinya, ia siap legowo menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan yang dipegangnya saat ini.

“Kalau tidak aklamasi, saya tidak ingin berkompetisi untuk hal tersebut,” katanya.

Alumni Fakultas Hukum Unram Angkatan 89 ini mengatakan, dirinya juga tidak mau ngoyo-ngoyo untuk maju. Sebab, ikhtiar dirinya hanya semata-mata jalan moral, yakni membesarkan alumni dan almamater agar dipandang dan bermartabat. (kus/r6)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks