alexametrics
Selasa, 14 Juli 2020
Selasa, 14 Juli 2020

Siap-siap, Ujian Masuk Perguruan Tinggi Bakal Dilengkapi Soal Berbahasa Inggris

JAKARTA–Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) – Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) bakal dilaksanakan secara offline pada 5-12 Juli 2020. Hanya peserta sehat yang diijinkan mengikuti ujian.

Ketua Pelaksana Eksekutif Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Budi Prasetyo menegaskan, tak ada ujian susulan bagi mereka yang terdeteksi sakit saat akan mengikuti ujian di pusat UTBK yang dipilih. Syarat tersebut sudah jadi ketentuan yang ditetapkan oleh LTMPT sejak awal pendaftaran.

”Karena kami tidak ingin ada klaster baru, klaster UTBK,” ungkapnya dalam diskusi online kemarin (8/6).

Dia menambahkan, protokol kesehatan akan diterapkan secara ketat. Pihaknya terus berkoordinasi dengan satgas Covid-19 baik pusat maupun daerah. Karenanya, meski hanya mensyaratkan sehat dengan protokol pengukuran temperature suhu peserta, pengaturan jarak meja computer, dan kewajiban memakai masker saja, namun persyaratan bisa ditambah. Misal, ketika ada prasyarat tambahan dari satgas Covid-19 daerah yang mengharuskan tak cukup masker saja tapi juga sarung tangan. Maka, ketetapan itu harus dilakukan.

Pemeriksaan ini, lanjut dia, bakal diterapkan sejak pintu gerbang perguruan tinggi negeri (PTN) pusat UTBK. Jika sehat dan memenuhi syarat ujian, peserta akan langsung diarahkan menuju ruangan. Bila tidak, diminta untuk kembali pulang.

”Jadi kita keduanya lah, standar minimal kita dipenuhi kemudian juga kebijakan satgas. Kita selalu koordinasi, nanti pakai tim kesehatan satgas,” tuturnya.

Koordinasi ini termasuk ketetapan izin pelaksanaan UTBK di wilayah tersebut. Budi mengatakan, jika nanti saat tanggal pelaksanaan, masih ada daerah yang tidak mengizinkan ujian secara langsung maka bisa ditunda. ”Misalnya, masih di zona hitam atau merah. Nah, itu ya pasti kita akan ambil kebijakan sementara tidak akan kita lakukan pelaksanaan UTBK dulu,” papar guru besar dari Universitas Gajah Mada (UGM) tersebut.

Dalam kesempata yang sama, Budi turut menyinggung terkait soal ujian. Bukan hanya mengenai tak adanya tes potensi akademik (TPA), tapi juga jenis soal bahasa inggris yang bakal muncul nantinya. Ia mengamini, bahwa dari empat sub test pada tes potensi Skolastik (TPS) akan ada sejumlah soal dalam bahasa inggris.

Kendati begitu, Budi menegaskan, bahwa kemunculan soal berbahasa inggris ini bukan untuk menilai kemampuan seseorang dalam berbahasa inggris. ”Itu hanya bagian dari empat sub test, di salah satunya. Jumlahnya juga tidak banyak. Ya kira-kira 15-20 persen,” jelasnya.

Tak ada tujuan khusus. Hal ini, kata dia, lebih untuk menghargai apa yang sudah siswa peroleh selama belajar di sekolah menengah atas (SMA). Menurutnya, ada sejumlah pihak yang sempat protes karean mata pelajaran tersebut sempat ada namun tak muncul di UTBK. ”Ya mohon maaf yang pinter bahasa inggris itu kalo tidak ada itu protesnya macem-macem gitu lah,” katanya.

Selain itu, bakal ada pengurangan waktu ujian. Nantinya, TPS bakal dilaksanakan dalam kurun waktu 105 menit dari sebelumnya 120 menit. Tak perlu khawatir, pengurangan ini bakal diikuti dengan perampingan jumlah soal ujian. (mia/JPG/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Banyak Warga Mataram Menyepelekan Korona

Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram membubarkan kegiatan Car Free Day (CFD) di Jalan Udayana, kemarin. Sebab, kegiatan ini dinilai ilegal. Belum mendapat izin dari pemerintah dan aparat keamanan.

Bantu Nelayan Lobster, Pemprov NTB Diminta Lobi Pemerintah Pusat

Sebagian nelayan lobster di Dusun Awang Balak Desa Mertak, Pujut, Lombok Tengah beralih menjadi pekerja migran Indonesia (PMI). “Mereka berangkat sejak larangan ekspor benih lobster,” tutur salah seorang nelayan lobster Sayid Kadir Al Idrus pada Lombok Post, Minggu (12/7/2020).

Pemprov Kerahkan OPD dan Pol PP Awasi 19 Pasar di Mataram

Pemprov NTB mengerahkan pegawai dan anggota polisi pamong praja mengawasi pasar tradisional di Kota Mataram. Hal itu dilakukan untuk mencegah penularan virus korona.

Mulai Ramai Pengunjung, Perekonomian di Sembalun Menggeliat Lagi

Kawasan wisata Sembalun, Lombok Timur mulai ramai dikunjungi wisatawan lokal. Peningkatan pengunjung memang terasa sepekan terakhir.

Lembaga Pendidikan Nonformal di Mataram Dilarang Belajar Tatap Muka

Bukan hanya sekolah, Pemkot Mataram belum mengizinkan lembaga pendidikan nonformal (PNF) menggelar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka. ”Masih dilarang,” kata Kepala Disdik Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali, kepada Lombok Post Minggu (12/7/2020).

Penuhi Persyaratan, Sekolah di NTB Bisa Buka Mulai September

Tahun ajaran baru 2020/2021 tepat dimulai hari ini. Namun, karena pandemi, sekolah belum diperbolehkan menggelar KBM (kegiatan belajar mengajar) tatap muka. ”Tidak diperkenankan,” kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah, seperti yang tertulis dalam surat edarannya.

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.

Tertangkap, Buron Pembunuh Polisi di Sumbawa Ditembak

Pelarian RH alias Bim terhenti pada Minggu pagi kemarin. Tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Uji Siswanto, Kanit Reskrim Polsek Utan tertangkap.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).
Enable Notifications.    Ok No thanks