alexametrics
Kamis, 24 September 2020
Kamis, 24 September 2020

Tiga Ribu Desa di Indonesia Tanpa Listrik, 11 Ribu Tak Ada Internet

JAKARTA–Peresmian Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-25 oleh Wapres Ma’ruf Amin di Jakarta kemarin (10/8) menjadi hari bersejarah untuk warga Dusun Tumba, Desa Tamaila Utara, Kecamatan Tolangohula, Kabupaten Gorontalo. Sebab saat itu juga warga bisa merasakan listrik sekaligus sambungan internet.

Sehingga meskipun terbentang jarak sekitar 1.909 km, warga Dusun Tumba bisa langsung menyapa Wapres Ma’ruf Amin, Menristek Bambang Brodjonegoro, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Halim Iskandar, serta pejabat lainnya. ’’Pak Wapres yang saya hormati, inilah teman-teman yang ada di desa. Seharusnya saya ada di sana,’’ kata Halim.

Namun karena hitung-hitungan waktu perjalanan, Halim mengatakan tidak memiliki waktu yang cukup. Sebab untuk mencapai dusun itu diantaranya harus naik motor trail. Perjalan dengan motor trail saja membutuhkan waktu 1,5 jam. Namun meskipun berada jauh di pelosok dan merupakan suku terasing, saat ini warga di dusun itu bisa mendapatkan aliran listrik.

’’Ada listrik menggunakan teknologi picohydro dan ini termasuk bagian dukungan Kemenristek,’’ jelasnya.

Teknologi picohydro adalah sistem pembangkit listrik yang memanfaatkan arus sungai di kawasan tersebut. Di desa tersebut dibangun tiga unit pembangkit listrik picohydro. Perawatannya diserahkan ke masyarakat desa setempat. Tenaga yang dihasilkan pembangkit itu di bawah 200 KW.

Dalam kesempatan itu Halim mengatakan di Indonesia ada 74.953 desa. Dari jumlah tersebut sekitar 30 persen butuh sentuhan inovasi dan teknologi dari Kemenristek atau lembaga penelitian lainnya. Dia mengungkapkan saat ini ada sekitar 3.000 desa belum memiliki akses listrik. Kemudian ada sebelas ribuan desa belum memiliki askes jaringan internet.

Halim menegaskan desa-desa tersebut membutuhkan sentuhan hasil inovasi teknologi. Dia menyampaikan apresiasi sekaligus rasa tersanjung kepada Kemenristek. Sebab Kemenristek tidak hanya membicarakan teknologi tinggi saja.

’’Seperti pesawat, drone, (peralatan, Red) pertempuran, dan lain-lain,’’ jelasnya. Tetapi juga masih memikirkan desa-desa yang berada jauh dari jangkauan pemerintah pusat di Jakarta. Halim mengatakan Kemenristek begitu luar biasa karena memikirkan hal terbesar sampai terkecil.

Dusun Tumba, Desa Tamaila Utara itu merupakan salah satu dari sekian desa yang ditetapkan menjadi desa inovasi. Dalam peresmian Hakteknas ke-25 juga dilakukan tanda tangan kerjasama antara Kemenristek dengan Kementerian Desa. Wapres Ma’ruf Amin menyambut baik kerjasama itu.

Kerjasama itu adalah pengembangan dan pemanfaatan inovasi serta teknologi untuk desa. ’’Yaitu (program, Red) desa berinovasi. Saya harap langkah ini dapat jadi salah satu cara (mewujudkan, Red) cara budaya inovasi di desa,’’ jelasnya. Ma’ruf mengatakan semakin banyak yang berinovasi, terutama di tingkat desa, semakin baik bagi perekonomian Indonesia.

Menurut dia ada korelasi yang positif antara inovasi yang dihasilkan dengan perekonomian sebuah bangsa. Ma’ruf lantas menyebutkan data dari Global Innovation Index (GII) 2019 menyebutkan, peringkat inovasi Indonesia ada di urutan ke-85 dari 129 negara. Di level ASEAN, posisi Indonesia ada di urutan terendah kedua di atas Kamboja.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/ Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang  Brodjonegoro menjelaskan, program desa berinovasi ini merupakan upaya untuk membangun kapasitas desa menuju kehidupan yang berkelanjutan, menghargai budaya yang ada, hingga menemukan peluang bisnis melalui penerapan teknolog.

Ada 11 bidang usaha yang akan jadi fokus teknologi tepat guna di desa. Yakni pariwisata, hasil perkebunan, hasil pertanian,  budidaya non pangan, pengolahan hasil perikanan, budidaya pangan, pengolahan hasil peternakan, pengolahan makanan dan minuman, kerajinan, dan pengolahan sampah.

Karenanya, transfer teknologi ini akan melibatkan langusng pihak perguruan tinggi, pemerintah daerah, lembaga pemerintah non- kementerian, dan startup unggulan binaan Kemenristek/BRIN. Seperti yang sudah dilakukan di dusun Tumba, Desa Tamaila Utara ini. Di bawah binaan Universitas Negeri Gorontalo, desa dengan mayoritas penduduk Suku Polahi ini berhasil menciptakan turbin yang mampu mengalirkan listrik melalui optimalisasi arus air yang minim, pico hydro.

Diakuinya, pada umumnya, kegiatan masyarakat desa masih bersifat tradisional dan konvensional. Padahal, mereka berhadapan langsung dengan potensi sumber daya alam yang melimpah. ”Maka dari itu dibutuhkan inovasi untuk menjaga keseimbangan ekonomi-ekologi dalam pengelolaan sumber daya alam,”tuturnya.

Sebagai lanjutan dari proyek percontohan, program desa berinovasi akan diselenggarakan di 100 desa lain. Sebagai sasaran awal, dengan memajukan berbagai produk unggulan di masing- masing wilayah. Sebanyak 43 desa akan dikembangkan pada sektor pariwisata, 15 desa dikembangkan pada sektor budidaya pangan/non pangan. Kemudian, dua desa pada sektor kerajinan, tiga desa pada sektor pengolahan makanan dan minuman, satu desa pada sektor pengolahan sampah, dan sisanya dikembangkan pada sektor pengolahan hasil perikanan, perkebunan, pertanian dan peternakan.

Upaya ini dilaksanakan dengan melakukan transfer teknologi kepada masyarakat desa untuk dapat meningkatkan nilai tambah dari suatu produk inovasi desa. Hingga nantinya dapat diproduksi secara meluas ke masyarakat di seluruh negeri. ”Harapannya, program ini dapat menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat desa serta pemerataan pembangunan di Indonesia,” papar mantan Menteri Keuangan tersebut.

Nantinya, Kemenristek/BRIN bertugas memimpin sektor penelitian riset teknologi dan inovasi yang berfokus pada pengembangan teknologi tepat guna. Selain itu, dilakukan penelitian dalam upaya hilirisasi produk dalam memberikan nilai tambah khususnya produk sumber daya alam. Sementara, Kemendes PDTT akan mengembangkan potensi desa secara ekonomi yang sejalan dengan program prioritas Kemendes PDTT dalam meningkatkan produktivitas desa. (wan/mia/JPG/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Hasil Survei Indikator, Elektabilitas HARUM Paling Tinggi

“Pak Mohan Roliskana hingga sejauh ini paling potensial menang dalam pemilihan mendatang,” ujar  Wakil Ketua DPP Golkar Ahmad Doli Kurnia dalam pemaparan yang dilakukan secara online dari DPP Golkar Jakarta, (18/9) lalu.

Polisi Pantau Kampanye Hitam di Pilwali Mataram

Pelaksanaan Pilkada di Kota Mataram mendapat atensi penuh pihak TNI-Polri. Polresta Mataram dan Kodim 1606 Lobar telah melakukan pemetaan potensi konflik dan mencegah secara dini beberapa konflik yang biasa terjadi pada masa Pilkada.

Trailer Film MOHAN Bikin Baper

Kreativitas sineas Kota Mataram terasa bergairah. Ditandai dengan garapan film bergenre drama romantic berjudul ‘Mohan’ yang disutradai Trish Pradana. Film yang direncanakan berdurasi sekitar 35 menit ini mengisahkan perjalanan asmara Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskan dengan istrinya Hj Kinastri Roliskana. Film Mohan dijadwalkan mulai tayang Bulan Oktober mendatang.

Pasangan Calon Harus Memberi Perhatian pada DPT

PESERTA pemilihan yaitu Pasangan Calon harus menunjukkan perhatian lebih pada seluruh tahapan yang ada, bukan hanya pada saat pendaftaran calon atau pada pemungutan suara saja. Salah satu tahapan yang sangat menentukan ialah tahapan Penyusunan dan Pemutakhiran Daftar Pemilih atau cukup disebut dengan penyusunan DPT.

Pendataan Bantuan Kuota Internet untuk Siswa Guru dan Mahasiswa Kacau

Hari pertama penyaluran bantuan subsidi kuota internet untuk siswa, guru, mahasiswa, dan dosen langsung berpolemik. Proses pendataan dan verifikasi nomor ponsel dinilai kacau.

Calon Kepala Daerah Wajib Jadi Influencer Protokol Kesehatan

DPR, pemerintah dan KPU telah memutuskan akan tetap melaksanakan pilkada serentak pada 9 Desember. Para calon kepala daerah (Cakada)  diminta menjadi influencer protokol kesehatan  agar pilkada tidak memunculkan klaster baru Covid-19.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).
Enable Notifications    Ok No thanks