alexametrics
Rabu, 5 Oktober 2022
Rabu, 5 Oktober 2022

Sejumlah Penyelenggara Pemilu Terdata Masuk Parpol

MATARAM-Jumlah penyelenggara pemilu yang terdeteksi masuk dalam Sistem Informasi Partai Politik (Sipol) di Nusa Tenggara Barat (NTB) terus bertambah.

Ketua Bawaslu NTB Muhammad Khuwailid mengungkapkan hingga kemarin sebanyak 7 orang dari Bawaslu di provinsi hingga kabupaten/kota terbaca masuk Sipol.

“Ini berdasarkan laporan yang kami terima sampai hari ini (kemarin, red),” katanya, saat menjadi pembicara di acara Ngopi dan Diskusi Senja KPU NTB, kemarin (9/8).

Khuwailid merinci antara lain 2 orang di Bawaslu NTB, 2 orang di Kota Mataram, 1 orang di Lombok Tengah, 1 orang di Sumbawa, dan 1 orang di Kota Bima.

Belum bisa dipastikan apa motif parpol menginput NIK sejumlah penyelenggara di dalam Sipol.

“Jadi belum bisa dipastikan, tapi ini fakta (ada nama penyelenggara yang terinput), yang kami sampaikan,” imbuhnya.

Masuknya nama penyelenggara bisa jadi kesalahan input hingga potensi pemalsuan dokumen.

Menurutnya kalau ada motif kesengajaan atau pemalsuan dokumen yang dilakukan parpol tentu sangat disayangkan. Hal ini rentan dipersoalkan termasuk oleh pihak yang merasa tidak pernah menjadi anggota atau pengurus parpol tertentu.

Baca Juga :  Menko Perekonomian Minta Pengusaha Tidak Cicil THR

“Tapi tentu kita masih dalami, pihak yang terinput namanya di Sipol juga sudah kita mintai keterangan dan mereka mengatakan tidak pernah merasa jadi anggota atau pengurus parpol,” terangnya.

Secara umum Khuwailid melihat empat dimensi tahapan pemilu memiliki kerentanan pelanggaran dan rentan dipersoalkan secara hukum.

“Empat dimensi itu yakni dimensi regulasi, teknis, penyelenggaraan, dan kontestasi,” ujarnya.

Ditemukannya NIK penyelenggara di Bawaslu NTB, merupakan bukti kerentanan dimensi teknis.

“Kita berharap Parpol jangan semaunya, menginput data milik orang. Padahal yang bersangkutan tidak pernah menjadi anggota atau pengurus partai tertentu,” tegasnya.

Masyarakat dapat melakukan aduan jika merasa keberatan atas pencatutan itu melalui Bawaslu untuk diproses lebih lanjut sesuai ketentuan hukum.

Anggota KPU NTB Divisi Teknis Penyelenggaraan Zuriati juga mengungkapkan sejumlah orang di sekretariat KPU di NTB masuk dalam Sipol.

Baca Juga :  Tarik Ulur Penetapan Waktu Pemilu

“Ada juga,” katanya.

Mereka antara lain 1 orang di KPU Lombok Timur, 2 orang di Sumbawa, 1 orang di Dompu, dan 1 di Lombok Tengah. Lalu ada 4 orang yang masuk sebagai Kader Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan (DP3) di Barebali, Lombok Tengah juga terbaca masuk Sipol.

“Padahal mereka-mereka ini kan tidak boleh masuk sebagai anggota atau pengurus Parpol,” katanya.

Namun demikian, KPU tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah. Terhadap masuknya nama-nama penyelenggara dalam Sipol.

“Bukan berarti masuknya nama mereka (penyelenggara) dalam parpol lalu otomatis mereka pasti anggota atau pengurus partai,” tepisnya.

Bisa saja hal itu disebabkan faktor lain yang harus didalami. Masyarakat yang merasa keberatan dapat mengajukan keberatan untuk nantinya diproses lebih lanjut.

“Masyarakat dapat mengecek dengan memasukkan NIK-nya melalui infopemilu.kpu.go.id/pemilu/cari_nik,” kayanya. (zad/r2)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/