alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Korona Mengancam, Wapres Kurangi Jabat Tangan

WAKIL PRESIDEN Ma’ruf Amin mulai mengurangi aktivitas jabat tangan. Ini untuk menjalankan protokol pencegahan penyebaran virus korona.

Itulah yang dilakukan Wapres saat kunjungan kerja di Mataram, kemarin (11/3). Wapres Ma’ruf datang ke NTB untuk membuka Musyawarah Nasional (Munas) V Asosiasi DPRD Kota Seluruh Indonesia (Adeksi).

“Saya minta maaf kalau terpaksa salamannya pakai salaman Korona,” kata Ma’ruf mengawali pidato sambutannya. Salam korona itu seperti gerakan Namaste dalam yoga. Yakni menyatukan kedua telapak tangan di depan dada. Seperti yang sering dilakukan peserta yoga.

Ma’ruf mengatakan biasanya jika ketemu orang salam seperti biasa. Bahkan ada juga yang ketemu dia sampai cium tangan. Dia mengatakan terpaksa salamannya tidak sampai cium tangan untuk menangkal penyebaran virus Korona.

Dia pun merasa tidak nyaman. Tapi hal itu dilakukan sebagai upaya menangkal penyebaran virus Korona yang kini melanda dunia, termasuk Indonesia.

Dia baru tahu, ternyata di NTB ada penangkal virus Korona yang diperkenalkan gubernur NTB yakni Susu Kuda Liar. ”Tapi kita juga harus hati-hati, harus bisa menangkal dampak susu kuda liar itu,” selorohnya.

”Jangan jadi kuda liar lagi,” katanya, disambut tawa peserta Munas V Adeksi.

Menanggapi kondisi terkini penyebaran virus korona di Indonesia, Ma’ruf menyampaikan ada tiga kebijakan yang dijalankan pemerintah. Pertama adalah memperketat pintu masuk. Baik itu darat, laut, maupun udara. “Terutama dari udara. Sehingga seleksinya lebih ketat lagi,” jelasnya.

Kemudian menyiapkan fasilitas perawatan dengan dilengkapi berbagai alat medis. Selain itu memperbanyak rumah sakit yang mempunyai fasilitas kamar isolasi. Dengan demikian fasilitas rumah sakit tersebut bisa menangani kasus korona.

Upaya yang ketiga adalah mempersiapkan ketersediaan obat-obatan. Supaya masyarakat tidak sampai kekurangan obat. Kemudian juga menjaga stok makanan serta kebutuhan sehari-hari  lainnya.

“Selain mengupayakan melalui upaya lahiriyah, saya juga mengimbau supaya kita berdoa,” jelasnya. Ma’ruf mengimbau umat beragama untuk berdoa supaya bangsa Indonesia dijauhkan dan dilindungi dari segala bentuk wabah penyakit. Termasuk wabah korona. “Sebagai orang beragama harus banyak meminta (berdoa, Red). Karena ada hal yang di luar kemampuan kita sebagai manusia,” tuturnya.

Sebelumnya, Gubernur NTB H Zulkieflimansyah dalam sambutannya memperkenalkan Susu Kuda Liar dari NTB menjadi penangkal virus Korona. ”Masyarakat di desa tidak panik menghadapi isu virus Korona, bahkan senyum-senyum saja,” tuturnya.

Rupanya, daya tahan tubuh warga tetap kuat, bahkan stamina tetap prima karena meminum susu kuda liar setiap hari. Karenanya, dia berpesan kepada ketua DPRD NTB Kota Mataram memberikan susu kuda liar kepada seluruh peserta munas. ”Ini barangnya terbatas, kalau ketua mampu menyuguhkan kepada semua peserta, maka luar biasa,” katanya.

Dalam acara itu, seluruh peserta Munas V Adeksi pun mendapat pemeriksaan saat hendak masuk ruangan. Di setiap pintu masuk, petugas kesehatan Kota Mataram memeriksa suhu tubuh peserta. Kemudian sebelum masuk pun mereka harus mensterilkan tangan menggunakan hand sanitizer.

Suyato, salah seorang anggota DPRD Kota Banjarmsin mengaku senang dengan pemeriksaan suhu tubuh yang dilakukan panitia. Dia merasa lebih nyaman dan tenang mengikuti acara. ”Kalau pun tidak ada Wapres pemeriksaan harusnya tetap seperti ini,” katanya.

Ketua DPRD Kota Mataram H Didi Sumardi menjelaskan, pemeriksaan suhu tubuh dan cuci tangan di setiap pintu masuk dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Korona. ”Semata-mata untuk kenyamanan peserta,” katanya.

Dengan pengecekkan suhu tubuh, para peserta merasa lebih tenang bertemu banyak orang selama Munas. ”Mereka tidak khawatir terpapar Korona,” ujarnya.

Didi juga setuju dengan perubahan pola salaman untuk mengantisipasi penyebaran virus Korona. Mengurangi kontak fisik merupakan salah satu cara untuk mencegah penyebaran virus. ”Biasanya kita cium pipi kanan-cium pipi kiri, nah itu kita hindari,” katanya.

Saat menyambut Wapres, dia juga hanya salaman dengan mengatupkan tangan. ”Tidak masalah, saya setuju,” katanya.   (ili/jay/JPG/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dompu Zona Merah, Simulasi KBM Tatap Muka Dua Sekolah Distop

Rinciannya, SMAN 1 dan 2 Kilo, SMAN 1 dan 3 Pekat, SMAN 1 Kempo, SMKN 1 Manggalewa, SMKN 2 Dompu, dan SMAN 1 Hu’u. Namun, hanya simulasi di SMKN 2 Dompu dan SMAN 1 Hu’u yang dihentikan. ”Pertimbangannya, karena sekolah itu ada di wilayah kota dan dekat kota, sebagai pusat penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Cegah Penyakit Jantung di Masa Pandemi

dr. Yusra Pintaningrum, SpJP(K),FIHA,FAPSC,FAsCC

Sah! Gaji dan Tunjangan PPPK Sama dengan PNS

Penantian panjang honorer K2 yang lulus seleksi tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019 lalu akhirnya usai sudah. Payung hukum terkait gaji dan tunjangan PPPK telah diterbitkan.

Antisipasi Penyebaran Covid Klaster Kampus!

KONDISI masyarakat pada era tatanan kehidupan baru (new normal) saat ini seolah-olah menggambarkan situasi masyarakat telah beradaptasi dengan tenangnya, kembalinya kehidupan normal saat ini kesadaran kita sebagai masyarakat dalam menghadapi pandemi covid-19 sedikit demi sedikit sudah mulai abai dalam menerapkan pola hidup sehat dalam upaya pencegahan dan memutus rantai penularan virus corona.

Penurunan Kasus Korona di NTB Ternyata Semu

Perubahan warna zona Covid-19 di NTB tidak menentu. Kabupaten Dompu yang sebelumnya digadang-gadang sebagai daerah percontohan kini malah masuk zona merah kasus penularan Covid-19.

Pemerintah Harus Turunkan Harga Tes Swab

TARIF uji usap atau tes swab dinilai masih terlalu mahal. Ketua DPR RI Puan Maharani pun meminta pemerintah mengendalikan tarif tes sebagai salah satu langkah pengendalian dan penanganan penyebaran Covid-19. Jumlah masyarakat yang melakukan tes mandiri akan meningkat ketika harganya lebih terjangkau.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks