alexametrics
Rabu, 8 Desember 2021
Rabu, 8 Desember 2021

Korona Mengancam, Wapres Kurangi Jabat Tangan

WAKIL PRESIDEN Ma’ruf Amin mulai mengurangi aktivitas jabat tangan. Ini untuk menjalankan protokol pencegahan penyebaran virus korona.

Itulah yang dilakukan Wapres saat kunjungan kerja di Mataram, kemarin (11/3). Wapres Ma’ruf datang ke NTB untuk membuka Musyawarah Nasional (Munas) V Asosiasi DPRD Kota Seluruh Indonesia (Adeksi).

“Saya minta maaf kalau terpaksa salamannya pakai salaman Korona,” kata Ma’ruf mengawali pidato sambutannya. Salam korona itu seperti gerakan Namaste dalam yoga. Yakni menyatukan kedua telapak tangan di depan dada. Seperti yang sering dilakukan peserta yoga.

Ma’ruf mengatakan biasanya jika ketemu orang salam seperti biasa. Bahkan ada juga yang ketemu dia sampai cium tangan. Dia mengatakan terpaksa salamannya tidak sampai cium tangan untuk menangkal penyebaran virus Korona.

Dia pun merasa tidak nyaman. Tapi hal itu dilakukan sebagai upaya menangkal penyebaran virus Korona yang kini melanda dunia, termasuk Indonesia.

Dia baru tahu, ternyata di NTB ada penangkal virus Korona yang diperkenalkan gubernur NTB yakni Susu Kuda Liar. ”Tapi kita juga harus hati-hati, harus bisa menangkal dampak susu kuda liar itu,” selorohnya.

”Jangan jadi kuda liar lagi,” katanya, disambut tawa peserta Munas V Adeksi.

Menanggapi kondisi terkini penyebaran virus korona di Indonesia, Ma’ruf menyampaikan ada tiga kebijakan yang dijalankan pemerintah. Pertama adalah memperketat pintu masuk. Baik itu darat, laut, maupun udara. “Terutama dari udara. Sehingga seleksinya lebih ketat lagi,” jelasnya.

Kemudian menyiapkan fasilitas perawatan dengan dilengkapi berbagai alat medis. Selain itu memperbanyak rumah sakit yang mempunyai fasilitas kamar isolasi. Dengan demikian fasilitas rumah sakit tersebut bisa menangani kasus korona.

Upaya yang ketiga adalah mempersiapkan ketersediaan obat-obatan. Supaya masyarakat tidak sampai kekurangan obat. Kemudian juga menjaga stok makanan serta kebutuhan sehari-hari  lainnya.

“Selain mengupayakan melalui upaya lahiriyah, saya juga mengimbau supaya kita berdoa,” jelasnya. Ma’ruf mengimbau umat beragama untuk berdoa supaya bangsa Indonesia dijauhkan dan dilindungi dari segala bentuk wabah penyakit. Termasuk wabah korona. “Sebagai orang beragama harus banyak meminta (berdoa, Red). Karena ada hal yang di luar kemampuan kita sebagai manusia,” tuturnya.

Sebelumnya, Gubernur NTB H Zulkieflimansyah dalam sambutannya memperkenalkan Susu Kuda Liar dari NTB menjadi penangkal virus Korona. ”Masyarakat di desa tidak panik menghadapi isu virus Korona, bahkan senyum-senyum saja,” tuturnya.

Rupanya, daya tahan tubuh warga tetap kuat, bahkan stamina tetap prima karena meminum susu kuda liar setiap hari. Karenanya, dia berpesan kepada ketua DPRD NTB Kota Mataram memberikan susu kuda liar kepada seluruh peserta munas. ”Ini barangnya terbatas, kalau ketua mampu menyuguhkan kepada semua peserta, maka luar biasa,” katanya.

Dalam acara itu, seluruh peserta Munas V Adeksi pun mendapat pemeriksaan saat hendak masuk ruangan. Di setiap pintu masuk, petugas kesehatan Kota Mataram memeriksa suhu tubuh peserta. Kemudian sebelum masuk pun mereka harus mensterilkan tangan menggunakan hand sanitizer.

Suyato, salah seorang anggota DPRD Kota Banjarmsin mengaku senang dengan pemeriksaan suhu tubuh yang dilakukan panitia. Dia merasa lebih nyaman dan tenang mengikuti acara. ”Kalau pun tidak ada Wapres pemeriksaan harusnya tetap seperti ini,” katanya.

Ketua DPRD Kota Mataram H Didi Sumardi menjelaskan, pemeriksaan suhu tubuh dan cuci tangan di setiap pintu masuk dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Korona. ”Semata-mata untuk kenyamanan peserta,” katanya.

Dengan pengecekkan suhu tubuh, para peserta merasa lebih tenang bertemu banyak orang selama Munas. ”Mereka tidak khawatir terpapar Korona,” ujarnya.

Didi juga setuju dengan perubahan pola salaman untuk mengantisipasi penyebaran virus Korona. Mengurangi kontak fisik merupakan salah satu cara untuk mencegah penyebaran virus. ”Biasanya kita cium pipi kanan-cium pipi kiri, nah itu kita hindari,” katanya.

Saat menyambut Wapres, dia juga hanya salaman dengan mengatupkan tangan. ”Tidak masalah, saya setuju,” katanya.   (ili/jay/JPG/r6)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks