alexametrics
Senin, 15 Agustus 2022
Senin, 15 Agustus 2022

45 Hari Buron, Kehabisan Uang, Bandar Sabu Asal Karang Bagu Tertangkap

MATARAM-Pelarian bandar sabu asal Karang Bagu, Cakranegara, berinisial RA alias Reni berakhir. Perempuan pemilik sabu seberat 15 gram tersebut ditangkap Sabtu (10/4/2021).

”Kita tangkap pelaku di Jalan Langko, Mataram,” ungkap Kapolresta Mataram Kombes Pol Heri Wahyudi usai penangkapan.

Reni menjadi buronan polisi selama 45 hari. Dia masuk daftar pencarian orang (DPO) setelah tim Satresnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumahnya, akhir Februari lalu. Dia lolos dari operasi penangkapan itu.

Polisi menemukan sabu seberat 15 gram di dalam kamarnya. Petugas juga menyita beberapa alat hisap sabu serta uang tunai Rp 18 juta dari rumah Reni. ”Uang itu diduga hasil penjualan sabu,” kata Heri.

Janda dua anak itu bisa ditangkap setelah tim Satresnarkoba Polresta Mataram menangkap salah satu kerabatnya. ”Kerabatnya itu kita tangkap juga karena terkait kasus narkoba,” terangnya.

Baca Juga :  Jaksa Minta Polisi Hentikan Penyidikan Bandar Sabu Kelas Kakap di Mataram

Dari penangkapan kerabatnya tersebut polisi melakukan pengembangan. Mereka memancing Reni keluar dari tempat persembunyiannya. ”Kita minta kerabatnya menghubungi Reni untuk bertemu di wilayah Mataram. Reni pun bersedia,” tuturnya.

Saat tiba di Jalan Langko, Mataram, polisi langsung mencegatnya. Reni tidak bisa berkutik dan langsung digelandang ke Mapolresta Mataram. ”Pelaku ini sangat lihai,” katanya.

Selama pelariannya, Reni kerap berpindah tempat. Dia terdeteksi pernah bersembunyi di wilayah Lembar, Lombok Barat (Lobar). Terakhir, dia bersembunyi di wilayah Praya, Lombok Tengah. ”Saat menjadi buron pelaku ini nomaden,” jelas Heri.

Untuk bertahan hidup, Reni menjual seluruh perhiasan yang digunakannya. Namun, selama buron uangnya terus menipis. Apalagi dia harus tetap memberikan nafkah kepada dua anaknya yang dititip pada keluarganya. ”Dia sudah kehabisan uang. Tidak kuat kabur lagi,” ujarnya.

Baca Juga :  Kasus Pembunuhan di Rembiga, Handphone Korban Belum Ditemukan

Heri mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan, Reni sudah mengakui perbuatannya. Barang haram yang ditemukan di kamarnya merupakan miliknya. ”Itu didapatkan dari seorang bandar sabu berinisial RD,” kata Heri.

Sampai saat ini polisi masih terus mengembangkan kasus tersebut. ”Setiap informasi akan kita kembangkan. Begitu pun pengakuan dari Reni,” kata dia.

Sementara, Reni irit bicara. Saat ditanya kebenaran dia sebagai pemilik sabu, Reni menjawab seperlunya. ”Ya,” kata Reni menjawab dengan singkat.

Perempuan yang dikenal dengan gaya hidup hedon itu, kini harus menghabiskan waktu di dalam penjara. ”Saya menyesal,” tutup Reni.

Dengan perbuatannya, Reni dijerat pasal 114 ayat (1) dan pasal 112 ayat (1) Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman  maksimal 20 tahun penjara. (arl/r1)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/