alexametrics
Rabu, 15 Juli 2020
Rabu, 15 Juli 2020

Selain Indonesia, Singapura, Malaysia hingga Mesir Batalkan Pemberangkatan Haji

 

JAKARTA–Indonesia tidak sendirian mengambil keputusan membatalkan haji 2020. Semakin banyak negara yang mengikuti langkah Indonesia. Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Jumali mengatakan ada tujuh negara yang telah memutuskan tidak menyelenggarakan haji tahun ini.

Ketujuh negara tersebut adalah Indonesia, Singapura, dan Brunei Darussalam. Kemudian India, Mesir, serta Uzbekistan. Lalu yang paling baru, kemarin (11/6) pemerintah Malaysia memutuskan tidak menyelenggarakan haji tahun ini. Layaknya di Indonesia, calon jamaah haji Malaysia yang sedianya berangkat haji tahun ini diprioritaskan berhaji tahun depan.

Endang menjelaskan dirinya mendapatkan kabar langsung dari Konsul Haji Malaysia. ’’Menteri Urusan Ugama Malaysia telah mengumumkan hal tersebut (pembatalan haji 2020, Red) pada hari ini,’’ kata dia. Endang mengatakan kebijakan tersebut juga secara resmi sudah disampaikan ke Kedutaan Arab Saudi di Kuala Lumpur.

Dia juga menjelaskan kebijakan serupa yang diambil oleh pemerintah India. Endang mengatakan sejak 6 Juni lalu, Komite Haji India mengumumkan calon jamaah haji diberikan kebebasan untuk membatalkan haji 2020. Komite akan mengembalikan seluruh uang jamaah haji atau 100 persen.

Endang menegaskan di India tidak ada sistem setoran awal pendaftaran haji seperti di Indonesia. Di India pembayaran haji dilakukan secara langsung atau dicicil selama enam bulan bagi calon jamaah yang dinyatkaan lolos di tahun berjalan. Untuk pemberangkatan periode 2020 ini, calon jamaah haji India mulai mengansur sejak Oktober 2019. Total biaya haji di India adalah USD 2.500 atau sekitar Rp 35,4 juta/jamaah. Hampir sama dengan rata-rata biaya haji jamaah Indonesia.

Selain itu Endang mengomentari adanya kabar bahwa pemerintah Arab Saudi akan membuka haji namun dengan kuota sangat terbatas. Yakni hanya 20 persen saja untuk keseluruhan. Seperti diketahui tahun lalu jumlah jamaah haji secara keseluruhan sekitar 2,4 juta orang. Dengan adanya kuota hanya 20 persen, maka kuota haji hanya sekitar 480 ribuan jamaah.

’’Berita itu (kuota haji 2020 hanya 20 persen, Red) sudah saya komunikasikan dengan kantor Sekretariat Menteri Haji (Arab Saudi, Red),’’ kata Endang. Namun belum ada pernyataan resmi terkait kabar tersebut. Dia mengatakan merujuk informasi dari Dirjen Haji Kementerian Haji (Kemenhaj) Arab Saudi, mereka tidak bisa memutuskan.

Kemudian saat ini pembahasan haji 2020 di Arab Saudi sudah di komite tinggi. Namun belum sampai ke komite tertinggi. Setelah dibahas di komite tertinggi, baru ditetapkan di tingkat kerajaan. Endang menjelaskan struktur perhajian di Arab Saudi berlapis. Sementara Kemenhaj hanya urusan teknis saja.

Endang juga mengatakan belum ada keputusan resmi pencabutan larangan jamaah umrah oleh Arab Saudi. Meskipun sudah ada pelonggaran ketentuan lockdown di Arab Saudi di tengah wabah Covid-19, belum ada kabar kapan larangan umrah dicabut. Dia menjelaskan aturan larangan perjalanan umrah dikeluarkan sejak 27 Februari lalu. (wan/JPG/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Korona Tinggi, Pola Pencegahan Covid 19 di Mataram Perlu Dievaluasi

emkot Mataram memang bekerja. Mereka berupaya memutus mata rantai penularan virus Korona. Sayangnya, kerja para pemangku kebijakan di Pemkot Mataram itu tanpa inovasi.

Enam Bulan, 19 Kasus Kekerasan Terhadap Anak Terjadi di Mataram

Kasus kekerasan anak di Kota Mataram masih sering terjadi. Buktinya, hingga Juli  tercatat sudah terjadi 19 kasus. “Kebanyakan dari kasus ini perebutan hak asuh,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Mataram Hj Dewi Mardiana Ariany, Selasa (14/7).

Larangan Dicabut, PNS Sudah Boleh Lakukan Perjalanan Dinas

Kebijakan pembatasan perjalanan dinas aparatur sipil negara (ASN) resmi dicabut. Kini ASN dibolehkan ke luar kota. Namun, dengan syarat-syarat khusus.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Mataram, Tanpa Masker Tak Boleh Masuk Pasar

Saat ini, sebagian besar masyarakat NTB memang sudah menggunakan masker. Tapi, banyak pula yang memakai masker hanya sampai dagu atau di leher. Sementara di Kota Mataram dan Lombok Barat yang merupakan dua daerah zona merah dengan kasus Covid-19 terparah, banyak pedagang dan pengunjung pasar yang masih bandel. Mereka ngelencer di pasar tanpa masker.

Sukseskan Kampung Sehat, Tiga Pilar di Loteng Kompak

Pemkab, Polres dan Kodim 1620/Lombok Tengah siap menyukseskan lomba kampung sehat. “Harapannya masyarakat mempunyai kemampuan dan kemandirian dalam penanganan covid-19,” papar Kapolres AKBP Esty Setyo Nugroho saat memimpin upacara tiga pilar di Bencingah Alun-Alun Tastura, Praya, Selasa (14/7/2020).

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Korona NTB Masih Parah, Sekolah Hanya Bisa Dibuka di Kota Bima

Ketentuannya, kegiatan di sekolah pada tahun ajaran baru hanya diperbolehkan untuk daerah zona hijau. Karena itu, manakala ada pemerintah daerah yang nekat membuka sekolah non zona hijau. pemerintah pusat memastikan akan memberi sanksi.

Beli Honda ADV150, Hemat Rp 5,7 Juta

Honda ADV150 merupakan skutik penjelajah jalanan canggih dengan desain bodi yang futuristik dan manly. Skutik ini dibekali mesin 150cc eSP yang menyuguhkan performa responsif.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.
Enable Notifications.    Ok No thanks