alexametrics
Kamis, 18 Agustus 2022
Kamis, 18 Agustus 2022

Beda Data dengan Kemenkes, Provinsi NTB Masuk 10 Besar Kasus Aktif Covid

MATARAM-Provinsi NTB masuk dalam 10 besar kasus covid aktif terbanyak di Indonesia. Berdasarkan data yang dirilis Kementerian Kesehatan (Kemenkes), hingga 9 Mei terdapat 160 orang masih terpapar covid.

Hanya saja, data dari Kemenkes jauh berbeda dengan yang ditampilkan Dinas Kesehatan (Dikes) NTB. Di laman Dikes Provinsi NTB, perkembangan kasus terbaru covid hanya menyebutkan terdapat 10 kasus aktif. Jumlah tersebut jomplang dengan data Kemenkes yang mencapai 160 kasus aktif di NTB.

Melandainya kasus covid dalam beberapa pekan terakhir, membuat pemprov tidak lagi rajin untuk memperbarui perkembangan kasus covid. Padahal hingga saat ini masih berlaku status pandemi covid.

Informasi perkembangan covid hanya terdapat di Instagram, yang sekarang update datanya tidak lagi rutin setiap hari. Selain di medsos Dikes, data mengenai covid NTB bisa juga diperoleh di laman milik Dikes NTB.

Baca Juga :  Korona Meningkat, Uni Emirat Arab Tolak Penerbangan dari Indonesia

Adapun di kanal lain, seperti corona Pemprov NTB, sudah lebih dari satu pekan tidak ada pembaruan data. Data terbaru yang ditampilkan yakni di tanggal 31 Mei, dengan jumlah kasus aktif yang dilaporkan 14 orang.

Kepala Dikes NTB dr Lalu Hamzi Fikri yang dikonfirmasi mengenai perbedaan data kasus covid aktif, menyebut ada perbedaan antara data manual dengan online yang belum seimbang.”Ini sekarang sedang proses input,” kata Fikri.

Sementara itu, Asisten III Setda NTB dr Nurhandini Eka Dewi mengatakan, saat ini seluruh kabupaten/kota di NTB menyandang status hijau. Level 1 PPKM. Kondisi tersebut diharapkan bisa terus dipertahankan. ”Jangan abai dengan protokol kesehatan,” kata Eka.

Baca Juga :  Survei IDM Sebut Airlangga Jadi Capres Terkuat dari Kalangan Sipil

Eka tak menampik ada kecenderungan terjadinya kenaikan kasus covid. Ini sudah terlihat di lima provinsi besar di Indonesia. Seperti DKI Jakarta; Jawa Timur; Jawa Tengah; Jogjakarta; dan Jawa Barat.

Kelima provinsi tersebut memiliki penduduk dengan jumlah yang cukup banyak. Kata Eka, Provinsi NTB memang bukan salah satu provisi dengan penduduk dalam jumlah banyak di Indonesia. Namun, tetap berpotensi mengalami kenaikan kasus jika melihat faktor pergerakan orang yang datang.

”Pergerakan orang itu memicu (kenaikan kasus). Makanya tetap kita minta prokes dijalankan,” tegas Eka. (dit/r5)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/