alexametrics
Rabu, 30 September 2020
Rabu, 30 September 2020

Presiden Bertemu Siti Aisyah di Istana

JAKARTA–Langit di atas Istana Merdeka cukup cerah kemarin. Ditemani angin Ibu Kota yang saat itu bertiup cukup kencang. Sambil berjalan, sesekali Siti Aisyah menyeka jilbab hitam yang terburai lantaran tersapu angin.

Ya, Siti bersama keluarganya hendak bertemu Presiden RI Joko Widodo kemarin (12/3). Tepat sehari setelah dirinya menghirup udara bebas. Meski, tidak sepenuhnya bebas. Setidaknya, lolos dari ancaman hukuman mati  peradilan Malaysia.

Perempuan asal kampung Rancasumur, Serang, Banten itu ditemani kedua orang tuanya, Asria Nur Hasan dan Benah. Mereka tiba di Istana pukul 13.00. Segala prosedur pengamanan harus dilalui demi dapat bertemu orang nomor 1 di Indonesia itu.

Satu setengah jam Siti harus menunggu. Baru pukul 14.30, presiden yang akrab disapa Jokowi itu menerima dirinya dan keluarga di Credential Istana Merdeka. Wajah Siti seketika memerah. Dia lantas bersalaman dan mencium tangan Jokowi sebagai ungkapan terima kasih yang kemudian diikuti Asria dan Benah.

Jokowi tidak sendiri. Dia didampingi Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly. Sejurus kemudian rombongan melangkah menuju ruang tengah Istana. Pertemuan berlangsung tertutup. Tidak lama. Hanya  delapan menit.

Wajah Siti tampak memerah. Sesekali kedua tangannya menyeka air mata yang keluar dari kedua matanya. Terlihat haru, bahagia, dan bersyukur. Sayang, Siti belum mau berbagi ceritanya bertemu Jokowi.

Tidak ada keterangan pers dari Siti maupun keluarganya setelah pertemuan. Mereka langsung berpamitan untuk pulang ke rumahnya di Serang, Banten. Jawa Pos berusaha meminta konfirmasi Siti mengenai apa yang dibicarakannya kepada Jokowi.

Namun, Siti masih saja irit bicara sambil terus berjalan menuju pintu keluar gerbang Istana. ”Senang, ngucapin terima kasih,” ucapnya lirih yang terkesan cuek. Baru melangkah lima meter, dua golf car yang dikendarai paspampres menawarinya untuk mengantar. Tak mau menyerah, bersama tiga jurnalis lainnya, koran ini mengejar mereka hingga pintu gerbang keluar.

Saat ditanya, apa yang akan dilakukannya di kampung? ”Belum tahu,” jawabnya singkat. Sambil dikawal empat polisi, Siti dan keluarga diantar masuk menuju mobil Toyota Avanza Silver dengan nopol B 1680 WOD untuk kemudian mengantar mereka pulang ke rumah.

Dalam keterangan pers, Jokowi bersyukur salah satu warga negaranya terbebas dari hukuman mati. Mantan Walikota Solo itu menuturkan, bahwa Siti mengucapkan terima kasih kepada dirinya. Dia juga berpesan agar Siti tetap berada di rumahnya untuk sementara waktu. ”Sampai nantinya agak tenang dan bisa merencanakan kehidupan yang baik,” pungkas Jokowi.

Sementara itu Wakil Presiden Jusuf Kalla menuturkan penanganan kasus yang menjerat Siti Aisyah masuk kategori hot. ’’Karena terkait tiga negara,’’ katanya di kantor Wakil Presiden kemarin (12/3). Ketiga negara itu adalah Indonesia sebagai negara dari Aisyah, Malaysia sebagai lokasi kejadian pembunuhan, dan Korea Utara sebagai negara asal korban pembunuhan.

            Terkait dengan nasib WNI lain yang terancam hukuman mati, Wapres JK menuturkan tidak semuanya bisa diberlakukan sama seperti Aisyah. Sebab tergantung kasusnya masing-masing. Dia mengatakan pemerintah Indonesia menghormati keputusan pengadilan Malaysia yang menyatakan bahwa si Aisyah tidak cukup bukti.

            ’’(Kasus WNI, Red) Yang lain tergantung kasusnya,’’ tandasnya. Meskipun begitu JK mengatakan pemerintah tetap berusaha membebaskan atau mengurangi masa hukuman bagi para WNI yang tersangkut persoalan hukum. Upaya pendampingan tetap dilakukan oleh perwakilan Indonesia di negara setempat. (han/wan/JPG/r8)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

PLN Diskon 75 Persen Tambah Daya Hingga 3 Oktober

PLN NTB terus mendukung upaya pemulihan ekonomi di masa pandemi. Khususnya bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah dan juga Industri Kecil Menengah. Salah satunya dengan memberikan keringanan Biaya Penyambungan Tambah Daya untuk memberdayakan dan menumbuhkan kegiatan perekonomian UMKM/IKM.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Masih Banyak Masyarakat Yakin Tak Tertular Korona

KESADARAN dan pemahaman masyarakat pada bahaya Covid-19 masih rendah. Hal itu tercermin dari survei Perilaku Masyarakat di Masa Pandemi yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS).

Omnibus Law Disahkan, Buruh Ancam Mogok Nasional

Pembahasan RUU Cipta Kerja atau Omnibus Law di DPR yang sudah rampung menimbulkan tanda tanya besar di kalangan pekerja. Sebab, pekerja akan paling terdampak dengan pasal-pasalnya. Salah satunya soal pemberian pesangon.

Optimisme Najmul – Suardi di Tengah Pandemi

Bencana gempa bumi 2018 dan pandemi Covid-19 membawa ujian berat bagi pariwisata di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Tetapi semangat tidak boleh padam, masa-masa pandemi harus dilalui dengan penuh keteguhan dan ikhtiar yang kokoh.

Desa Rhee Loka Sumbawa, Desa dengan Ketahanan Pangan yang Top

DESA Rhee Loka, Kecamatan Rhee, Kabupaten Sumbawa, merupakan salah satu desa yang ikut dalam lomba Kampung Sehat. Dianugerahi alam yang subur serta air yang mengalir tiada henti, desa ini pun menjadi desa dengan ketahanan pangan yang luar biasa.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks