alexametrics
Rabu, 15 Juli 2020
Rabu, 15 Juli 2020

Universitas Airlangga Temukan Lima Kombinasi Obat Korona

JAKARTA–Harapan baru terus ditumbuhkan dalam mengatasi persebaran penyakit Covid-19. Penelitian Universitas Airlangga yang bekerja sama dengan Badan Intelijen Negara dan BNPB menghasilkan lima kombinasi regimen obat dan dua metode stem cell. Hasil penelitian menunjukkan, obat-obat itu mampu mengeliminasi virus SARS-CoV2 dari tubuh pasien.

Hal itu disampaikan Ketua Litbang Stem Cell Unair Dr.dr Purwati, SpPD, K-PTI, FINASIM dalam paparan di kantor Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC) kemarin (12/6). Kelima obat itu merupakan hasil penelitian potensi dan efektivitas obat-obatan yang selama ini sudah ada di pasaran. ’’Indikasinya diperluas menjadi obat utk mempunyai efek sebagai antiviral dari SARS-CoV2,’’ terangnya. tentunya menyesuaikan karakter virus yang berkembang di Indonesia.

Obat-obat yang dikombinasikan adalah Lopinavir/Ritonavir, Hydroxychloroquine, Azithromycin, Doxycycline, dan Clarithromycin. Dua jenis obat dikombinasikan menjadi satu dan menghasilkan lima macam kombinasi. Misalnya Lopinavir/Ritonavir dengan Azithromycin atau Hydroxychloroquine dengan Doxycycline ( selengkapnya lihat grafis).

Lopinavir/Ritonavir asalnya merupakan obat untuk membantu penanganan infeksi HIV. Kemudian Doxycycline adalah obat untuk penyakit akibat infeksi bakteri, sementara Azithromycin digunakan untuk mengobati infeksi bakteri di organ tubuh. Clarithromycin digunakan untuk mengobati infeksi bakteri di saluran nafas. Sementara, Hydroxychloroquine merupakan obat antimalaria.

Obat kombinasi dipilih karena punya potensi dan efektivitas yang cukup bagus terhadap daya bunuh virus. Kemudian, karena kombinasi, maka dosis yang diambil dari masing-masing obat menjadi lebih kecil. Bisa seperlima atau sepertiga dari dosis tunggal. ’’Sehingga sangat mengurangi toksisitas obat tersebut di dalam sel tubuh yang sehat,’’ lanjut Purwati.

Kelima jenis obat itu dipilih dari 14 regimen obat yang diteliti. Kelimanya mempunyai potensi dan efektivitas yang cukup bagus untuk menghambat virus SARS-CoV2 masuk ke dalam sel target. Juga mampu menghambat atau menurunkan perkembangbiakan virus tersebut di sel. Kemampuannya diteliti bertahap mulai dari 24, 48, dan 72 jam. Hasilnya, virus yang tadinya berjumlah ratusan ribu menjadi tidak terdeteksi.

Dengan kemampuan mengeliminasi sampai virus tidak lagi terdeteksi, regimen obat tersebut diharapkan mampu memutus mata rantai penularan Covid-19. Menumbuhkan pula harapan agar semakin banyak kasus positif Covid-19 yang sembuh.

Purwati menuturkan, dalam memilih obat untuk dikombinasikan, pihaknya mengambil obat-obatan yang sudah tersedia di pasaran. Alasan utamanya, karena obat-obat tersebut sebelumnya sudah melalui berbagai macam uji sebelum mendapat izin edar dari BPOM. Saat pandemi, dibutuhkan sesuatu yang bisa tersedia dengan cepat, namun tetap dipertimbangkan efek dan keamanannya bagi pasien.

 

Terapi Stem Cell

 

Selain obat, pihaknya juga meneliti terapi stem cell. Jenis stem cell yang dipakai ada dua. Natural killer cells dan hematopoietic stem cell. Didapati dalam 24 dan 72 jam, keduanya mampu menginaktifasi virus dalam jumlah yang cukup signifikan. ’’Kurang lebih 80-90 persennya,’’ ujar Purwati.

Sel untuk terapinya diambil dari darah dengan pembiakan. 4 hari pembiakan untuk hematopoietic dan 7-14 hari pembiakan untuk natural killer cells. Hasil penelitian itu sudah didiseminasi dan Unair telah menerbitkan tujuh jurnal terkait dnegan penelitian tersebut.

Selain di Jakarta, obat tersebut kemarin juga diperkenalkan di Surabaya. Hasil riset tersebut dipre-launching di Gedung Rektorat Unair. Rektor Unair Prof Mohammad Nasih mengatakan, tim peneliti Unair menemukan perkembangan dalam upaya mempercepat pencegahan Covid-19. Untuk dalam jangka pendek ini, Unair mendapatkan lima kombinasi regimen obat yang efektif melawan Covid-19. Kombinasi obat tersebut berasal dari obat-obatan yang sudah beredar di pasaran.

“Kalau untuk menemukan obat baru butuh jangka waktu panjang. Karena situasinya saat ini darurat, maka yang bisa dilakukan dalam waktu dekat ini mencari solusi untuk mendapatkan obat yang relatif efektif untuk mencegah masuknya virus dan menghentikan perkembangbiakan virus,” katanya.

Lima kombinasi regimen obat yang ditemukan oleh tim peneliti Unair sudah melalui riset yang telah dilakukan selama ini. Di antaranya, kombinasi obat Lopinavir/ritonavir dengan azithromicyne, lopinavir/ritonavir dengan doxycyline, lopinavir/ritonavir dengan chlaritromycine, hidroxychloroquine dengaan azithromicyne, dan hidroxychloroquiine dengan doxycycline. “Obat-obatan itu sudah beredar di pasaran dan berada di bawah pengawasan BPOM,” katanya.

Nasih menuturkan, obat-obat kombinasi tersebut dipilh dengan beberapa pertimbangan. Pertama, karena memiliki potensi dan efektivitas yang cukup bagus dalam daya bunuh virus. Kedua, dosis masing-masing obat 1/5 dan 1/3, lebih kecil dari dosis tunggalnya. Artinya, ada penurunan dosis ketika menggunakan kombinasi obat dari dosis tunggalnya.

“Kalau dosisnya lebih kecil akan mengurangi efek toxic dibanding minum obat tunggal yang dosisnya lebih tinggi,” ujarnya.

Pemilihan kombinasi obat-obat yang sudah ada tersebut, lanjut dia, dikarenakan obat yang sudah beredar tersebut sudah melewati uji klinis dan memiliki izin edar oleh BPOM. Jadi, aman. Di sisi lain, saat ini diperlukan obat yang sudah teruji dan tersedia dalam waktu cepat karena sifatnya emergency dan urgent.

“Itu yang menjadi beberapa pertimbangan kami merekomendasikan beberapa kombinasi obat yang dapat diberikan kepada pasien Covid-19,” jelasnya.

 

Obat Tunggal

 

Selain itu, ada juga obat tunggal yang direkomendasikan oleh tim peneliti Unair untuk membantu mempercepat penanganan Covid-19. Obat tunggal tersebut memiliki efektivitas yang relatif sama dengan kelima kombinasi regimen obat yang direkomendasikan sebelumnya.

“Rekomendasi obat tunggal yang bisa digunakan adalah Klaritromisin, aluvia, doksisiklin, azitromisin, dan hidroksiklorokuin,” ujarnya.

“Ini sudah diuji pada sel yang mengandung viru Covid-19 khas Indonesia. Terbukti dengan efektivitas  yang lebih tinggi dibanding obat lainnya,” kata dia.

Nasih menyampaikan, kombinasi obat dari hasil penelitian Unair menjadi obat program. Jadi, belum didistribusikan secara bebas atau dijualbelikan.

“Obat-obat kombinasi tersebut sudah kami berikan ke Jakarta sebagai mitra kami. Kami juga koordinasi dengan gugus tugas agar diberikan ke rumah sakit yang membutuhkan,” katanya.

Pada bagian lain, masa transisi menuju pola kenormalan baru turut mempengaruhi aturan kerja aparatur sipil negara (ASN). Ada wacana ASN bakal berkerja secara shift. Dalam aturan sebelumnya, hanya ditetapkan bila maksimal kehadiran ASN di kantor maksimal 50 persen dari total jumlah ASN. Untuk jadwalnya, diserahkan pada masing-masing kementerian/lembaga.

Rencana perubahan ini, menurut Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB) Tjahjo Kumolo dilandaskan pada arahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Di mana, diminta untuk mengkaji sistem kerja shift guna mengurangi penumpukan calon penumpang di sejumlah transportasi publik. Sehingga dapat meminimalisi risiko penularan Covid-19 di sarana umum.

Seperti diketahui, awal masa transisi pada Senin (8/6), sejumlah perkantoran di Jakarta telah mulai kembali dibuka aktivitasnya. Hal ini ternyata menyebabkan penumpukan panjang di stasiun. Terlebih, dalam masa pandemi, protokol kesehatan masih diterapkan secara ketat. Mulai dari menjaga jarak dan aturan pembatasan jumlah penumpang dalam commuter line.

”Kami telah mengadakan rapat dengan para Deputi. Kemudian, rapat koordinasi yang dihadiri perwakilan dari Kemenko PMK, Kemnaker, Kem BUMN, Kem PANRB, dan BNPB untuk membahas ini,” ujarnya kemarin (12/6).

Dari rapat tersebut, disepakati sejumlah hal. Di antaranya, seluruh kementerian terkait sepakat untuk menyiapkan sistem kerja shift. Rencananya, akan diterapkan dua shift dalam satu hari. ”Shift 1 dari pukul 07.30-15.00 WIB. Shift 2 mulai 10.00-17.30 WIB,” jelasnya.

Untuk detilnya, lanjut dia, pengaturan sistem kerja shift ini akan dilakukan secara terpisah. Bagi pegawai ASN dengan surat edaran (SE) Menteri PANRB, pegawai BUMN dengan SE Menteri BUMN, dan pegawai swasta dengan SE Menteri Ketenagakerjaan.

Namun, Tjahjo menggarisbawahi bahwa sebelum nantinya diterbitkan dan diberlakukan SE tentang Sistem Kerja Shift ini, pihaknya akan melakukan survey dan simulasi secara cermat. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa kebijakan yang dituangkan dalam SE benar-benar efektif memecahkan masalah yang ada. Yakni, mengurangi penumpukan calon penumpang.

Dari data sementara milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) menunjukkan, bahwa penumpang KA dari unsur pegawai ASN/TNI/Polri jumlahnya sangat sedikit. Karenanya, PT KAI akan diminta melakukan survei yang lebih cermat lagi tentang proporsi jumlah penumpang berdasarkan pekerjaannya. Apakah yang bersangkutan ASN/TNI/Polri, BUMN, atau swasta. ”Para Sekjen Sestama akan diminta data tentang jumlah pegawai yang bekerja WFO setiap harinya,” papar mantan Mendagri tersebut.

Ketika hasilnya telah diperoleh maka dapat dipertimbangkan kebijakan alternative lainnya. Seperti, pemberlakuan shift secara menyeluruh untuk ASN, BUMN, dan swasta. Atau, hanya untuk swasta saja, karena pegawai ASN yang naik kereta api sangat sedikit. Bisa juga pemberlakuan shift Senin sampai Jumat atau Senin dan Jumat saja.

”Bisa juga kombinasi dari beberapa alternatif di atas, misalnya shift untuk seluruh jenis pegawai namun hanya untuk hari Senin saja,” ungkapnya. Aturan ini, imbuh dia, bakal diberlakukan untuk daerah yang memberlakukan PSBB dan/atau status merah menurut Gugus Tugas. Diagendakan, SE bakal keluar pada pekan depan. (byu/ayu/mia/lyn/JPG/r6)

 

Kombinasi Obat untuk Virus Korona

 (Hasil Pengembangan Unair Bekerja Sama dengan BIN dan BNPB)

  • Lopinavir, ritonavir, Azithromycin
  • Lopinavir, ritonavir, dan Doxycycline
  • Lopinavir, ritonavir, Clarithromycin,
  • Hydroxychloroquine dan Azithromycin
  • Hydroxychloroquine dan Doxycycline

 

HASIL UJI

Mengeliminasi virus dari ratusan ribu menjadi undetected dalam waktu 24-72 jam

 

METODE STEM CELL UNTUK PENGOBATAN COVID-19

  • Natural Killer Cells
  • Hematopoietic Stem Cell

 

HASIL UJI

Menginaktivasi 80-90 persen virus dalam waktu 24-72 jam

 

Sumber: Litbang Stem Cell Unair

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Korona Tinggi, Pola Pencegahan Covid 19 di Mataram Perlu Dievaluasi

emkot Mataram memang bekerja. Mereka berupaya memutus mata rantai penularan virus Korona. Sayangnya, kerja para pemangku kebijakan di Pemkot Mataram itu tanpa inovasi.

Enam Bulan, 19 Kasus Kekerasan Terhadap Anak Terjadi di Mataram

Kasus kekerasan anak di Kota Mataram masih sering terjadi. Buktinya, hingga Juli  tercatat sudah terjadi 19 kasus. “Kebanyakan dari kasus ini perebutan hak asuh,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Mataram Hj Dewi Mardiana Ariany, Selasa (14/7).

Larangan Dicabut, PNS Sudah Boleh Lakukan Perjalanan Dinas

Kebijakan pembatasan perjalanan dinas aparatur sipil negara (ASN) resmi dicabut. Kini ASN dibolehkan ke luar kota. Namun, dengan syarat-syarat khusus.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Mataram, Tanpa Masker Tak Boleh Masuk Pasar

Saat ini, sebagian besar masyarakat NTB memang sudah menggunakan masker. Tapi, banyak pula yang memakai masker hanya sampai dagu atau di leher. Sementara di Kota Mataram dan Lombok Barat yang merupakan dua daerah zona merah dengan kasus Covid-19 terparah, banyak pedagang dan pengunjung pasar yang masih bandel. Mereka ngelencer di pasar tanpa masker.

Sukseskan Kampung Sehat, Tiga Pilar di Loteng Kompak

Pemkab, Polres dan Kodim 1620/Lombok Tengah siap menyukseskan lomba kampung sehat. “Harapannya masyarakat mempunyai kemampuan dan kemandirian dalam penanganan covid-19,” papar Kapolres AKBP Esty Setyo Nugroho saat memimpin upacara tiga pilar di Bencingah Alun-Alun Tastura, Praya, Selasa (14/7/2020).

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Korona NTB Masih Parah, Sekolah Hanya Bisa Dibuka di Kota Bima

Ketentuannya, kegiatan di sekolah pada tahun ajaran baru hanya diperbolehkan untuk daerah zona hijau. Karena itu, manakala ada pemerintah daerah yang nekat membuka sekolah non zona hijau. pemerintah pusat memastikan akan memberi sanksi.

Beli Honda ADV150, Hemat Rp 5,7 Juta

Honda ADV150 merupakan skutik penjelajah jalanan canggih dengan desain bodi yang futuristik dan manly. Skutik ini dibekali mesin 150cc eSP yang menyuguhkan performa responsif.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.
Enable Notifications.    Ok No thanks