alexametrics
Rabu, 12 Agustus 2020
Rabu, 12 Agustus 2020

Bantu Nelayan Lobster, Pemprov NTB Diminta Lobi Pemerintah Pusat

PRAYA-Sebagian nelayan lobster di Dusun Awang Balak Desa Mertak, Pujut, Lombok Tengah beralih menjadi pekerja migran Indonesia (PMI). “Mereka berangkat sejak larangan ekspor benih lobster,” tutur salah seorang nelayan lobster Sayid Kadir Al Idrus pada Lombok Post, Minggu (12/7/2020).

Kata dia, sebagian lagi nekat bertahan sebagai nelayan lobster. Mereka diam-diam menangkap benih lobster, lalu dijual ke pengekspor.

Bahkan langsung di ekspor ke luar negeri. Jika lagi apes, meraka tertangkap tangan oleh aparat dan menerima hukuman di jeruji besi.

Selain itu, ada juga yang beralih menjadi nelayan tangkap ikan, budi daya rumput laut dan mutiara. “Itu daripada anak dan istri tidak makan,” keluh Kadir.

Dia menerangkan, begitu informasi keran ekspor benih lobster dibuka, PMI yang sedang pulang kampung memastikan diri tidak lagi bekerja ke luar negeri. Itu karena pendapatannya, tidak sebanding dengan nelayan lobster.

Dulu, pendapatan nelayan lobster mencapai Rp 1 juta per hari per nelayan. Kalau per bulan antara Rp 25 juta-Rp 30 juta per nelayan. Kalau pengekspor bisa meraup miliaran rupiah per tahun.

Untuk itu, pihaknya berharap Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Loteng segera jemput bola ke provinsi dan pusat. “Pemerintah harus memastikan keran ekspor benih lobster dilaksanakan tahun ini juga,” harapnya.

Kata dia, saat ini, nelayan sedang didata untuk masuk kelompok. “Kami berharap, setelah ini kami bisa bekerja,” ujar Kadir.

Terpisah, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Kelautan dan Perikanan Indonesia (APKPI) Buntaran mengatakan, akan terus mengawal Permen KP Nomor 12 Tahun 2020. Sampai pemerintah pusat benar-benar memberikan kepastian kapan ekspor benih lobster di buka di NTB. Terutama terkait kuota dan lokasinya.

“Perjuangan ini demi nelayan, demi kesejahteraan mereka,” pungkasnya. (dss/r5)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Lawan Korona di Lombok tengah Lockdown Dusun Tetap Jadi Pilihan

Pencegahan penularan covid-19 di Lombok Tengah terus dilakukan pemkab. “Harapannya, jangan ada lagi yang positif,” kata sekretaris gugus tugas Covid-19 Murdi pada Lombok Post, Senin (10/8).

Kabar Baik, Pemerintah Izinkan Pengiriman TKI ke Luar Negeri

Pemerintah telah membuka peluang kerja bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) alias Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Hanya saja, rekrutmen terbatas pada tenaga kerja terlatih sektor formal.

Tempat Hiburan di Lobar Tak Patuh Cegah Korona, Dewan : Segel Saja!

DPRD Lombok Barat (Lobar) memberi atensi penerapan protokol pencegahan covid. Terutama untuk tempat hiburan malam. ”Kami support penegak hukum dan pemerintah. Kalau ada yang membandel, segel saja,” kata Ketua Fraksi Demokrat DPRD Lobar Indra Jaya Usman, Senin (10/8).

Pasangan Makmur-Ahda Tersandera SK PKB

MATARAM--Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) HL Makmur Said-H Badruttamam Ahda tersandera SK dukungan dari PKB. Tanpa PKB, pasangan ini kemungkinan besar tak bisa bertarung di Pilkada Kota Mataram.

FK Unram Prediksi Puncak Penularan Korona di NTB Bulan Ini

Peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Mataram sempat memprediksi Bulan Agustus ini menjadi puncak pandemi Covid-19. Namun, trend Covid-19 justru perlahan menurun.

Bantu Siswa Belajar, Masjid Al-Falah Monjok Siapkan Internet Gratis

Inovasi Takmir Masjid Al-Falah Kelurahan Monjok patut ditiru. Terutama oleh takmir masjid di Kota Mataram. Karena, mereka menyiapkan internet gratis bagi siswa dan mahasiswa yang saat ini sedang menerapkan metode belajar dalam jaringan (daring).

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Cucu Bupati Pertama Loteng Siap Mengabdi untuk Lombok Tengah

Menjadi satu-satu sosok perempuan, Hj Lale Prayatni percaya diri maju menjadi calon bupati Lombok Tengah. Birokrat perempuan ini ingin membawa perubahan bagi Lombok Tengah ke arah lebih baik. ”Saya terpanggil untuk mengabdi di kampung halaman saya,” kata Hj Lale Prayatni, Minggu (9/8).

Digerebek Polisi, Doyok dan Tutik Gagal Nyabu di Karang Bagu

Terduga pengedar sabu berinisial H alias Doyok ditangkap tim khusus (Timsus) Ditresnarkoba Polda NTB. Dia diringkus bersama seorang perempuan berinisial HT alias Tutik, Jumat sore (7/8) lalu.

Lale Sileng Pilih Yusuf Saleh Sebagai Wakil di Pilbup Loteng

Lale Prayatni memutuskan untuk menggandeng HM Yusuf Saleh. “Ya,” kata Lale singkat saat dihubungi, Minggu (9/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks