alexametrics
Kamis, 22 Oktober 2020
Kamis, 22 Oktober 2020

Vaksin Datang Bulan Depan, Indonesia Beli dari Tiga Perusahaan China

JAKARTA—Indonesia mengamankan komitmen pembelian vaksin Covid-19 dari tiga perusahaan China. Yakni Cansion, G42 Sinopharm, dan Sinovac. Kerja sama dengan perusahaan lain untuk tambahan dosis juga terus diupayakan.

Selain kontrak pembelian Vaksin, Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menkes Terawan Agus Putranto, dan Dirut Bio Farma Honesti Basyir dengan perwakilan tiga perusahaam tersebut juga membahas persiapan eksekusi vaksinasi, transfer teknologi, dan penjajakan regional production di Indonesia pada pertemuan Sabtu (10/10).

Vaksin dari ketiga perusahaan tersebut dilaporkan sudah masuk pada tahap akhir uji klinis tahap ke-3 dan dalam proses mendapatkan Emergency Use Authorization (EUA) di sejumlah negara.

Cansino telah melakukan uji klinis tahap ke-3 di Tiongkok, Arab Saudi, Rusia dan Pakistan. Sementara G42/Sinopharm melakukan uji klinis tahap ke-3 di Tiongkok, Uni Emirat Arab (UEA), Peru, Moroko dan Argentina.

Sementara itu Sinovac melakukan uji klinis tahap ke-3 di Tiongkok, Indonesia, Brazil, Turki, Banglades, dan Chile. EAU dari Pemerintah Tiongkok telah diperoleh ketiga perusahaan tersebut pada bulan Juli 2020. Sementara pemerintah UAE juga telah memberikan EAU kepada G42/Sinopharm.

Tim inspeksi yang terdiri dari unsur BPOM, Kementerian Kesehatan, MUI, Bio Farma akan bertolak ke Tiongkok pada tanggal 14 Oktober 2020 untuk melihat kualitas fasilitas produksi dan mengecek kehalalan vaksin produksi Sinovac dan Cansino.

Sementara data untuk vaksin G42/Sinopharm akan diambil dari data uji klinis di UAE karena vaksin tersebut turut diproduksi di sana. Dirut Bio Farma Honesti Basyir mengatakan, kehalalan vaksin Sinovac dan Cansino akan dijamin melalui partisipasi MUI dalam proses pengujian data, begitu juga dengan kehalalan vaksin G42/Sinopharm.

“MUI-nya Abu Dhabi sudah menyatakan no issue dengan kehalalan vaksin G42,” sebut Basyir.

Saat ini, jumlah vaksin yang disanggupi oleh masing-masing perusahaan beragam, tergantung dari kapasitas produksi dan komitmen kepada pembeli lain. Untuk tahun ini, Cansino menyanggupi 100.000 vaksin (single dose) pada bulan November 2020, dan sekitar 15-20 juta untuk tahun 2021.

G42/Sinopharm menyanggupi 15 juta dosis vaksin (dual dose) tahun ini. Sebanyak 5 juta dosis di antaranya akan mulai datang pada bulan November 2020.

Sementara itu Sinovac menyanggupi 3 juta dosis vaksin hingga akhir Desember 2020, dengan komitmen pengiriman 1,5 juta dosis vaksin (single dose vials) pada minggu pertama November dan 1,5 juta dosis vaksin (single dose vials) lagi pada minggu pertama Desember 2020, ditambah 15 juta dosis vaksin.

Sementara untuk tahun 2021, Sinopharm akan mengusahakan 50 juta (dual dose), Cansino 20 juta (single dose), Sinovac 125 juta (dual dose). Single dose artinya satu orang hanya membutuhkan 1 kali dosis vaksinasi. Sementara dual dose membutuhkan 2 kali vaksinasi untuk satu orang.

Untuk menjaga akuntabilitas pengadaan vaksin, setiap pengadaan vaksin baik dari uang pemerintah ataupun pengadaan mandiri oleh swasta semua harus melalui Bio Farma sebagai BUMN yang ditunjuk untuk pengadaan vaksin.

Sebagai bagian dari transparansi dan akuntabilitas, dalam waktu dekat Bio Farma akan melakukan pemaparan kepada publik tentang biaya pembelian vaksin dari semua mitra kerja samanya.

 

Rencana Vaksinasi

Menkes Terawan menguraikan bahwa persiapan detail untuk program vaksinasi hingga kini terus dilakukan. Prioritas pertama adalah para tenaga kesehatan dan aparat keamanan yang berada di garis terdepan dalam penanganan Covid-19.

Kemenkes telah mengambil langkah untuk memastikan kesiapan fasilitas kesehatan di Indonesia dan akan segera melakukan simulasi di beberapa puskesmas. Sejak akhir September 2020 juga telah dilaksanakan pelatihan kepada tenaga kesehatan mengenai tata cara vaksinasi Covid-19.

“Pada tahap awal, kami akan memberikan prioritas vaksin kepada mereka yang di garda terdepan, yaitu medis dan paramedis, pelayanan publik, TNI/Polri, dan seluruh tenaga pendidik,” kata Menkes Terawan.

Selain itu, Terawan menjamin bahwa para personel garda terdepan dan yang tidak mampu secara ekonomi akan dibayarkan vaksinnya oleh Pemerintah. “Mereka yang menjadi peserta BPJS kategori Penerima Bantuan Iuran alias PBI akan ditanggung oleh pemerintah,” katanya.

Selain membahas pembelian, Terawan juga mengajak Cansino, G42/Sinopharm, dan Sinovac untuk melakukan kerjasama transfer teknologi dengan BioFarma dan kerja sama riset termasuk uji klinis dengan lembaga penelitian medis yang ada di Indonesia.

Bio Farma merupakan salah satu dari sekitar 29 produsen vaksin di 22 negara di dunia yang telah memperoleh Prakualifikasi Badan Kesehatan Dunia (PQ WHO) sehingga dipercaya dapat memenuhi kebutuhan vaksin di lebih dari 150 negara.

 

Rencana Kolaborasi

Dalam pertemuan sebelumnya antara Menko Luhut dengan Menlu Tiongkok Wang Yi, telah dijajaki rencana untuk memberikan akses kolaborasi pada perusahaan di Indonesia dan menjadikan Indonesia sebagai manufacturing hub untuk vaksin di kawasan Asia Tenggara.

Selain dari Tiongkok, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi akan terbang ke Eropa untuk mengamankan komitmen dari sumber lain terkait vaksin ini. Sama seperti kunjungan ke Tiongkok dan UEA beberapa waktu lalu, Retno akan ditemani Menteri BUMN Erick Tohir. Keduanya akan mengunjungi London, Inggris, dan dilanjutkan ke Bern dan Jenewa, Swiss.

”Saya bersama Menteri BUMN dan Tim Kementerian Kesehatan,” ujarnya dalam pers briefing Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Senin (12/10) pagi.

Selain mengamankan komitmen vaksin COVID-19 dalam kerangka kerja sama bilateral, rombongan kedua menteri juga akan melakukan pertemuan dan diskusi dengan Dirjen WHO, GAVI, dan Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI). Retno menyebut, pertemuan dalam rangka Framework COVAX Facilities ini guna membahas kerja sama vaksin dalam konteks multilateral.

”Kemudian tujuan lain dari perjalanan ini adalah mendorong penguatan kerja sama untuk jangka menengah dan jangka panjang antara Bio Farma dengan mitranya di luar negeri. Termasuk sekali lagi, dalam konteks multilateral,” paparnya.

Selama perjalanan nanti, rencananya, Retno juga akan melakukan pertemuan dengan sejumlah mitranya. Di Inggris, Menlu perempuan pertama Indonesia itu akan bertemu dengan Menlu Inggris. Sementara, di Swiss, ia dijadwalkan untuk bertemu dengan Wakil Presiden Swiss dan beberapa perusahaan dari Switzerland.

”Jadi dari dua negara tersebut, kami akan mengupdate dengan hasil atau deliverables dari kunjungan kami nanti,” tandasnya.

 

Komitmen Vaksin

Sementara itu, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut Indonesia akan  mendapatkan 18 juta vaksin dari Sinovac tahun 2020 dan 125 juta vaksin pada tahun 2021. Sementara, dari Sinopharm, Indonesia mendapatkan komitmen 15 juta vaksin tahun 2020 dan 50 juta vaksin tahun 2021.

Selain itu ada pula komitmen vaksin 15 juta dosis dari Cansino dan 100 juta dosis dari AstraZenica. ‘’Down payment untuk AstraZenica, kemu-dian juga terkait dengan yang lain sedang dalam pembahasan,’’ ujarnya, kemarin (12/10).

Pria yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi (KPC-PEN) itu menyebut, Indonesia membutuhkan 320 juta dosis vaksin yang akan disuntikkan kepada 160 juta orang. Nantinya, tiap orang akan mendapatkan dua kali suntikan. ‘’Dan ini diperkirakan untuk 160 juta orang dan ini tahapannya mungkin bisa bertahap sampai dengan tahun 2022,’’ imbuh dia .

Dalam proses vaksinasi, pemerintah akan menggandeng 11.000 puskesmas untuk penyuntikan. Satu puskesmas ditargetkan bisa melakukan minimal 100 kali suntikan. Dengan target itu, diharapkan dalam satu hari penyuntikan bisa mencapai 1 juta dosis atau lebih.

Selain itu, ada 2.877 rumah sakit (RS) baik RS kementerian, TNI, Polri, Pemerintah Daerah, serta pihak swasta dan 49 Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di wilayah kerja masing-masing juga dilibatkan.

Airlangga juga memerinci siapa-siapa saja yang akan disuntikkan vaksin di tahap awal. Dia menyebut, di tahap awal, ada 3,49 juta tenaga garda terdepan yakni tenaga medis, TNI dan Polri yang akan divaksin den-gan kebutuhan 6,9 juta vaksin.

Kemudian ada 5,6 juta tokoh masyarakat, tokoh agama dan perangkat daerah dengan kebutuhan 11,2 juta vaksin. Ada pula 4,3 juta para tenaga pengajar anak PAUD, TK, SD, SMP, SMA dan perguruan tinggi swasta dan negeri dengan kebutuhan 8,7 juta vaksin.

Lalu, ada 2,3 juta aparat pemerintah dengan kebutuhan 4,6 juta vaksin.

Ada pula 86,6 juta peserta BPJS Kesehatan penerima bantuan iuran (PBI) dengan kebutuhan 173 juta vaksin. Ada pula 57,5 juta masyarakat dan pelaku ekonomi dengan kebutuhan 115 juta vaksin. Dari keseluruhan jumlah itu, ada 160 juta orang dengan kebutuhan 320 juta vaksin.

Sejalan dengan itu, Airlangga juga menyinggung angka kesembuhan (recovery rate) Indonesia yang lebih tinggi dibandingkan dunia. Angka kesembuhan RI tercatat sebesar 76,48 persen, angka itu lebih tinggi dibanding angka kesembuhan dunia yang mencapai 75 persen.

Capaian itu terjadi di tengah angka kasus Covid-19 yang masih terus bertambah. ‘’(Indonesia) Lebih tinggi dari recovery rate dunia yang 75,0 persen. Ini terjadi akibat menurunnya kasus aktif di beberapa provinsi sehingga recovery ratenya naik,’’ tutur dia.

Sementara itu persentase kasus kematian atau fatality rate di Indonesia 3,55 persen. Angka itu masih lebih tinggi dibanding rata-rata kematian dunia yang hanya sebesar 2,9 persen.

 

Pemulihan Ekonomi

Dalam ratas tentang tentang penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional (PEN) kemarin, Presiden Joko Widodo menggelar rapat terbatas Dalam pengantarnya Jokowi menyampaikan perlu dimaksimalkan upaya menekan angka kematian serta memperbanyak testing di sejumlah daerah.

Dia menjelaskan angka kematian perlu ditekan karena satu-satunya indikator yang masih di atas rata-rata global. Jokowi menyampaikan angka kematian per 11 Oktober berada di 3,55 persen. ’’Ini lebih baik dari dua minggu lalu (di angka, Red) 3,77 persen,’’ tutur Jokowi. Tetapi angka kematian 3,55 persen itu masih di bawah rata-rata dunia yaitu 2,88 persen.

Jokowi menjelaskan untuk angka kasus aktif Covid-19 di tanah air per 11 Oktober berada di 19,97 persen. Indikator itu menurutnya lebih baik dari rata-rata kasus aktif Covid-19 dunia di angka 22,01 persen. Selain itu Jokowi juga menyampaikan angka kasus aktif lebih rendah dibandingkan catatan 27 September lalu yang berada di angka 22,46 persen. ’’Jadi penurunnya (angka kasus aktif, Red) terlihat sekali. Dari 22,46 persen menjadi 19,97 persen,’’ kata dia.

Sedangkan untuk angka kesembuhan Jokowi juga mengatakan lebih baik dari angka rata-rata dunia. Dia menyebutkan angka kesembuhan per 11 Oktober mencapai 76,48 persen. Capaian itu lebih tinggi dari angka rata-rata kesembuhan dunia di 75,03 persen.

Dia berharap angka kesembuhan ini juga terus ditingkatkan. Caranya ada-lah dengan meningkatkan standar pengobatan. Baik itu di ruang perawatan rumah sakit, kamar ICU, maupun di tempat isolasi.

Presiden lulusan UGM Jogjakarta itu menyebutkan upaya menekan kasus positif juga harus terus ditingkatkan. Caranya dengan konsistem mengkampanyekan pentingnya menerapkan protokol kesehatan. ’’Saya mencatat dari angka yang ada, Jatim dan Sulawesi Selatan menunjukkan perbaikan,’’ jelasnya. Dia berharap kondisi di Provinsi Jatim dan Sulsel itu menjadi contoh provinsi lainnya.

Jokowi secara khusus meminta dua minggu ke depan diproritaskan penanganan di 12 kabupaten dan kota. Sebab di 12 kabupaten dan kota itu memiliki angka aktif positif Covid-19 lebih dari 1.000 kasus. Sehingga jika ditotal mencapai 30 persen nasional.

Kota dan kabupaten itu adalah Kota Ambon, Jakarta Utara, Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten Bekasi, Kota Jayapura, Kota Padang, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Kota Pekabaru, Jakarta Selatan, dan Jakarta timur.

Dia mengingatkan supaya pengetesan dioptimalkan sehingga tidak terjadi gap atau kesenjangan antara satu daerah dengan daerah lainnya.

Dalam kesempatan itu Jokowi juga menyampaikan perkembangan penyaluran anggaran PEN. Sampai 7 Oktober realisasi untuk klaster bansos sudah 66 persen. Kemudian untuk klaster UMKM mencapai 76 persen. ’’Untuk klaster subsidi energi (realisasinya, Red) 94 persen,’’ jelasnya lalu menutup pengantar rapat.

 

Operasi Yustisi

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa menambahkan, sesuai arahan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, pihaknya membantu aparat kepolisian dalam operasi yustisi dan penegakkan disiplin protokol kesehatan di berbagai daerah. ”Total jajaran kami ada 62 ribu sekian yang dilibatkan dan kami memang benar-benar di lapangan sesuai dengan pertimbangan panglima kodam di daerah,” bebernya.

Dalam tugas itu, TNI AD menyesuaikan dengan kebutuhan Polri dan pemerintah. Sebab, mereka yang memiliki kewenangan dalam operasi yustisi untuk penegakan disiplin kesehatan. ”Kami komunikasi secara internal di Angkatan Darat. Kami komunikasi setiap pagi dengan seluruh pangdam,” terang Andika.

Selain itu, orang nomor satu di TNI AD itu menyatakan, pihaknya juga rutin memantau rumah sakit milik matra darat. Paling sedikit seminggu tiga kali Andika berkomunikasi dengan mereka.

Andika menyebutkan, secara keseluruhan ada 95 rumah sakit milik TNI AD yang difungsikan untuk membantu pemerintah menanggulangi pandemi virus korona. ”Dan kami terus mengawal, misalnya ketersediaan laboratorium PCR sebagian 20 itu didukung oleh BNPB, kemudian 17 laboratorium didukung oleh Kementerian Pertahanan,” terang dia.

Lebih lanjut, jenderal bintang empat itu menyatakan bahwa Kementerian Pertahanan juga membantu pelaksanaan rapid test. Saat ini, rapid test yang dipakai berbasis antigen. ”Dan itu kami terus kawal setiap dua hari sekali dalam rangka siapa, apa yang ada masalah, di mana, terus apa yang dari pusat kami perlu lakukan untuk mempercepat atau pun membantu,” bebernya. (tau/mia/dee/wan/syn/JPG/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Kenali La Nina, Waspadai Dampaknya

HUJAN dengan intensitas sedang hingga tinggi mengguyur sebagian wilayah Indonesia beberapa waktu belakangan ini. Tentu banyak pihak yang bertanya-tanya, apakah memang musim hujan telah datang ? Berdasarkan prakiraan awal musim kemarau tahun 2020/2021 oleh BMKG, musim kemarau tahun 2020 ini sifatnya memang tidak sekering tahun sebelumnya.

17 Ribu Tenaga Kesehatan NTB Bakal Divaksin Lebih Dulu

Pemprov NTB telah menyetor nama-nama tenaga kesehatan untuk diberikan vaksin anti Covid-19. ”Daftar tenaga medis sudah saya serahkan ke pusat,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, kemarin (20/10).

Kampanye Sehat di Dompu Pasangan Eri-HI Bagi Masker untuk Para Lansia

PASANGAN Calon Bupati dan Wakil Bupati Dompu Eri Aryani-H Ichtiar (Eri-HI) terus menyuarakan kampanye sehat. Salah satunya dengan bagi-bagi masker saat ada kegiatan kampanye tertutup.

Juri Kampung Sehat NTB Mulai Menilai Pemenang di Sumbawa

Tim Penilai Lomba Kampung Sehat tingkat provinsi sedang berada di Sumbawa. Penilaian kini sedang dilakukan pada tiga pemenang Lomba Kampung Sehat tingkat kabupaten di wilayah tersebut. Yang sudah dinilai hingga kemarin Kelurahan Samapuin dan Desa Moyo Hilir.

XL Axiata, Pertama di Asia Tenggara yang Pakai SAP S/4HANA Cloud

“XL Axiata berhasil melakukan transformasi menjadi pemimpin dalam hal penyedia layanan digital dan data. Kami sangat percaya dan berkomitmen penuh terhadap transformasi digital sebagai bagian dari strategi bisnis perusahaan,” kata Yessie D. Yosetya, Director & Chief Information-Digital Officer XL Axiata.

Anggota DPR RI Ragukan NTB Siap Selenggarakan MotoGP

”Kami belum melihat ada promosi besar-besaran di tengah masyarakat,” katanya dalam keterangan pers di restoran Taliwang H Moerad, Rabu (20/10/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

52 Ribu UMKM NTB Bakal Dapat Bantuan Presiden Rp 2,4 Juta

Pemprov NTB mengusulkan 52.661 UMKM sebagai penerima bantuan presiden (banpres) produktif. ”Data ini terus kita perbarui sampai minggu kedua bulan September,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB H Wirajaya Kusuma, pada Lombok Post, kemarin (23/8).

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Pemerintah Janji Bantu UMKM NTB Terdampak Korona, Ini Syaratnya

encairan bantuan Rp 800 triliun bagi UMKM dan IKM masih menunggu petujuk pemerintah pusat. ”Kita tunggu petunjuk teknisnya dari kementerian koperasi UKM,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB Wirajaya Kusuma, Jumat (10/7
Enable Notifications    Ok No thanks