alexametrics
Sabtu, 23 Oktober 2021
Sabtu, 23 Oktober 2021

Siap-siap Beli Tiket, Jatah Penonton WSBK Mandalika Cuma 25.000 Orang

MATARAM-Teka-teki soal berapa jumlah penonton yang diperbolehkan datang menonton secara langsung event balap motor internasional World Superbike, sudah terjawab. Diperkirakan, penonton yang diperbolehkan hadir sedikitnya 25.000 orang.

Hal tersebut terungkap dalam kunjungan Komisi V DPR RI di Pertamina Mandalika International Street Circuit, kemarin (11/10). Kedatangan para wakil rakyat ini untuk melihat kesiapan sirkuit untuk menggelar event World Superbike hingga MotoGP Mandalika.

Di hadapan Anggota Komisi V DPR, Managing Director ITDC Mandalika Bram Subiandoro menjelaskan, kapasitas penonton di Sirkuit Mandalika sekitar 195.700 orang. “Namun untuk event WSBK nanti, ada sekitar 25.000 penonton,” katanya.

Dengan jumlah penonton 25.000 orang tersebut, Bram memastikan, tingkat kesulitan penyelenggaraan WSBK tidak sekompleks penonton MotoGP tahun depan yang diperkirakan akan ditonton ratusan ribu penggemar.

Selain itu, karena masih dalam kondisi pandemi, penonton pun wajib mengikuti protokol kesehatan dengan menunjukkan bukti vaksin dua kali dan rapid antigen. WSBK Mandalika sendiri adalah seri terakhir. Bukan tidak mungkin, penentuan juara dunia akan ditentukan di Sirkuit Mandalika. Sehingga event ini tentu akan membetot perhatian penggila balap motor. Superbike Mandalika akan digelar pada 19-21 November.

Bram menjelaskan, dalam penyelenggaraan, ITDC melalui MGPA juga akan dibantu pemerintah daerah memberdayakan masyarakat sekitar dalam proses penyelenggaraan. Sehingga semua pihak akan dilibatkan agar merasakan manfaat event ini.

Bram juga memaparkan ke Komisi V DPR, bahwa akan ada beberapa event yang diselenggarakan di Pertamina Mandalika International Street Circuit. Mulai dari Idemitsu Asia Talent Cup, WSBK, Pra Musim MotoGP hingga pelaksanaan MotoGP.

 

Fasilitas untuk Penonton

 

Sementara itu, Komisi V mengingatkan pentingnya fasiltias umum untuk para penonton. Fasiltias tersebut harus dibangun dekat dengan tribun penonton. Sehingga tidak menyulitkan.

Wakil Ketua Komisi V DPR RI Muhammad Arwani Thomafi mengingatkan agar fasilitas umum tersebut disiapkan segera. Belajar dari pengalaman penyelengaraan MotoGP di Sirkuit Sepang Malaysia, fasilitas umum tersebut yang mendesak adalah toilet portable dan musala. Dia pun meminta agar fasilitas umum dibangun di sekitar tribun penonton.

“Semua harus dipikirkan dengan matang karena ini akan mendatangkan banyak orang maka persoalannya semakin kompleks. Rekayasa lalu lintas disiapkan jangan sampai jalanan macet,” katanya saat dikonfirmasi Lombok Post.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan ini juga mengingatkan agar semua persoalan yang berkaitan dengan hak masyarakat sekitar bisa diselesaikan sebelum sirkuit ini dibuka secara resmi. Agar semua masyarakat bisa merasa senang dan bangga dengan adanya sirkuit ini.

Secara khusus, Arwani juga menyingung agar Sirkuit Mandalika jangan sampai seperti Sirkuit Sentul Bogor. Setelah diresmikan kemudian hanya menjadi ‘prasasti’ karena tak banyak dimanfaatkan untuk pelaksanaan event bertaraf internasional. Sirkuit Sentul justru akhirnya lebih banyak digunakan sebagai tempat latihan.

“Sirkuit Mandalika harus membawa kemanfaatan yang lebih banyak kepada masyarakat dengan event yang mendatangkan wisatawan,” katanya mengingatkan.

Dalam kunjungan kerja ini, selain meninjau sirkuit, Komisi V juga melihat kesiapan infrastruktur pendukung kawasan ITDC Mandalika. Mulai dari jalan, drainase hingga infrastruktur pendukung lainnya. Termasuk juga dewan menanyakan persoalan bagaimana relokasi warga yang terdampak pembangunan sirkuit.

Dalam kunjungan kemarin, Komisi V juga didampingi perwakilan Kementerian PUPR. Tim dari Kementerian PUPR pun menjelaskan kesiapan sejumlah infrastruktur pendukung kawasan Mandalika. Mulai dari pembuatan jalan bypass, drainase, TPA, hingga relokasi rumah warga yang terdampak.

Direktur Bina Teknik Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR I Nyoman Suaryana menjelaskan, jalan bypass dari Bandara Lombok ke Mandalika dengan panjang 17 kilometer segera tuntas. Jalan ini menelan anggaran Rp 700 miliar.

“Tahap I dan II sudah tuntas. Sisanya kami targetkan sebelum event WSBK dilaksakan sudah selesai,” katanya.

Kemudian Kementerian PUPR menjelaskan juga antisipasi terjadinya banjir di Kawasan Mandalika. Program drainase yang dilaksanakan dua tahun anggaran sejak 2020-2021 telah tuntas. Dengan 7.721 meter saluran utama telah dibangun. Normalisasi sungai di daerah hulu sepanjanng 1.200 meter juga telah dilaksanakan. “Rp 85 miliar kami siapkan untuk drainase,” ungkapnya.

Sedangkan Direktur Rumah Khusus Dirjen Perumahan Kementerian PUPR Yusniewati juga menjealaskan pihaknya telah merelokasi 120 kepala keluarga yang terdampak pembangunan sirkuit.

“Sudah direlokasi ke Desa Ngolang di lahan 2 hektare. Tempat relokasi warga itu nanti akan dijadikan desa wisata. Rumah yang dibangun untuk mereka tipe 36 dengan tetap mempertahankan ciri khas daerah,” jelasnya.

Termasuk warga dan kawasan Mandalika disiapkan TPA untuk penanganan sampah dengan kapasitas 800 kubik per hari. TPA ini bisa menampung sampah 10 tahun ke depan. Sementara pada akhir 2020 lalu, sudah dimulai pembangunan TPA Pengengat, di Desa Pengengat Kecamatan Pujut dan akan segera menyusul untuk bisa dimanfaatkan. (ton)

 

Usulan Jalan Baru

 

Sementara itu, selain mengunjungi KEK Mandalika, Komisi V DPR juga mengunjungi Pelabuhan Gili Mas di Lembar. Pelabuhan ini sendiri menjadi salah satu pintu masuk untuk menopang event WSBK dan MotoGP.

Dalam kunjungan tersebut terungkap bahwa fasiltais terminal peti kemas pelabuhan masih dalam proses untuk dirampungkan. Direktur Pengelola Pelindo Putut Sri Muljanto memastikan, seluruh fasilitas akan rampung tepat waktu sebelum event WSBK dimulai November mendatang.

Dalam kunjungan ke Gili Mas, Komisi V didampingi pula oleh Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmo Djalilah dan Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid. Kepada Komisi V, Fauzan menyampaikan langsung usulan pembangunan ruas jalan baru dari Pelabuhan Gili Mas ke KEK Mandalika. Ruas jalan baru ini akan berada di sisi selatan Pulau Lombok. Dimulai dari Sekotong, menyusuri pesisir selatan hingga sampai ke Mandalika.

Fauzan mengungkapkan, jalan alternatif yang langsung Gili Mas-KEK Mandalika melalui Sekotong sudah masuk dalam perencanaan tata ruang wilaya. Termasuk juga dalam RTRW Provinsi. Mengingat pentingnya logistik untuk menopang vent MotoGP, maka akses jalan dari Gili Mas ke KEK Mandalika yang sudah ada saat ini dinilainya akan kewalahan. Sehingga alternatif perlunya jalan baru menjadi keniscayaan.

“Kalau ada allternatif jalan baru, maka logistik lain untuk NTB di luar MotoGP juga tidak akan terganggu karena hanya ada satu jalan akses yang ada saat ini,” katanya.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengatakan, usulan pembangunan jalan baru tersebut telah resmi masuk ke pemerintah pusat. “Tinggal tunggu anggarannya,” imbuhnya.

Dia memastikan, dengan seluruh kesiapan infrastruktur yang sudah ada saat ini, maka event WSBK dan MotoGP di Sirkuit Mandalika sudah siap untuk digeber. (ton/nur/r6)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks