alexametrics
Jumat, 7 Agustus 2020
Jumat, 7 Agustus 2020

Korona Mewabah, UKM di NTB Banting Setir Produksi APD

MATARAM-Pandemi virus korona (Covid-19) membuat pelaku usaha berskala besar maupun kecil banting setir. Salah satunya dengan memproduksi Alat Pelindung Diri (APD).

“Musim sekarang tidak ada yang butuh kain atau baju baru. Sekarang masker biarpun murah, tapi jadi kebutuhan,” kata salah satu pejahit baju di Kota Mataram Saleh, kemarin (13/4).

Melihat potensi pasarnya cukup besar, dirinya mencoba beralih membuat masker. Sebelumnya ia merupakan salah satu pelaku usaha konveksi kecil yakni membuat pakaian. Sayangnya, permintaan pakaian berkurang dari biasanya.

“Kalau hitungan jumlah, sangat banyak pada kebutuhan masker. Tetapi kalau dilihat dari sisi rupiah, tentu lebih banyak baju,” ujarnya.

Saat ini, permintaan masker kian meningkat. Bahkan kisaran 120 sampai 150 masker dalam satu minggu terakhir. Tak hanya itu, dirinya juga membuat masker kain dengan standar yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Ulya Anindita, pemilik usaha jajanan tradisional khas Lombok di Lombok Tengah juga mengaku, beralih memproduksi masker. “Sekarang kita produksi masker karena langka, jajan kita stop dulu,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian NTB Nuryanti mengatakan, saat ini ada beberapa IKM yang pendapatannya menurun drastis. Namun, mereka tidak sampai menutup usahanya. Di antaranya ada IKM kerajinan, mutiara, ketak, bambu dan IKM yang jual oleh-oleh.

“Selain produksi APD ada juga IKM Ikut produksi pada program JPS Gemilang Paket suplemen. Seperti, minyak goreng  kelapa lokal, teh kelor, dan sabun antiseptik buatan lokal,” tuturnya.

Nantinya, ada gerakan beli-beli produk lokal NTB mulai di momen yang tepat saat ini. Apalagi paket JPS Gemilang menjadi peluang perkenalkan produk lokal. Artinya untuk selanjutnya produk NTB menjadi tuan di daerah sendiri

“Meski harga masih mahal. Akan terus kami dampingi dan bina untuk bisa produksi masal dengan harga bersaing  dan terjangkau,” ujarnya.

Sementara itu, sudah ada beberapa IKM yang dibina untuk bisa memproduksi APD dan untuk kebutuhan lainnya. “Lebih 100  IKM dan ada juga di balai kemasan saja 200 IKM,” tutupnya. (tea/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Novi dan Dinasti Politik Zulkieflimansyah di Sumbawa

Dewi Noviany membantah keluarganya tengah membangun dinasti politik di NTB. Adik kandung  Gubernur NTB H Zulkieflimansyah itu mengklaim proses pencalonannya telah melalui mekanisme penjaringan parpol yang adil.

Partai Berkarya Terbelah, SK Dukungan di NTB Terancam Sia-sia

Goncangan politik hebat terjadi di tengah perburuan Surat Keputusan (SK) partai oleh para Bakal Calon Kepala Daerah (Bacakada). Goncangan itu muncul dari Partai Berkarya. Partai Berkarya versi Muhdi Pr ternyata yang direstui Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Gak Pakai Masker, PNS Bakal Didenda Rp 200 Ribu

Aturan wajib menggunakan masker diberlakukan di Kota Bima. Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menegaskan sanksi bagi pelanggar akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemrov) NTB.

Tiga Dokter dan Delapan Perawat RSUD Dompu Diisolasi

Sebanyak 11 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Dompu yang sempat kontak dengan HM, pasien positif Covid-19 meninggal dunia menjalani isolasi. Masing-masing tiga dokter dan delapan perawat.

Lamaran Ditolak, Dosen di Bima Tikam Pacar Hingga Tewas

Naas menimpa  Intan Mulyati, 25 tahun warga Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Dia merenggang nyawa ditangan pacarnya sendiri Arif Satriadi, 31 tahun, yang merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bima, Rabu (5/8).

Kasus Pengadaan ABBM Poltekes Mataram Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar (ABBM) Poltekkes Mataram tahun 2016 segera rampung. “Progres cukup bagus. Sebentar lagi naik penyidikan,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Haris Dinzah, Rabu (5/8).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks