alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Tangani Korona, Pemerintah Janji Tak Pakai Dana Haji

JAKARTA—Dari Jakarta, Pemerintah menegaskan tidak menggunakan dana haji untuk penanganan wabah Covid-19. Isu penggunaan dana haji untuk penanganan penyakit asal Tiongkok ini sempat liar selama beberapa pekan terakhir. Data dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menyebutkan dana haji sekarang lebih dari Rp 132 triliun.

Kepala BPKH Anggito Abimanyu menegaskan tidak ada penggunaan dana haji untuk penanganan wabah Covid-19. Baik itu untuk biaya pencegahan, pengobatan, dan lain sejenisnya. Namun Anggito tidak menampik bahwa sejak Covid-19 mewabah mereka telah menyalurkan sejumlah bantuan.

Di antaranya dana yang disalurkan pada akhir Maret lalu senilai Rp 5 miliar. Dana itu disalurkan kepada RS Haji Jakarta Rp 3 miliar dan Rp 2 miliar untuk RS Syarif Hidayatullah, Tangerang Selatan. Anggito mengatakan dana bantuan itu bukan dari dana haji. Baik itu dari pokok dana hajinya maupun hasil pengelolannya.

’’Tetapi menggunakan dana dana kemaslahatan. Bukan dana haji,’’ kata Anggito kemarin (13/4).

Dia menuturkan dana kemaslahatan itu bukan bersumber dari uang setoran biaya haji. Tetapi dari hasil pengelolaan dana abadi umat (DAU). Mantan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag itu mengungkapkan saat ini DAU yang dikelola BPKH mencapai Rp 3,4 triliun.

Uang hasil pengelolaan DAU itu digunakan untuk kemaslahatan umat. Seperti bantuan biaya pendidikan, dana darurat bencana, maupun bantuan penanganan Covid-19.

Kemenag juga menyebutkan dana jamaah haji tidak digunakan untuk penanganan Covid-19. Juru bicara Kemenag Oman Fathurahman secara khusus menyampaikan respon atas berkembangnya wacana penggunaan dana haji untuk penanganan Covid-19. Dia mengungkapkan wacana pengalihan dana haji itu muncul pertama kali dari usulan Komisi VIII DPR saat rapat kerja bersama Kemenag 8 April lalu.

’’Saya pastikan tidak ada dana jamaah haji yang digunakan untuk pencegahan Covid-19,’’ jelasnya.

Oman mengatakan biaya haji ada yang bersumber dari calon jamaah, hasil pengelolaan di BPKH, maupun dari APBN. Tahun ini alokasi biaya haji dari APBN mencapai Rp 486 miliar. Anggaran biaya haji yang dari APBN diantaranya digunakan untuk keperluan petugas haji. Mulai dari akomodasi, konsumsi, serta biaya transportasinya. Selain itu juga untuk biaya rekrutmen dan pelatihan petugas haji.

Dia juga mengatakan apabila haji tahun ini batal dilaksanakan, hanya biaya haji dari APBN yang bisa direalokasi untuk penanganan Covid-19. ’’Sedangkan untuk biaya haji yang bersumber dari calon jamaah dan nilai manfaat, serta hasil efisiensi, dikembalikan lagi ke kas dana haji yang ada di BPKH,’’ tuturnya.

Dia juga menegaskan sampai saat ini belum ada keputusan resmi dari Arab Saudi apakah haji 2020 diselenggarakan atau ditunda. Di tengah ketidakpastian itu, pemerintah Indonesia tetap menjalankan persiapan pelaksanaan haji 2020. Seperti rekrutmen petugas, pelunasan biaya haji, dan penyiapan layanan di Arab Saudi. (ili/JPG/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Gak Pakai Masker, PNS Bakal Didenda Rp 200 Ribu

Aturan wajib menggunakan masker diberlakukan di Kota Bima. Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menegaskan sanksi bagi pelanggar akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemrov) NTB.

Tiga Dokter dan Delapan Perawat RSUD Dompu Diisolasi

Sebanyak 11 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Dompu yang sempat kontak dengan HM, pasien positif Covid-19 meninggal dunia menjalani isolasi. Masing-masing tiga dokter dan delapan perawat.

Lamaran Ditolak, Dosen di Bima Tikam Pacar Hingga Tewas

Naas menimpa  Intan Mulyati, 25 tahun warga Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Dia merenggang nyawa ditangan pacarnya sendiri Arif Satriadi, 31 tahun, yang merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bima, Rabu (5/8).

Kasus Pengadaan ABBM Poltekes Mataram Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar (ABBM) Poltekkes Mataram tahun 2016 segera rampung. “Progres cukup bagus. Sebentar lagi naik penyidikan,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Haris Dinzah, Rabu (5/8).

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Masuk Destinasi Wisata Terpopuler Asia 2020, Lombok Siap Mendunia

”Kalau masuk di ranking dunia artinya kita adalah destinasi yang memang layak untuk dikunjungi,” kata Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) NTB Awanadi Aswinabawa, Rabu (5/8/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks