alexametrics
Sabtu, 28 Mei 2022
Sabtu, 28 Mei 2022

Disnakertrans NTB Terima 14 Laporan Aduan Hak Pekerja

MATARAM-Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB menerima 14 laporan aduan hak pekerja pasca libur panjang Lebaran Idul Fitri 1443 Hijriah.

“Pekerja yang melapor ada yang langsung ke kami sekitar 10, melalui online. Sisanya ada yang disampaikan langsung ke pusat, kemudian Kementerian menyampaikan via online melimpahkan (laporan) ke kita (Disnakertrans),” ungkap Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB I Gede Putu Aryadi, Sabtu (14/5/2022).

Mereka tidak hanya mengadu soal keterlambatan tunjangan hari raya (THR) bagi umat muslim, untuk non muslim pun demikian. Termasuk, gaji pokok karyawan yang belum terbayarkan oleh perusahaan. Hingga belum dicantumkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Baca Juga :  Vaksinasi dan Prokes Ketat Kunci Pencegahan Gelombang Baru Pandemi Korona

Khusus laporan mengenai keterlambatan pembayaran THR Idul Fitri, diakui, sudah diselesaikan sebanyak lima kasus. Sisanya sedang dilakukan proses penyelesaian dengan mempertemukan perusahaan dengan pekerja yang bersangkutan.

“Bukan yang pembayaran lebaran tahun ini saja. Menyusul yang lama-lama itu mengadu juga. Contohnya hari raya Nyepi belum dibayar. Tetapi tetap kita tindak lanjut itu, kita konfirmasi ke perusahaannya lagi,” terang mantan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika NTB ini.

Sementara para pelapor ini, sambungnya, ada beberapa pekerja yang berasal dari perusahaan besar, sekolah swasta serta yayasan rumah sakit.

Sebagai bentuk langkah penyelesaian, dinas mempertemukan antara perusahaan dan pekerja. Jika setelah itu ada kesepakatan penyelesaian diantara keduanya, maka masalah pembayaran gaji dan THR dianggap selesai. Namun jika dengan mediasi tidak mendapat titik temu kedua belah pihak langkah selanjutnya dilakukan sidang.

Baca Juga :  Surat Edaran Terbit, THR Wajib Dibayar Paling Lambat H-7 Lebaran

“Namun biasanya rata-rata perusahaan dan pekerja sudah bertemu, kesepakatannya mau dibayar/digaji berapa. Intinya sudah saling memaklumi,” pungkas Aryadi. (ewi/r10)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/