alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Tiga Kuintal Bom Diledakkan di Sibolga

TAPTENG-Sekitar 300 Kg bom milik terduga teroris Husein alias Abu Hamzah dan istrinya serta jaringannya yang ditemukan Detasemen Khusus Anti Teror di Kota Sibolga akhirnya dimusnakan dengan cara diledakkan oleh Penjinak Bom (Jibom) di wilayah sepi penduduk, tepatnya di Rindu Alam, Kelurahan Sibuluan Nauli, Kecamatan Pandan, Tapanuli Tengah (Tapteng), Kamis (14/3) pagi.

Tampak, sebelum dilakukan disposal oleh Tim Jibom, tanah kosong di Rindu Alam itu telah lubangi menggunakan ekskavator untuk tempat ditanamnya bom dan kemudian diledakkan.

Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agus Andrianto beserta Walikota Sibolga Syarfi Hutauruk, Wakil Walikota Edy Polo Sitanggang dan Wakil Bupati Tapteng Darwin Sitompul turut menyaksikan pemusnahan bom tersebut.

Peledakan pertama adalah bom dengan berat kurang dari 3 Kg dengan daya ledak dan suara yang sangat keras. Menyaksikan ledakan itu, Kapolda Sumut menuturkan bahwa disposal selanjutnya perlu dilakukan secara khusus dan di tempat yang khusus.

“Masih kecil barang bukti yang diledakkan (tidak termasuk yang dalam tabung kemasan atau tabung container) seperti itulah yang rekan-rekan saksikan. Atas pertimbangan keamanan dari tim Jibom yang melaksanakan disposal, apabila dilakukan disposal terhadap (bom, red) yang (di tabung, red) kontainer maupun yang tabung gas, dikhawatirkan akan membahayakan,” ujar Agus.

Kapolda juga menjelaskan bahwa sebelumnya pihaknya mengeluarkan informasi adanya penemuan 300 kg bahan baku bom. Namun setelah dilakukan pemeriksaan dan uji laboratorium lebih lanjut, ternyata 300 kg itu sudah merupakan bahan jadi.

“Kemarin kami sampaikan, apabila bahan dicampurkan, (jumlahnya, red) hampir 300 kg. Ternyata laporan dari tim yang melakukan pemeriksaan dan uji laboratorium terhadap barang bukti yang ditemukan, ternyata sudah bahan jadi. Tim akan melakukan pemusnahan secara khusus di tempat yang khusus pula. Karna dengan barang bukti yang nggak sampai 3 kg saja, (ledakannya, red) sudah seperti itu. Apalagi kalau sampai 300 kg,” katanya.

Dia juga menuturkan, untuk kepemilikan bom yang cukup banyak itu merupakan milik Husein alias Abu Hamzah dan istrinya yang diduga telah melakukan bom bunuh diri di rumahnya di Jalan Cendrawasih, Kelurahan Pancuran Bambu, Sibolga Sambas. Termasuk juga jaringannya yang juga berada di Kota Sibolga. “Ya, milik AH dengan keluarganya dan termasuk jaringan yang sudah ditangkap saat ini,” katanya.

 Irjen Pol Agus menduga, terduga teroris yang ditangkap di wilayah Lampung juga memasok bahan peledak dari terduga teroris di Sibolga. “Mereka ini memang menyiapkan bahan itu di sini, kemudian, kemungkinan seperti yang ditangkap di Lampung, mengambil barang rakitan dari wilayah ini,” jelasnya.

Disinggung jenis barang bukti yang ditemukan, Irjen Pol Agus menuturkan ada Potasium klorat, Sulfur dan Arang. “Potasium klorat, sulfur dan arang, ini merupakan campuran yang sudah dimix oleh mereka dan siap untuk digunakan. Kemarin di dalam satu rompi ada 10 pipa yang sudah mereka rakit dan diisi,” tuturnya.

 Ditambahkannya, sesuai informasi yang diterimanya dari hasil penyelidikan, masih ada sejumlah bom yang ditemukan di bawah tanah sekitar TKP peledakan bom di Jalan Cendrawasi, Kelurahan Pancuran Bambu. “Masih ada di beberapa tempat ditanam yang bisa ditemukan oleh tim pada saat melakukan sterilisasi,” katanya.

 Mengungsi

Sementara itu, warga Jalan Cendrawasih ramai-ramai mengungsi akibat trauma dengan ledakan bom dari rumah terduga teroris Upang alias Tupang alias Abu Hamzah. Kamis (14/3) Mereka harus meninggalkan rumah dan untuk sementara tinggal di rumah keluarga dekat. Barang-barang berharga dan kebutuhan sehari-hari juga ikut dibawa. “Mengungsilah kami. Takut kami tinggal di situ (rumah),” kata Juli, diamini rekannya yang lain.

Apalagi katanya, setelah mendengar dentuman bom yang meledak dua hari kemarin. Dimana As alias Sol, istri Abu Hamzah dan putranya Ab yang masih berusia 3 tahun meledakkan diri. “Ah, takut kami mendengar bom itu,” ungkapnya.

Saat wartawan memperlihatkan sebuah foto yang diduga merupakan As, Juli membenarkan bahwa foto wanita berhijab menggendong bayi tersebut adalah As dan anaknya Ab. “Iya, inilah di As itu sama anaknya si Ab,” pungkasnya.

Dengan nada kesal, sambil menunjuk foto, dia menyebut As sebagai wanita yang tidak punya hati. “Inilah perempuan yang gak punya hati itu. Tega dia berbuat seperti itu,” ketusnya.

Amatan di jalan Cendrawasih, masih terlihat lengang. Berbondong-bondong warga mengangkat barang-barangnya keluar dari rumah.(dh/ts/JPG/r8)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks