alexametrics
Selasa, 29 September 2020
Selasa, 29 September 2020

Ilmuan Sebut Korona Terus Bermutasi, Mungkin Tak akan Hilang dari Bumi

Kepala Kedaruratan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Michael Ryan memprediksi virus Korona atau Covid-19 mungkin tak akan bisa hilang dari bumi. Virus yang menjadi penyebab Covid-19 tersebut mungkin tidak bisa dimusnahkan meski nanti vaksin telah ditemukan.

——————————————-

 

’’VIRUS ini mungkin bakal menjadi virus endemis lain di masyarakat kita,’’ ujarnya sebagaimana dikutip Agence France-Presse (AFP). Tidak ada tanggal yang bisa memastikan berakhirnya penularan Covid-19. Persebaran virus mematikan itu mungkin bisa jadi masalah jangka panjang. Sebab, belum ada tanda-tanda adanya obat yang bisa menangkalnya.

WHO mengungkapkan, saat ini ada 7–8 vaksin yang bisa menjadi kandidat utama penanganan Covid-19. Penelitian atas vaksin-vaksin tersebut didorong selesai lebih cepat. Namun, meski nanti vaksin itu sudah selesai dan bisa dipakai, dibutuhkan usaha luar biasa untuk mengontrol virus dengan menggunakan vaksin tersebut. Terlebih, saat ini kasus penularan sudah menyentuh angka 4,4 juta orang. Jumlah korban meninggal secara global akibat Covid-19 sudah hampir 300 ribu orang.

Ryan menyamakan situasi saat ini dengan virus HIV yang menyebar di masyarakat. Virus yang menyerang sistem imunitas tubuh itu juga tidak bisa dilenyapkan. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, orang bisa menerimanya.

Ada masalah lain yang menyertai pandemi Covid-19 ini. Yaitu, kesehatan mental. Direktur Departemen Kesehatan Mental WHO Devora Kestel menjelaskan bahwa isolasi, ketakutan, ketidakpastian, dan kekacauan ekonomi mengakibatkan tekanan psikologis. Tingkat keparahan penyakit mental akan meningkat, termasuk di kalangan anak-anak, remaja, dan para pekerja kesehatan.

’’Kesehatan mental dan kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat telah sangat terdampak oleh krisis ini,’’ katanya sebagaimana dikutip The Guardian. Menurut Kestel, kesehatan mental ini juga menjadi prioritas yang harus segera diselesaikan.

Pandemi memang mengakibatkan sejumlah perusahaan terpaksa gulung tikar. Imbasnya, gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) terjadi di mana-mana. Terutama di industri pariwisata dan hospitality. Banyak negara yang perekonomiannya terpuruk. Di AS, jumlah penduduk yang mengklaim tunjangan pengangguran naik hingga 3 juta jiwa.

Virus SARS-CoV-2 masih menjadi misteri bagi para ilmuwan. Sebab, ia terus bermutasi dan memunculkan gejala yang berbeda-beda pada setiap orang. Penelitian baru-baru ini menunjukkan beberapa anak yang tertular Covid-19 mengalami gejala serupa dengan toxic shock syndrome. Itulah kondisi keracunan darah akibat bakteri. Biasanya, si pasien mengalami ruam dan melepuh.

Kondisi tersebut jarang terjadi, tetapi muncul di AS maupun negara-negara Eropa. Lebih dari 100 anak di Inggris yang tertular Covid-19 mengalaminya. Sebagian anak harus dirawat intensif. Sebagian lainnya sembuh dengan cepat. Pada beberapa anak, reaksi itu berbahaya dan mengakibatkan kematian. Salah satunya adalah remaja 14 tahun di London yang akhirnya kehilangan nyawa. Dokter menyebutnya sebagai fenomena baru.

Sementara itu, vaksin Covid-19 kini menjadi incaran banyak pihak. Prancis sempat berang karena perusahaan farmasi Sanofi menyatakan bakal lebih dulu mengedarkan vaksin Covid-19 di pasar AS. Padahal, basis perusahaan itu berada di Paris. ’’Bagi kami, itu tidak bisa diterima karena ada akses istimewa pada negara tertentu dengan alasan keuangan,’’ tegas Wakil Menteri Keuangan Prancis Agnes Pannier-Runacher.

CEO Sanofi Inggris Paul Hudson menegaskan, pihaknya lebih dulu menyuplai AS karena negara yang dipimpin Donald Trump tersebut berani ambil risiko dengan berinvestasi. Pada April lalu, Sanofi bekerja sama dengan GlaxoSmithKline untuk meneliti vaksin Covid-19. Penelitian itu dibiayai sebagian oleh Biomedical Advanced Research and Development Authority (BARDA), Departemen Kesehatan dan Pelayanan Masyarakat AS.

Secara terpisah, saling tuding antara AS dan Tiongkok belum usai. Kali ini FBI serta Cybersecurity and Infrastructure Security Agency (CISA) menuduh para peretas Tiongkok berusaha mencuri properti intelektual milik Negeri Paman Sam tersebut. Yakni, penelitian atas vaksin Covid-19. (sha/c14/dos/JPG/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Memenangkan Pilkada dengan Survei

ADALAH sahabat saya satu almamater, Denny JA, yang pertama kali memopulerkan survei untuk pemilihan umum melalui lembaganya yang bernama Lingkaran Survey Indonesia.  Baik untuk pemilihan Presiden, pemilihan kepala daerah, ataupun pemilihan anggota DPR, DPD, dan DPRD.

Kisah Wenri Wanhar, Lima Tahun Kaji Sejarah Borobudur

Borobudur bukan sekadar mahakarya untuk wisata atau ber-selfie ria. Tapi, secara tersembunyi merekam ajaran dan teknologi masa lampau. Wenri menemukan ajaran dan teknologi itu tersebar di pelosok Indonesia.

Lomba Kampung Sehat NTB Bangkitkan Semangat dan Kekompakan

WAKAPOLDA NTB Brigjen Pol Asby Mahyuza mengunjungi dua Kampung Sehat di Sumbawa. Yakni Kampung Sehat Lingkungan Maras, Kelurahan Samapuin, di Sumbawa Besar, dan Kamung Sehat Desa Moyo, Kecamatan Moyo Hilir, di Pulau Moyo.

Pelibatan Tiga Pilar, Kunci Teggakkan Protokol Kesehatan

PENEGAKAN protokol kesehatan terus dimaksimalkan Polres Lombok Barat. Salah satunya dengan mengoptimalkan peran tiga pilar.

Proyek Pembangunan Dermaga Senggigi Tak Jelas

Dermaga Senggigi berpotensi mangkrak lebih lama. Meski Dinas Perhubungan (Dishub) Lombok Barat (Lobar) tetap mengupayakan kelanjutan pembangunannya. ”Mau tidak mau harus kita lanjutkan. Itu kewajiban kita,” kata Kadishub Lobar HM Najib.

Distribusi Bantuan Beras Lelet, Dewan Minta Pemprov NTB Ambil Alih

”Pemda harus secepatnya koordinasi ke pusat, kalau ada kemungkinan ambil alih, take over secepatnya, kasihan masyarakat,” tegas Anggota Komisi V DPRD NTB Akhdiansyah, Minggu (27/9/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks