alexametrics
Jumat, 10 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020

Kekerasan Seksual Terhadap Anak di NTB Meningkat di Masa Pandemi Korona

Selama masa pandemi Covid 19, kasus kekerasan seksual terhadap anak merangkak naik. Persentase peningkatan kasusnya mencapai hampir 40 persen.

====

Berdasarkan data, kasus kekerasan seksual terhadap anak  Juli hingga Desember 2019 Polda NTB dan Polres jajaran menangani 66 kasus dengan tersangka sebanyak 66 orang.

Pada Juli hingga Desember 2019, Polres Sumbawa paling banyak menangani kasus. Yakni, 12 kasus dengan 12 tersangka.

Disusul Polres Lotim dengan 11 kasus dan 11 tersangka. Selanjutnya, Polres Dompu menangani 10 kasus.

Polres Lombok Tengah (Loteng) sebanyak delapan kasus.  Polresta Mataram sebanyak 6 kasus. Polres Bima dan Polres Bima Kota masing-masing lima kasus.

Polres Lombok Barat (Lobar) menangani tiga kasus. Masing-masing Polres Lombok Utara (Lotara) dan Polres Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menangani satu kasus.

“Kalau di Ditreskrimum Polda NTB hanya menangani empat kasus pada Juli hingga Desember 2019,” kata Kasubdit IV Ditreskrimum Polda NTB Ni Made Pujawati.

Tetapi, di masa pandemi kasus kekerasan terhadap anak meningkat tajam. Peningkatannya mencapai 40 persen lebih.

Terhitung dari Januari hingga Mei 2020 ada sebanyak 89 kasus yang ditangani. ”Kalau dibandingkan dengan awal tahun 2019 kasusnya tidak sebesar ini,” ungkapnya.

Polres Loteng yang paling banyak menangani kasus kekerasan seksual terhadap anak. Mereka menangani sebanyak 15 kasus dengan 15 tersangka.

Selanjutnya, Polres Sumbawa dan Polres Bima Kota kasusnya meningkat tajam. Mereka masing-masing menangani 13 kasus.  Disusul Polresta Mataram dan Polresta Mataram masing-masing menangani 12 kasus.

Polres Dompu masih stagnan. Mereka masih tetap menangani 10 kasus. Trend kasus kekerasan terhadap anak di Polres KSB meningkat menjadi lima kasus.

Yang menurun hanya Polres Lobar dan Polres Bima. Sebelumnya, di Polres Lobar hanya menangani tiga kasus, kini menjadi satu kasus. Sedangkan Polres Bima sebelumnya menangani lima kasus menurun menjadi tiga kasus.

Awasi Anak-anak Saat Bermain Gadget

Koordinator Bidang Hukum dan Advokasi Lembaga Perlindungan Anak (LPA) NTB Joko Jumadi  mengatakan, pandemi Covid-19 ini juga mempengaruhi peningkatan kasus asusila. Karena, di masa pandemi ini, anak-anak tidak mendapatkan kegiatan yang positif. ”Sekarang anak-anak libur sekolah. Dirumah tidak memiliki kegiatan dan sedikit pengawasan dari orang tua,” kata Joko.

Sebagian besar mereka hanya menghabiskan waktu memainkan gadget. Saat memainkan gadget mereka tidak diawasi. ”Mana orang tua tahu kalau yang ditonton anak-anak itu ada konten pornografinya nanti,” ujarnya.

Tak hanya itu di masa pandemi ini memberikan peluang kepada para pelaku tindak asusila untuk beraksi. Kondisi anak yang labil ditambah dengan bujuk rayu yang meyakinkan membuat anak-anak cepat merespon. ”Ini yang harus kita hindari di masa saat ini,” ujarnya.

Saat ini, tim LPA NTB telah menurunkan psikolog untuk memulihkan depresi korban. Agar mereka bisa bangkit kembali dan bisa melupakan apa yang sudah terjadi. ”Kita melakukan pendampingan kepda mereka yang menjadi korban,” ungkapnya.

Untuk menekan tindakan anak menjadi korban asusila, LPA NTB terus meningkatkan koordinasi dengan stakeholder yang lain. ”Kita harus berjalan bersama untuk mengentaskan persoalan ini. Perlu campur tangan kelompok masyarakat yang lain ikut terjun langsung memberikan pemahaman kepada masyarakat agar lebih mengawasi anaknya,” harapnya. (arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Kantor Bawaslu dan Gedung Wanita NTB Digugat Warga

Sengketa lahan Gedung Wanita dan Kantor Bawaslu NTB masih bergulir di persidangan. Untuk memperkuat bukti, Kejati NTB selaku jaksa pengacara negara bakal menghadirkan saksi kunci. ”Kita akan hadirkan pihak dari PT PN (Perkebunan Nusantara) X Surabaya,” kata Kasi Perdata Bidang Datun Kejati NTB Mansyur, kemarin (9/7).

Efek Positif Korona, Literasi Digital Meningkat

Selama penerapan belajar dari rumah (BDR) yang disebabkan Pandemi Covid-19, kegiatan literasi anak-anak berkurang. ”Karena aktivitas kunjungan ke perpustakaan sekarang ini, sangat dibatasi ya,” kata Kepala Kantor Bahasa NTB Ummu Kulsum, pada Lombok Post, Kamis (9/7/2020).

Dorong Kampung Sehat, Polda NTB Gelar Panen Raya di Kembang Kuning

Polda NTB menggelar panen raya di Desa Kembang Kuning, Kecamatan Sikur, Lombok Timur, kemarin (9/7). Panen raya ini bagian dari program Kampung Sehat yang dinisiasi Polda NTB yang salah satu tujuannya mewujudkan ketahanan pangan NTB di tengah pandemi Covid-19.

Polres KSB Launching Transportasi Sehat

Polres Sumbawa Barat punya terobosan lain dalam mensukseskan Lomba Kampung Sehat

Kampus Belum Boleh Buka, Mahasiswa Belajar dari Rumah

Kemenag tidak tergesa-gesa mengizinkan perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKI) membuka kuliah tatap muka. Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kemenag Arskal Salim mengatakan kuliah tatap muka baru diizinkan saat semester genap tahun akademik 2020-2021 nanti.

Pecah Rekor, Sehari Penularan Korona Capai 2.567 Kasus

KASUS positif infeksi Covid-19 lagi-lagi mencetak rekor terbaru dengan pernambahan 2.567 orang pada periode 8 hingga 9 Juli 2020. Jumlah ini lebih dari 2 kali lipat rata-rata pertumbuhan kasus seribu orang per hari dalam dua minggu terakhir.

Paling Sering Dibaca

Jika Masih Tak Patuh, Seluruh Pasar di Mataram Bakal Ditutup Paksa

akil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengancam akan menutup pasar yang mengabaikan protokol kesehatan. Ancaman tersebut disampaikan Wagub saat menggelar inspeksi mendadak di Pasar Mandalika, kemarin (8/7). Dia mendapati langsung banyak pedagang dan pembeli tidak mengenakan masker.

Zona Merah Korona, Wagub NTB : Mana Pol PP Mataram, Kenapa Sembunyi?

Pemkot Mataram dinilai lemah dalam merespon dan menangani Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun begitu geregetan. Meski zona merah dengan kasus positif dan kematian tiap hari, penerapan protokol kesehatan di ibu kota justru sangat longgar. Tak lagi ada pengawasan macam sedang tidak terjadi apa-apa.

Istri Model Suami Youtuber, Bantah Cari Sensasi “Mahar Sandal Jepit”

Pernikahan dengan mahar sandal jepit Iwan Firman Wahyudi dan Helmi Susanti bukan bermaksud mencari  sensasi di media sosial. Menurut mereka ikatan mereka tulus beralas kasih sayang.

Pilbup Loteng, Lale Prayatni Mulai Goyang Posisi Pathul Bahri

Lobi politik tersaji di DPP Partai Gerindra. Dari informasi yang dihimpun Lombok Post, diam-diam SK Gerindra dibidik Prayatni melalui ‘lorong’ Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Turun dari Rinjani, Warga Lombok Tengah Tewas Jatuh ke Jurang

Pendakian di Gunung Rinjani kembali memakan korban jiwa. Sahli, 36 tahun, warga Desa Tampak Siring, Lombok Tengah meninggal setelah terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Senin (6/7).
Enable Notifications.    Ok No thanks