alexametrics
Rabu, 15 Juli 2020
Rabu, 15 Juli 2020

Kuliah Online Rugikan Pengusaha Sekitar Kampus

MATARAM – Sejak kemunculan Virus Korona, kegiatan pembelajaran tidak dilakukan secara tatap muka di kampus maupun sekolah. Hal itu membuat sejumlah pengusaha di kawasan Airlangga, Kekalik, Lawata, dan Jalan Pendidikan sepi pengunjung.

 

”Sejak kuliah online, di sini hanya mendapat pengunjung para mahasiswa semester akhir saja,”kata Khoirul, pekerja usaha print dan fotokopi di depan SMKN 2 Mataram.

 

Pendapatannya berkurang hingga 90 persen. Tugas mahasiswa yang dikumpulkan via email, tidak lagi harus di-print dan fotokopi memberikan dampak yang besar bagi usahanya. ”Dulu, sejak pukul 07.00 Wita pagi baru buka saja langsung ramai sampai malam. Sekarang justru kebalikannya,” keluhnya.

 

Ali Ikhlas, pekerja serupa juga merasakan hal yang sama. Sejak Maret lalu ia hanya mampu mengantongi Rp 20 ribu hingga maksimal Rp 40 ribu saja dalam sehari. ”Karena tidak ada mahasiswa, saat ini banyakan pelanggan perkantoran. Biasanya mereka hanya butuh jasa pengetikan dan print beberapa lembar saja yang murah-murah,” katanya.

 

Karena masalah yang dialami, dia meminta pemerintah memberikan keringanan pembayaran tempat usaha. ”Sederet ini milik Dispora. Pertahun kami bayar tempat Rp 2.000.000. Kalau penghasilan segini terus sampai tahun depan, bakal susah bayarnya,” ujar pria asal Bima tersebut.

 

Sejumlah usaha warung makan di kawasan ini juga ikut terdampak. Banyak yang memilih tutup sementara. Sebagian lagi tetap buka dengan mengurangi jumlah dagangannya. ”Dulu paling sedikit nasi yang terjual itu sepuluh bungkus. Sekarang nasinya hanya untuk pajangan di warung,” kata Idris Assegaf, salah satu pemilik warung nasi bungkus samping UIN Mataram.

 

Meski sepi, dia tak mungkin menutup usahanya. ”Tetap buka supaya tetap ada pemasukan. Meski hanya Rp 20 ribu yang penting cukup buat makan sehari-hari,” katanya.

 

Ia berharap, tahun ajaran dan semester baru bisa mengembalikan perekonomiannya seperti dulu. ”Harapan satu-satunya hanya sekolah dan kampus bisa buka lagi,” tutupnya. (eka/r9)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Lomba Kampung Sehat Bawa Berkah untuk Warga

Lomba kampung sehat di Lombok Tengah ternyata membawa keberkahan bagi warga. “Salah satunya, keberkahan perputaran ekonomi,” ujar Kapolsek Pringgarata AKP Suherdi, Senin (13/7).

Katanya Gak Boleh, Kok Ritel Modern di Lotim Makin Menjamur?

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lotim memberikan lampu hijau bagi para investor yang hendak berinvestasi. Termasuk kehadiran ritel modern yang oleh beberapa pihak dianggap membunuh pedagang kecil. “Lotim ini zona hijau untuk berinvestasi,” kata  Kepala DPMPTSP Muksin pada Lombok Post, Senin (13/7).

Yuk.. Beli Sayur Segar di Embung Bengkel, Praya : Bisa Petik Sendiri!

Petani dan Pemerintah Kelurahan Leneng, Kecamatan Praya Lombok Tengah, mencoba meniru budi daya sayur di Sembalun, Lombok Timur. Berikut ulasannya.

Sempat Bebas Korona, Lombok Utara “Merah” Lagi

Sempat zero case (nol kasus) positif Covid-19, pertahanan KLU dalam melawan virus Korona jebol lagi. Dari rilis yang dikeluarkan gugus tugas tertanggal 13 Juli, ada dua pasien positif yang tengah dirawat, dan satu orang meninggal dunia.

Polemik di Tanjung Bias, BPN Sarankan Pemdes Senteluk Gugat ke PTUN

Polemik sempadan Pantai Tanjung Bias yang belakangan diketahui memiliki sertifikat lahan milik pribadi belum menemui titik terang. Permintaan pemerintah desa agar Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lombok Barat (Lobar) membatalkan sertifikat lahan tersebut belum bisa terpenuhi.

Warga Lobar Boleh Ikuti Pemakaman Pasien Korona, Ini Syaratnya

Kasus pemulangan paksa jenazah pasien Covid-19 kian marak. Yang terbaru kasus warga Desa Mekarsari yang memulangkan paksa jenazah pasien Covid-19 di RSUD Kota Mataram.

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).

Tertangkap, Buron Pembunuh Polisi di Sumbawa Ditembak

Pelarian RH alias Bim terhenti pada Minggu pagi kemarin. Tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Uji Siswanto, Kanit Reskrim Polsek Utan tertangkap.

Korona NTB Masih Parah, Sekolah Hanya Bisa Dibuka di Kota Bima

Ketentuannya, kegiatan di sekolah pada tahun ajaran baru hanya diperbolehkan untuk daerah zona hijau. Karena itu, manakala ada pemerintah daerah yang nekat membuka sekolah non zona hijau. pemerintah pusat memastikan akan memberi sanksi.
Enable Notifications.    Ok No thanks