alexametrics
Selasa, 14 Juli 2020
Selasa, 14 Juli 2020

Pengusaha dan Petani Lombok Utara Minta Dilibatkan dalam Pengadaan JPS

TANJUNG- Rencana Dinas Sosial P3A KLU tidak melibatkan UMKM dalam pengadaan JPS Kabupaten Lombok Utara (KLU), dikeluhkan pengusaha lokal dan kelompok tani (poktan).

”Saya cukup kecewa, apa kami pengusaha lokal kurang bonafit,” cetus salah satu pengusaha lokal, Hun Hanie, Minggu (14/6).

Dia lantas membandingkan, JPS Gemilang Pemprov NTB yang mengakomodir pelaku UMKM lokal.

”Pengusaha lokal, poktan, maupun UMKM KLU pasti akan bertanggung jawab mengemban amanat itu,” tegas direktur PT Sahabat Hun Hanie itu.

Terkait adanya statement UMKM yang dinilai tidak mampu, Hanie membantahnya. ”Beri kami kesempatan untuk ikut terlibat, agar bisa berusaha maksimal memberikan yang terbaik,” sambung dia.

Pihaknya juga mempertanyakan maksud pengusaha bonafit yang diinginkan Pemda KLU. Memenuhi kebutuhan 20.762 KK di JPS KLU dirasa Hanie masih mampu dipenuhi pengusaha lokal. Apalagi dengan melibatkan langsung seluruh Poktan dan UMKM KLU.

”Tak ada yang tidak mungkin semasih dilakukan bersama,” tegas dia.

Kebutuhan sembako yang perlu disediakan hanya beras,minyak goreng, gula, dan sabun. Untuk beras, KLU terkenal dengan lumbung padinya. Begitu juga dengan minyak goreng, karena KLU merupakan penghasil kelapa. Sedangkan sabun, sudah ada UMKM yang memproduksi itu.

Hanie mengungkapkan, dirinya sudah bertemu petani terkait beras tersebut. Poktan maupun gapoktan lebih setuju beras KLU diberdayakan di dalam daerah, dibandingkan dikirim keluar. Harga jual ke luar lebih rendah.

”Kami ingin petani mendapatkan harga yang lebih baik dari itu,” aku dia.

Mengakomodir pemain lokal tentu akan membantu perekonomian masyarakat. ”Berbicara ketersediaan beras aja, 1.000 ton ready kok di Lombok Utara,” tandas dia.

Ketua Kelompok Tani (Poktan) Lumbung Pangan Lopor Gondang Nasim berharap, pemerintah tak meninggalkan mereka dalam pengadaan beras. Saat ini pihaknya memiliki 200 ton gabah. ”Libatkan semua petani di KLU dengan tidak mengambil barang dari luar,” tegas dia.

Ketua Poktan Tunas Muda Jenggala, Kecamatan Tanjung Sukamto juga mengutarakan hal serupa. Ia menyayangkan jika tidak diakomodir. Ditegaskan, beras KLU merupakan salah satu beras terbaik di NTB.

”Intinya kami meminta pemerintah untuk melibatkan kami,” tegas dia. (fer/r9)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Banyak Warga Mataram Menyepelekan Korona

Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram membubarkan kegiatan Car Free Day (CFD) di Jalan Udayana, kemarin. Sebab, kegiatan ini dinilai ilegal. Belum mendapat izin dari pemerintah dan aparat keamanan.

Bantu Nelayan Lobster, Pemprov NTB Diminta Lobi Pemerintah Pusat

Sebagian nelayan lobster di Dusun Awang Balak Desa Mertak, Pujut, Lombok Tengah beralih menjadi pekerja migran Indonesia (PMI). “Mereka berangkat sejak larangan ekspor benih lobster,” tutur salah seorang nelayan lobster Sayid Kadir Al Idrus pada Lombok Post, Minggu (12/7/2020).

Pemprov Kerahkan OPD dan Pol PP Awasi 19 Pasar di Mataram

Pemprov NTB mengerahkan pegawai dan anggota polisi pamong praja mengawasi pasar tradisional di Kota Mataram. Hal itu dilakukan untuk mencegah penularan virus korona.

Mulai Ramai Pengunjung, Perekonomian di Sembalun Menggeliat Lagi

Kawasan wisata Sembalun, Lombok Timur mulai ramai dikunjungi wisatawan lokal. Peningkatan pengunjung memang terasa sepekan terakhir.

Lembaga Pendidikan Nonformal di Mataram Dilarang Belajar Tatap Muka

Bukan hanya sekolah, Pemkot Mataram belum mengizinkan lembaga pendidikan nonformal (PNF) menggelar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka. ”Masih dilarang,” kata Kepala Disdik Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali, kepada Lombok Post Minggu (12/7/2020).

Penuhi Persyaratan, Sekolah di NTB Bisa Buka Mulai September

Tahun ajaran baru 2020/2021 tepat dimulai hari ini. Namun, karena pandemi, sekolah belum diperbolehkan menggelar KBM (kegiatan belajar mengajar) tatap muka. ”Tidak diperkenankan,” kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah, seperti yang tertulis dalam surat edarannya.

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.

Tertangkap, Buron Pembunuh Polisi di Sumbawa Ditembak

Pelarian RH alias Bim terhenti pada Minggu pagi kemarin. Tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Uji Siswanto, Kanit Reskrim Polsek Utan tertangkap.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).
Enable Notifications.    Ok No thanks