alexametrics
Jumat, 18 September 2020
Jumat, 18 September 2020

Bintang Mahaputra Naraya untuk Prof Farouk Muhammad

MATARAM-Salah satu putra terbaik NTB Prof Dr H Farouk Muhammad menerima tanda kehormatan Bintang Mahaputra Naraya. Penghargaan ini khusus diberikan pada putra bangsa atas darmabakti dan kesetiaan luar biasa terhadap bangsa dan negara.

Wakil Ketua DPD RI periode 2014-2019 tersebut menyampaikan rasa terima kasih atas penghargaan yang diberikan. “Di usia 70 tahun ini, negara masih mengapresiasi peran saya. Terima kasih,” katanya, Kamis (13/8).

Perlu diketahui penghargaan Bintang Mahaputra Naraya salah satu dari Bintang Sipil. Selain itu ada Bintang Jasa, Bintang Kemanusiaan, Bintang Penegak Demokrasi, Bintang Budaya Prama Dharma, dan terakhir Bintang Bhayangkara.

Lantas apa saja peran putra NTB kelahiran Bima, 17 Oktober 1949 itu, sehingga diberikan tanda bintang? “Kiprah saya di tengah masyarakat bisa dibilang mulai pada tahun 1966, saat itu saya pernah dikeroyok polisi, karena pimpin demo,” kenangnya, sembari tersenyum.

Saat itu Farouk muda duduk sebagai Ketua Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI). Sampai sekarang Prof Farouk telah mengabdikan diri untuk bangsa selama 58 tahun.

Waktu pengabdian yang tak pendek dari seorang putra bangsa. “Sekarang mengabdi sebagai Anggota Komisi Kajian Ketatanegaraan MPR RI 2020-2024,” terang Ketua PAP DPD RI periode 2010-2014 itu.

Kemudian di dunia pendidikan menjadi dosen tetap di STIK-PTIK. “Mulai jadi dosen di sini dari tahun 1983 sampai sekarang,” jelasnya.

Kemudian dosen tidak tetap di program Paska Sarjana/SKSG UI dari tahun 1999 sampai saat ini. “Pengabdian adalah Ibadah,” ungkapnya.

Riwayat jabatan tersebar dari lembaga negara, institusi pendidikan, hingga kepolisian. Selain beberapa jabatan yang disebutkan di atas, pernah pula menjadi Ketua Komite I DPD RI 2009-2010.

Berikutnya Sekretaris Anggota Watimpres 2007-2009, Rektor Universitas Bung Karno 2007-2009, Gubernur PTIK 2002-2006, dan Kapolda Maluku 2001-2002. “Kapolda NTB 2001 dan Karo Ortala Dephankam 1999-2000,” rincinya.

Peran Prof Farouk tertoreh di luar negeri dari tahun 2006. Saat itu ikut membangun kerja sama dengan Jepang (JICA) dalam pengembangan Polmas di Indonesia. “Menyampaikan ceramah kepada para Kepala Kepolisian Distrik di Akademi Kepolisian Jepang di Tokyo,” tuturnya.

Pada tahun 2013 berperan serta dalam The Twelfth Bienneal Conference of the Australasian Council of Public Accounts Committee di Sidney, Australia.

Tahun 2014 didaulat menjadi ketua Komisi Kerja Sama DPPD RI-Dewan Negara Malaysia. “Menyelesaikan kasus pelanggaran HAM Berat oleh Polisi Diraja Malaysia yang mengakibatkan kematian tiga orang TKI dan perlakuan tidak manusiawi oleh warga Malaysia,” ungkapnya.

Tahun 2015, ada tiga peran penting yang ditorehkan di luar negeri. Terutama dalam membela kepentingan bangsa dan misi kemanusiaan.

Di antaranya mendukung Reunifikasi Semenanjung Korea. “Pidato itu kami sampaikan dalam Forum Parlemen MIKTA yakni Mexico, Indonesia, Korea, Turki, dan Australia,” ulasnya.

Berikutnya mendukung penuh perjuangan rakyat Palestina. “Pidato dukungan kami sampaikan dalam First Conference of the Association of Parliamentarians for Al-Quds di Istambul,” imbuhnya.

Prof Farouk kemudian terpilih menjadi ketua komisi kerja sama DPD RI-Dewan Negara Rusia pada 2015-2017. “Bersama Delegasi RI berperan dalam Sidang III Komisi bersama RI-Rusia di Moscow,” terangnya.

Pada tahun 2016 Prof Farouk menyampaikan pidato tentang Terorism and Counter Terorism in Indonesia. “Itu di forum Konferensi APPF di Van Houver, Canada,” katanya.

Kemudian menghadiri undangan Mendagri Timor Leste menyampaikan orasi ilmiah. “Saat itu saya sampaikan tentang Penanggulangan Transnational Crime,” kisahnya.

Kiprah Prof Farouk di luar negeri lainnya yakni pada tahun 2017. “Berperan dalam Lounching and Conference of the IAPP di New Delhi, India,” terangnya.

Di dalam negeri kiprah tak kalah banyak. Tetapi yang paling penting yakni tahun 1998 bersama Tim Masyarakat Madani bentukan Presiden RI. “Kami ikut memberi masukan untuk Amandemen UUD 1945 dan Tap-Tap MPR dalam rangka Reformasi,” jelasnya.

Pada tahun 2004 sebagai Pansel Pimpinan KPK. “Serta pembentukan Pengadilan Tipikor,” ulasnya.

Masih di tahun yang sama, Prof Farouk ditunjuk sebagai Ketua Tim Persiapan dan Perumus Law Summit III. Tugasnya untuk menyusun naskah tentang Kesepakatan Bersama Pimpinan Lembaga Penegak Hukum dalam Rangka Pembaharuan Hukum. “Supaya ada Pembenahan Sistem Peradilan Pidana,” terangnya.

Sementara kiprah Prof Farouk di Organisasi antara lain sebagai Ketua Majelis PPD ICMI 2015-2020. “Lalu Anggota Badan Eksekutif Kemitraan dari tahun 2010 sampai sekarang,” kata lulusan Doktoral Program pada Florida Sate Univesity itu.

Selain itu Prof Farouk masih dipercaya memimpin dua organisasi besar. Diantaranya Ketua Umum ISPPI dan Ketua Pembina GN-PK. “Alhamdulillah saya masih dipercaya dan memberi manfaat bagi masyarakat,” terang lulusan Lemhanas KSA VIII 2020 itu.

Gagasan-gagasan besarnya pun telah tertuang dalam banyak karya pemikiran yang dipublikasi. Seperti “Menuju Reformasi Polri” dan “70 Tahun Kemerdekaan: Refleksi Pembangunan Daerah dan Kebangsaan”.

Ada yang berupa penulisan dokumen bersama Tim. Diantaranya “Buku Putih BOM Bali”, “Transformasi Bangsa Menuju Masyarakat Madani”, dan “Harmonisasi Hubungan Personil TNI-POLRI”.

Selain itu Prof Farouk aktif melakukan penelitian/penulisan disetrasi, artikel pada harian dan jurnal. “Sering juga sebagai promotor/co promotor,” terangnya.

Sebagai tokoh inspiras bagi anak bangsa Prof Farouk memberikan empat kunci sukses hidup bagi generasi muda. “Pertama banyak yang tidak sadar kunci kesuksesan itu sebenarnya kejujuran, saya sudah membuktikannya,” katanya.

Sikap jujur hasilnya tidak terlihat langsung. Tetapi baru dirasakan dan dipahami begitu kejujuran secara konsisten dilakukan. “Kejujuran itu membawa keberkahan,” terangnya.

Banyak orang ingin meraih apapun dengan cara instan. Misalnya meraih jabatan dengan tidak jujur seperti dengan cara menyogok. “Harta kekayaan yang didapat dengan cara baik akan jauh lebih terasa dibanding dengan cara curang atau korupsi,” ulasnya.

Kunci sukses kedua, generasi muda diminta jangan pernah berhenti untuk belajar. Tidak harus yang didapat dari bangku sekolah tetapi yang didapat dari pengalaman. “Teruslah menuntut ilmu,” tearangnya.

Kunci sukses ketiga belajar tekun. “Niat bekerja harus untuk membantu orang banyak, dan semata-mata karena Allah,” imbuhnya.

Dan kunci terakhir yakni Ibadah. “Yang muslim salat, yang non muslim (Kristen misalnya) ke Gereja, apapun yang sudah dilakuakan sungguh-sungguh serahkan hasilnya padaNya,” ujarnya.

Selain kunci sukses, Prof Farouk berpesan agar anak muda lebih terbuka menerima perbedaan dan senatiasa menghormati guru-guru. “Tiada keberhasilan tanpa kontribusi para guru, keluarga, atasan, teman sekerja, dan murid-murid. Saya ucapkan terima kasih pada mereka, semoga kita semua diberkahi Allah,” pungkasnya. (zad/r6/ADV)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Pilwali Mataram, Polres Petakan 12 Potensi Kerawanan

Polresta Mataram memetakan 12 titik potensi kerawanan di Kota Mataram. “Sebenarnya ini kejadian (yang kami himpun) dulu dan pernah terjadi,” kata Wakasat Intelkam Polres Mataram, Ipda Gunarto, kemarin (17/8).

Pilkada Serentak NTB, Potensi Saling Jegal Masih Terbuka

Bawaslu NTB mengantisipasi potensi sengketa usai penetapan Pasangan Calon (Paslon) 23 September mendatang. Baik sengketa antara penyelenggara pemilu dengan peserta dan peserta dengan peserta.

Bukan Baihaqi, Isvie Akan Menangkan HARUM di Pilwali Mataram

Golkar dipastikan solid memenangkan setiap pasangan yang diusung. “Sebagai kader Golkar kita harus loyal (pada perintah pertai),” kata Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi NTB Hj Baiq Isvie Rupaeda.

Gubernur Ingatkan Jaga Kerukunan di Musim Pilkada!

”Partai boleh beda, calon boleh beda, tapi senyum kita harus senantiasa semanis mungkin dengan tetangga-tetangga kita," kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah saat menyapa umat Hindu di Pura Dalem Swasta Pranawa, Abian Tubuh, Kamis (17/9/2020).

Koreksi DTKS, Pemprov NTB Coret 215.627 Rumah Tangga

”Data ini dari hasil verifikasi dan validasi yang dilakukan kabupaten/kota,” kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) NTB H Ahsanul Khalik, Kamis (16/9/2020).

53 SPBU di NTB Sudah Go Digital

”Upaya ini untuk menjawab tantangan di era digital. Pertamina memantau distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) end to end process, yang akan memberikan layanan kepada pelanggan lebih aman, mudah dan cepat,” kata Unit Manager Communication Relations & CSR Pertamina MOR V Rustam Aji, Kamis (17/9/2020).

Paling Sering Dibaca

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hari Pertama Razia Masker di NTB, Pemda Kumpulkan Denda Rp 9,1 Juta

Sebanyak 170 orang tidak menggunakan masker terjaring razia di hari pertama penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan di seluruh NTB, kemarin (14/9). Dari para pelanggar di semua titik operasi ini, Badan Pendapatan Daerah NTB pun mengumpulkan uang sebesar Rp 9,1 juta.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks