alexametrics
Minggu, 12 Juli 2020
Minggu, 12 Juli 2020

Peneliti Italia Buktikan Sinar Matahari Bisa Bunuh Virus Korona

ROMA–Sejak virus Korona jenis baru diumumkan oleh WHO sebagai pandemi, masyarakat beramai-ramai berjemur di bawah sinar matahari. Ternyata cara itu ada korelasinya dengan temuan terbaru dari peneliti Italia. Para peneliti menemukan bukti bahwa sinar ultraviolet (UV) yang dihasilkan oleh radiasi matahari dapat membantu membunuh virus Korona.

Tim Astrofisikawan Italia mengatakan bahwa dampak wabah Covid-19 di seluruh dunia mungkin bisa dipengaruhi oleh intensitas cahaya. Seperti halnya bentuk sinar ultraviolet UVA dan UVB, radiasi matahari mengandung UVC, yang memiliki panjang gelombang lebih pendek, lebih energik yang cukup kuat untuk memecah bahan genetik. Untungnya, sebagian besar UVC disaring oleh lapisan ozon.

Hanya saja, tim peneliti dari Institut Nasional untuk Astrofisika di Roma, yang dipimpin oleh Dr Fabrizio Nicastro, menghitung dosis radiasi UVA dan UVB yang mampu menyebabkan kerusakan yang sama pada virus Korona setara dengan UVC.

Mereka kemudian membangun model untuk memperkirakan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membunuh virus di lebih dari 100 negara seperti dilansir dari AsiaOne, Senin (15/6).

Hasilnya bervariasi. Tetapi secara umum, dari Januari hingga April di negara-negara antara 40 hingga 60 derajat utara khatulistiwa, paparan sinar UV selama antara 30 menit dan 14 jam sehari bisa membunuh 63 persen patogen. Wilayah itu meliputi banyak daerah termasuk Tiongkok, Italia, Spanyol, Inggris, dan Amerika Serikat.

Penelitian ini sudah diterbitkan dalam makalah yang diterbitkan di situs pracetak arXiv.org minggu lalu. Di negara-negara utara wabah berlangsung dengan kecepatan tinggi selama puluhan hari.

“Bukti nyata yang mendukung evolusi dan kekuatan pandemi mungkin telah dimodulasi oleh intensitas radiasi matahari UVB dan UVA,” katanya.

Para peneliti kemudian mengalihkan perhatian mereka ke bagian selatan dunia dan menemukan bahwa pada periode yang sama, di daerah antara 40 dan 60 derajat selatan khatulistiwa, dibutuhkan sekitar empat hingga 35 menit sinar matahari untuk membunuh virus. Daerah itu termasuk Australia, Selandia Baru, Afrika Selatan, Chili, Argentina, dan Zimbabwe. Namun, tidak semua lokasi selatan memiliki kondisi yang baik. Brasil telah mengalami tingkat infeksi yang tinggi sejak Maret. Salah satu penyebabnya, karena tingkat paparan UV menurun akibat perubahan musim.

Seorang astronom di Purple Mountain Observatory di Kota Nanjing, Tiongkok timur, Profesor Li Ying,  mengatakan para ilmuwan menghadapi banyak tantangan dalam membangun bukti yang kuat antara radiasi matahari dan penyebaran Covid-19. Penyebaran virus dipengaruhi oleh begitu banyak faktor.

Beberapa peneliti menduga perubahan aktivitas matahari dalam beberapa bulan terakhir telah mengurangi jumlah radiasi yang menghantam bumi. Sehingga perubahan itu menyebabkan munculnya penyebaran virus. Tetapi Li mengatakan tidak ada bukti untuk mendukung spekulasi semacam itu.

“Kami berharap aktivitas matahari akan mencapai titik tertinggi dalam dua atau tiga tahun mendatang,” katanya.(JPG)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Ke Praya Tak Pakai Masker, Siap-siap Dihukum Push Up

Menurunnya kesadaran warga menggunakan masker membuat jajaran Polres Lombok Tengah menggelar razia. “Kami sasar pasar-pasar dan pusat pertokoan di wilayah Praya,” kata Kasatnarkoba Polres Loteng Iptu Hizkia Siagian, Jumat (10/7).

JPS Gemilang III Segera Disalurkan, Mudah-mudahan Tepat Sasaran

antuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang tahap III segera disalurkan. Gubernur NTB H Zulkieflimansyah meminta penyaluran JPS yang terakhir ini dilakukan tanpa cela.

Pemerintah Janji Bantu UMKM NTB Terdampak Korona, Ini Syaratnya

encairan bantuan Rp 800 triliun bagi UMKM dan IKM masih menunggu petujuk pemerintah pusat. ”Kita tunggu petunjuk teknisnya dari kementerian koperasi UKM,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB Wirajaya Kusuma, Jumat (10/7

Kompak Lawan Korona, Kelurahan Cakra Timur Bertahan di Zona Hijau

Kelurahan Cakranegara Timur patut dicontoh. Saat keluarahan lain di Kota Mataram zona merah Covid-19, justru Cakra Timur berada pada zona hijau. Strategi para pemimpin di wilayah ini membuat virus Korona tak berani mendekat. Apa resepnya?

Berkurban di Masa Korona, Ini Fatwa MUI

Jumat (10/7) malam Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa terbaru bernomor 36/2020 tentang salat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban. MUI di antaranya meminta kegiatan penyembelihan tidak tekonsentrasi pada saat Idul Adha saja.

Batal Berangkat, 16 Jamaah NTB Tarik Ongkos Haji

Karena ibadah haji ditiadakan, 16 orang jamaah calon haji (JCH) asal NTB menarik ongkos haji yang telah dilunasi. ”Masing-masing lima orang dari Mataram, Lombok Barat, Sumbawa, dan satu orang dari Bima,” kata Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag NTB H Ali Fikri, Jumat (10/7).

Paling Sering Dibaca

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Duka di Lombok Utara, Suami Tewas Tergantung, Istri Tergeletak di Ranjang

Warga Dusun Sumur Jiri, Desa Santong Mulia, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, geger. Pasangan suami istri (pasutri) berinisial S, 25 tahun dan R, 20 tahun ditemukan tewas di dalam rumahnya, Minggu malam (5/7).

12 Karyawan Bank di Cilinaya Mataram Positif Korona

Di Kelurahan Cilinaya misalnya. Di sini tercatat ada 12 karyawan salah satu bank terpapar virus Korona. “Sebenarnya hanya satu. Namun setelah kita tracing, menjadi 12 orang yang positif,” kata Lurah Cilinaya I Gusti Agung Nugrahini, Kamis (9/7)

Pakai Narkoba, Satu Anggota Polisi Ditangkap di Mataram

Tim Subdit II Ditresnarkoba Polda NTB menangkap jaringan narkoba di salah satu hotel di mataram dua pekan lalu. Sebanyak empat orang berinsial E, LA, AD, dan SL. “E adalah polisi aktif, LA dan AD pecatan polisi, SL warga sipil,” kata Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, kemarin (10/7).

PKS Berpeluang Kocok Ulang Figur di Pilbup Lombok Tengah

Peta kekuatan politik Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) di Lombok Tengah (Loteng) tampak berimbang. Ini terlihat dari hasil survei yang dilakukan PKS bekerja sama dengan Olat Maras Institute (OMI).
Enable Notifications.    Ok No thanks