alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Gawat, Pandemi Bikin Angka Kejahatan Makin Tinggi

POLRI membeberkan peningkatan kasus kejahatan dalam dua pekan terakhir di masa pandemi. Dalam dua pekan terjadi kenaikan kejahatan sebanyak 17, 3 persen dengan angka 738 kejadian. Peningkatan jumlah kasus kejahatan ini diduga akibat peningkatan jumlah kemiskinan akibat pandemi.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono mengatakan, untuk pekan ini atau pekan ke-37 pada 2020, terjadi tren peningkatan jumlah kejahatan yang cukup signifikan. Terdapat 5.354 kejadian kejahatan pada pekan tersebut.

“Jumlahnya naik dari pekan sebelumnya atau pekan ke-36 dengan angka hanya 4.571 kejadian kejahatan,” tuturnya.

Kenaikan itu bila dipresentasekan mencapai 17,3 persen. Dengan kenaikan kejahatan konvensional sebanyak 613 kejadian dari pekan ke-36 yang hanya 3.902 kasus menjadi 4.515 kejahatan konvensional pada pekan ke-37. “Kenaikan kejahatan konvensional presentasenya 15,71 persen,” ujarnya.

Lalu, untuk kejahatan transnational seperti narkotika dan kejahatan lintas negara lainnya pada pekan ke-36 hanya 604 kasus. Namun, pada pekan ke-37 terjadi peningkatan menjadi 796 kasus. “Presentasenya tinggi Naik sekitar 31,7 persen,” paparnya.

Selanjutnya terdapat kasus kejahatan kekayaan negara yang presentasenya turun 35,94 persen dengan angka 41 kejadian. Lalu ada kasus berimplikasi kontegensi dari pekan ke-36 dengan satu kasus menjadi dua kasus pada pekan ke-37. “Presentasenya naik 100 persen,” urainya.

Untuk pekan ke-37 ini kejahatan tertinggi jumlahnya merupakan kasus narkotika dengan 768 kasus. Lalu, pencurian dengan oemberatan dengan 605 kejadian. Disusul oleh kasus penggelapan sebanyak 380 kasus. “Ada juga kasus curanmor dengan 246 kejadian dan pencurian dengan kekerasan sebanyak 103 kasus,” jelasnya.

Dia mengatakan, belum bisa dipastikan penyebab kenaikan angka kejahatan tersebut. Namun, bisa jadi salah satunya karena adanya pendemi yang mempengaruhi perekonomian. “Kami berupaya menurunkan angka kejahatan,” jelasnya. (idr/JPG/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dompu Zona Merah, Simulasi KBM Tatap Muka Dua Sekolah Distop

Rinciannya, SMAN 1 dan 2 Kilo, SMAN 1 dan 3 Pekat, SMAN 1 Kempo, SMKN 1 Manggalewa, SMKN 2 Dompu, dan SMAN 1 Hu’u. Namun, hanya simulasi di SMKN 2 Dompu dan SMAN 1 Hu’u yang dihentikan. ”Pertimbangannya, karena sekolah itu ada di wilayah kota dan dekat kota, sebagai pusat penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Cegah Penyakit Jantung di Masa Pandemi

dr. Yusra Pintaningrum, SpJP(K),FIHA,FAPSC,FAsCC

Sah! Gaji dan Tunjangan PPPK Sama dengan PNS

Penantian panjang honorer K2 yang lulus seleksi tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019 lalu akhirnya usai sudah. Payung hukum terkait gaji dan tunjangan PPPK telah diterbitkan.

Antisipasi Penyebaran Covid Klaster Kampus!

KONDISI masyarakat pada era tatanan kehidupan baru (new normal) saat ini seolah-olah menggambarkan situasi masyarakat telah beradaptasi dengan tenangnya, kembalinya kehidupan normal saat ini kesadaran kita sebagai masyarakat dalam menghadapi pandemi covid-19 sedikit demi sedikit sudah mulai abai dalam menerapkan pola hidup sehat dalam upaya pencegahan dan memutus rantai penularan virus corona.

Penurunan Kasus Korona di NTB Ternyata Semu

Perubahan warna zona Covid-19 di NTB tidak menentu. Kabupaten Dompu yang sebelumnya digadang-gadang sebagai daerah percontohan kini malah masuk zona merah kasus penularan Covid-19.

Pemerintah Harus Turunkan Harga Tes Swab

TARIF uji usap atau tes swab dinilai masih terlalu mahal. Ketua DPR RI Puan Maharani pun meminta pemerintah mengendalikan tarif tes sebagai salah satu langkah pengendalian dan penanganan penyebaran Covid-19. Jumlah masyarakat yang melakukan tes mandiri akan meningkat ketika harganya lebih terjangkau.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks